JADUAL Workshop Applied NLP for Human Capital Management

 

Handling Harmonious Industrial Relation with NLP
Jakarta, 20 Oktober 2008, 08.30-16.30, HANYA 1.3oo.ooo

 

Solution-focused Counseling with NLP
Jakarta, 21-22 Oktober 2008, 08.30-16.30, HANYA 2.7oo.ooo

 

 

Informasi & Pendaftaran

08788-1000-100
021 70692748

0815 1049 0007


 

Silabus Workshops
----------------------------------------------------------
Handling Harmonious Industrial Relation With NLP
Jakarta, 20 Oktober 2008, 08.30-16.30

 

Inti HUBUNGAN INDUSTRIAL adalah berlangsungnya KERJASAMA saling
menguntungkan antara Pengusaha dan Pekerja untuk mencapai TUJUAN organisasi.
PRODUKTIVITAS pekerja yang berimplikasi pada tercapainya TUJUAN BISNIS
Perusahaan ditentukan oleh RASA AMAN, SALING PERCAYA, KERELAAN serta
KESADARAN akan POSISI masing-masing. Kondisi HARMONIS seperti ini HANYA
dapat diciptakan dengan KOMUNIKASI yang EFEKTIF, yaitu mudah DIPAHAMI, mudah
DITERIMA, dan DILAKUKAN dengan KEMAUAN dan KESUNGGUHAN. 
Lembaga yang menjembatani antara pengusaha dan pekerja seperti SP, SB, IK,
LKS Bipartit dan Mediator Ketenagakerjaan banyak berperan dalam memperlancar
arus komunikasi. Di sisi lain, media SOSIALIASI kebijakan perusahaan, maupun
proses PERUNDINGAN dan NEGOSIASI harus dilakukan dengan KOMUNIKASI yang
EFEKTIF, untuk menghindari KESALAHPAHAMAN, KECURIGAAN, dan KETIDAKPERCAYAAN
yang bermuara pada PERSELISIHAN.
NLP sebagai TEKNOLOGI yang mempelajari cara kerja dan optimalisasi PIKIRAN
MANUSIA, dengan pola UNCONSCIOUS COMMUNICATION, teknik KLARIFIKASI dan
seperangkat metode pemberdayaan pikiran lainnya MEMASTIKAN bahwa proses
KOMUNIKASI berjalan EFEKTIF untuk menciptakan atmosfir HUBUNGAN INDUSTRIAL
yang HARMONIS dan PRODUKTIF.

MANFAAT
Setelah mengikuti workshop, peserta:
. Memahami tentang cara kerja otak/pikiran manusia dalam menerima dan
merespon informasi
. Mampu memprogram pikiran untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan
berkomunikasi
. Mampu melakukan teknik pendekatan (rapport) untuk mengurangi hambatan
komunikasi dan membangun kepercayaan (trust building)
. Mampu menggunakan teknik komunikasi 3V (verbal, vocal dan visual) dalam
komunikasi hubungan industrial secara efektif
. Mampu mengenali dan menyesuaikan model komunikasi (preference
communication model) dengan partner komunikasi 
. Mampu merancang media sosialisasi yang efektif dengan menggunakan
prinsip-prinsip cara kerja otak (double hemisphere), agar menarik, mudah
dipahami dan mudah diterima
. Mampu menggunakan tenik bertanya dan clarification technique (meta model)
dalam menggali informasi secara akurat, baik yang terbuka maupun tersembunyi
(deep structure)
. Mampu menggunakan neurological level untuk mengatasi keberatan dan
mengarahkn pada pemecahan masalah
. Mampu menggunakan hypnotic pattern dalam menyampaikan gagasan secara jelas
dan jelas meyakinkan agar mudah dipahami dan diterima dalam proses negosiasi
dan perundingan

MATERI 
. Challenges in Handling Industrial Relation
. NLP & principles of human mind 
. State of Communicator programming 
. Representational system & preferred communication system
. Modality / Sub Modality & Double Hemisphere function for communication
media
. Pacing & Leading for building trust
. Optimizing 3V for effective communication
. Using meta model as clarification technique
. Using neurological level & hypnotic pattern for negotiation and bargaining

 

PESERTA
. Praktisi Manajemen SDM (Direktur, Manajer, Staf Rekrutmen)
. Pelaku Hubungan Industrial
. Mediator Ketenagakerjaan
. Dosen, Akademisi, Peminat Lain

 


Solution-focused Counseling with NLP
Jakarta, 21-22 Oktober 2008 - 08.30-16.30 WIB


Masalah produktivitas di perusahaan erat kaitannya dengan personal state
karyawan yang bersangkutan. Karyawan bermasalah adalah bagian dari tantangan
produktivitas yang harus disiasati secara efektif., baik oleh atasan
langsungnya maupun pihak HRD. Banyak pendekatan dalam proses Counseling,
baik directive maupun non directive yang bertujuan membantu karyawan
mengatasi masalahnya. Di sisi lain proses Counseling menjadi tidak efektif
karena gagal menemukan akar permasalahan yang sebenarnya, sehingga solusi
yang muncul juga tidak menyelesaikan problem yang mendasar.

Counseling yang efektif dimulai dengan proses penggalian informasi,
klarifikasi dan konfirmasi atas permasalahan yang mendasar dan berpengaruh
terhadap kinerja individu. Kemudian dilanjutkan dengan pemecahan masalah
dengan mengarahkan untuk menemukan alternatif solusi secara mandiri. Di
bagian akhir perlu dibangun tujuan yang nyata dan terukur dan ditutup dengan
mengikat komitmen untuk menjalankan action plan secara konkrit.
Langkah-langkah ini hanya bisa dilakukan bila memiliki kemampuan teknik
komunikasi, kalibrasi dan klarifikasi untuk memastikan akurasi informasi,
serta kemampuan memahami cara kerja pikiran dalam menemukan alternatif
pemecahan masalah.

NLP sebagai TEKNOLOGI yang mempelajari cara kerja dan optimalisasi PIKIRAN
MANUSIA, dengan pola UNCONSCIOUS COMMUNICATION, teknik KOMUNIKASI dan
seperangkat metode pemberdayaan pikiran lainnya MEMASTIKAN bahwa proses
KOMUNIKASI dalan proses Counseling berjalan EFEKTIF untuk menemukan akar
permasalahan, menemukan alternatif solusi dan mengikat komitmen pencapaian
tujuan secara konkrit, sehingga karyawan dapat menampilkan KINERJA yang
PRODUKTIF.

MANFAAT
Setelah mengikuti workshop, peserta:
. Memahami permasalahan dan tantangan dalam proses counseling
. Mampu memprogram diri dan pikiran agar trampil dan prima dalam menjalankan
counseling
. Mampu melakukan teknik pendekatan dan membangun kepercayaan untuk
mengurangi hambatan komunikasi dan hubungan interpersonal
. Mampu menggunakan teknik bertanya dan teknik klarifikasi untuk menggali
pemasalahan (yang sebenarnya) secara cermat
. Mampu mendeteksi adanya informasi yang menyesatkan atau kebohongan
. Mampu memberikan feedback secara efektif dan mengarahkan pada pemecahan
masalah secara mandiri
. Mampu mengikat komitmen, memotivasi dan mengarahkan pada pencapaian tujuan
secara konkrit

 

MATERI
. Tantangan dan permasalahan dalam counseling
. NLP, teknologi optimalisasi pikiran manusia (mind technology)
. Pemanfaatan komunikasi dengan pikiran bawah sadar (unconscious mind)
. Sistem Representasi dan Realitas Internal (Represntational Systems)
. Teknik Pendekatan dan Membangun Kepercayaan (Rapport, Pacing & Leading)
. Teknik komunikasi linguistic, paralinguistic & body language
. Teknik klarifikasi Meta Model
. Teknik deteksi, kalibrasi dan Eye Accessing Cues
. Teknik mengarahkan pada pemecahan masalah menggunakan neurological level
. Teknik membentuk tujuan yang SMART (well-formed outcome)
. Teknik memotivasi dan mengikat komitmen pada pencapaian tujuan secara
konkrit (future pacing)

 

PESERTA
. Praktisi Manajemen SDM (Direktur, Manajer, Staf Rekrutmen)
. Manajer, Supervisor dan Atasan yang memiliki Anak Buah
. Konsultan HRD, Counselor
. Dosen, Akademisi, Peminat Lain

 

Kirim email ke