Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.

Dijaman ini, begitu banyak hal yang bisa menjadikan hati kita 
gelisah. Kenaikan gaji yang nyaris habis dikikis inflasi. Harga sayur-
mayur yang menguras uang dapur. Uang sekolah anak-anak yang kadang 
menyesakkan. Juga sang gadis pujaan hati yang tidak kunjung menerima 
cinta kita. Kerena kegelisahan itu, kita menjadi sulit tidur. Dari 
sulit tidur, lalu kita dihinggapi depresi. Kemudian berkembang 
menjadi stress berkepanjangan. Untuk mengobatinya; kita meminum obat 
tidur ditambah anti-depresan dan anti-ansietas. Memang, banyak orang 
yang tertolong dengan obat-obatan semacam itu. Tetapi, dalam jangka 
panjang mereka harus menaikkan dosis untuk menghasilkan efek yang 
sama. Sehingga, akhirnya malah menjadi ketagihan. Adakah alternatif 
lain selain obat-obatan semacam itu?

Dijaman dahulu kala, obat-obatan seperti itu belum ada. Begitu pula 
dengan lembaga pelatihan yang menyajikan topik `Stress Management'. 
Sehingga, orang-orang pada masa itu harus mencari jalan keluar lain, 
seperti yang dikisahkan dalam sebuah dongeng. Dongeng tentang seorang 
lelaki yang sedang dihinggapi oleh kegelisahan hati. Dia mendatangi 
seorang bijak ditengah gurun pasir yang bernama bukit Shofa. Lalu 
bertanya;"Tuan, apa rahasianya sehingga Tuan begitu tentram dalam 
menghadapi hidup yang serba sulit ini?"  

Orang bijak itu berkata;"Aku tahu sebuah rahasia," katanya, "tapi aku 
tidak bisa mengatakannya kepadamu," lanjutnya. 

Lelaki itu menahan kecewa sambil berkata:"jika Tuan tidak 
mengatakannya, bagaimana saya mengetahuinya?"

"Engkau bisa membacanya," kata sang bijak, seraya mengarahkan 
telunjuknya kesebuah gundukan pasir dibukit Marwa. "Disana," lanjut 
beliau. "Ada selembar kulit kambing yang menyimpan rahasia itu. 
Raihlah kulit kambing itu, dan bacalah apa yang tertulis padanya." 
Katanya. "Jika engkau bisa mengamalkannya, maka hatimu akan terbebas 
dari rasa gundah dan gelisah." Lalu, orang bijak itu beranjak pergi.

Seketika itu juga, sang lelaki berlari ke bukit Marwa. Setelah 
mencari-cari diseluruh penjuru bukit itu, akhirnya dia berhasil 
menemukan kulit kambing yang diceritakan oleh sang bijak tadi. Dia 
bergegas membuka lembaran kulit kambing itu. Dan disana, didapatinya 
sebaris kalimat aneh yang berbunyi;"Alaa bidzikrillaahi tathma-innul 
quluub...." Sejenak dia berpikir, apa arti kalimat itu. Oh, dia 
teringat masa kecil dulu, ketika gurunya bercerita tentang rahasia 
itu. Perlahan-lahan dia teringat pula bahwa kalimat itu berarti, 
bahwa:'hanya ada satu cara untuk menjadikan hati kita tenang, yaitu; 
dengan mengingat Tuhan'. 

Orang-orang yang senantiasa mengingat bahwa mereka mempunyai Tuhan 
tempat bersandar; dijamin akan merasa tenang dihatinya. Betapa tidak? 
Didunia ini ada begitu banyak hal yang diluar jangkauan kemampuan 
manusia. Sehingga, mengandalkan kemampuan diri sendiri saja 
seringkali tidak cukup. Lagipula, masalah kita bisa datang silih 
berganti. Saat kita terbebas dari suatu masalah, masalah lain serta 
merta menggantikan. 

Ketika teringat kepada Tuhan, kita kembali disadarkan bahwa tidak ada 
kekuatan yang melebihi kekuatan Tuhan. Sehingga, saat kita meminta 
kepadaNya untuk diberi kekuatan, maka kita mendapatkan kekuatan dari 
sang pemilik kekuatan itu sendiri. Itu membuat kita memiliki kekuatan 
untuk terus menjalani hidup. Tidak peduli sesulit apapun dia mendera 
kita. 

Selain itu, kita juga kembali disadarkan bahwa Tuhan itu maha adil. 
Dia tidak mungkin menghukum orang-orang yang berbuat kebajikan. 
Sebaliknya, tidak mungkin Dia membiarkan orang-orang yang berbuat 
jahat, menindas sesama manusia, merampas hak orang lain, dan 
bertindak sewenang-wenang. Sebab, tidak ada satu mahlukpun yang bisa 
terbebas dari pengawasanNya. Jadi, disaat kita harus melakukan 
tindakan-tindakan yang baik, kita yakin bahwa Tuhan mendukung kita 
dibelakang. Namun, ketika terbersit dihati kita untuk melakukan 
sesuatu yang kurang baik. Atau merugikan orang lain. Atau mengambil 
hak orang lain, kita teringat bahwa Tuhan menyaksikan. Mudah-mudahan 
kita ditunjukkan kepada jalan yang lurus lagi.

Mengingat Tuhan, berarti menjadikan Tuhan sebagai backing kita. Jika 
kita membayar orang-orang berpengaruh untuk menjadi backing kita, 
rasanya hati kok tenang sekali ya? Apalagi jika yang menjadi backing 
adalah sang maha pemilik kekuatan dan kekuasaan mutlak. Oleh karena 
itu selain mendapatkan ketenangan hati, orang-orang yang selalu 
mengingat Tuhan juga bisa menasihati dirinya sendiri dengan 
mengatakan; "Cukuplah Tuhan sebagai pelindungku". 

Jadi, untuk terbebas dari kegelisahan hati, kita bukan harus 
bergantung kepada obat-obatan. Melainkan semakin banyak mengingat 
Tuhan. Karena "Alaa bidzikrillaahi tathma-innul quluub....". Hanya 
dengan mengingat Tuhan, hati kita menjadi tenang. Bayangkan. Jika 
setiap hari kita bisa mengingat Tuhan. Maka setiap hari. Hati kita. 
Menjadi tenang.

Hore,
Hari Baru!
Dadang Kadarusman
http://dkadarusman.blogspot.com/
http://www.dadangkadarusman.com/ 

Catatan Kaki: 
Kesulitan mungkin sengaja ditimpakan Tuhan kepada kita, supaya kita 
lebih mudah untuk mengingatNya.


Kirim email ke