---------- Forwarded message ---------- From: Made Teddy Artiana <[EMAIL PROTECTED]> Date: 2008/10/16 Subject: (Intermezo Jelang Weekend) Beberapa hari bersama GRAJ Nurkamnari Dewi di Keraton Jogja To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
*Beberapa Hari Bersama GRAJ Nurkamnari Dewi* By Made Teddy Artiana *http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com/ * Sampai saat ini, dapat dikatakan pengalaman yang satu ini masih menempati ranking pertama di hatiku. Memang, turun dari Gunung Pangrango diantara deru hujan badai sehabis pemotretan, bukan pengalaman biasa. Begitu juga datang celingukan ke sebuah rumah mirip museum, tanpa tahu sebelumnya bahwa itu adalah rumah Setiawan Djody untuk serangkaian foto tunangan keponakan beliau tercinta juga sebuah kejutan luar biasa bagiku. Apalagi 'ngerjain' Om Bob yang rela berjongkok dengan lutu rematik plus tanpa sandal di dekat kandang ayam di belakang rumah beliau, juga merupakan pengalaman yang super istimewa. Dan aku sangat amat bersyukur diberikan kemurahan untuk mengalami hal-hal tersebut. Tapi, berkeliaran motret pengantin dengan berbelangkon, mengenakan kamben, berbaju ala abdi dalem, tanpa alas kaki, berkalung tanda pengenal khusus dan berjongkok-jongkok di antara para pengawal keraton dan ketatnya aturan keraton Jogjakarta tentunya merupakan cerita yang lain...Jujur pemotretan kali ini..aku merasa lebih sebagai abdi dalem ketimbang seorang berfrofesi sebagai fotografer. Tapi..entah mengapa aku sangat menikmatinya. Nurkamnari Dewi, anak ketiga Ngarso Dalem (Sultan Hamengkubuwono X) memang istimewa. Ada beberapa hal yang membuat ia layak mendapatkan 'predikat' tersebut. Pertama, karena ia adalah anak dari orang nomor satu Jogja. Kedua, karena ia dikenal sangat merakyat. Ketiga, karena ukuran tubuhnya yang besar(gemuk), walaupun siapapun sepakat bahwa ia berwajah cantik..ehm...maaf ya Gusti :-) Beberapa hari sebelum pemotretan aku mendapat kesempatan langka, bertandang kerumah orang nommor satu Jogja tersebut. Tebak apa yang kutemui...Sri Sultan tengah bercelana pendek bermain mobil-mobilan dengan cucu bersama istri tercinta (kanjeng Ratu Hemas) di teras belakang rumah. Bahkan setelah bercakap-cakap sekian lama..aku baru sadar bahwa beliau adalah Raja Jogja itu sendiri..weleh-weleh. Sungguh jauuuuuuuh dari bayanganku, tentang keangkeran seorang raja. Memang beliau-beliau adalah orang-orang yang mulia namun sederhana. Tak heran jika rakyat Jogja begitu mencintai beliau berdua. Akhirnya..saat yang aku tunggu-tunggu tiba acara pernikahan Mbak Dewi dan Mas Jun alias GRAJ Nurkamnari Dewi dan Jun Prasetyo, SE, MBA. Pernikahan yang sangat luar biasa, bukan karena kemewahan, namun justru karena kentalnya budaya yang menyelimutinya. Mengenai detail prosesi, seperti nya sudah banyak dibahas oleh media cetak dan media televisi. Banyak cerita lucu didalamnya..terutama ketika berbaur dengan rekan-rekan dari crew televisi dan majalah dari Jakarta. Ketatnya peraturan kadang membuat kami frustasi tapi apa boleh buat..jangankan kami..Sri Sultan pun 'harus' menaati peraturan-peraturan tersebut. Apalagi kami.. Tapi justru disana indahnya negara ini bukan ? Begitu banyak adat dan budaya yang unik didalamnya. Apakah ini beban ? Aku rasa tidak sama sekali. Salah satu cerita lucu didalamnya adalah ketika prosesi gendongan. Dalam prosesi ini mempelai laki-laki (Mas Jun) harus menggendong mempelai wanita (Nurkamnari) yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari nya...didepan mertua dan khalayak undangan. (Waduh mohon maaf sekali lagi ya Gusti Dewi :-)) Nah khusus untuk prosesi tersebut didatangkanlah seorang 'stutmant' yang cukup kekar yang bertugas membantu Mas Jun melakukan prosesi tersebut. Tak urung membuat kami semua tersenyum-senyum geli, tidak terkecuali Ngarso Dalem (Sri Sultan), walau tampak mengikuti acara dengan hikmat namun semburat senyuman tampak jelas di wajah arief beliau. Seorang crew TV Swasta didekatku dengan mimik serius sembari mengeleng-gelengkan kepala bergumam "Memang *berat* ya Mas Made, jadi mantu Raja…." Kontan aku dan beberapa teman-teman wartawan meledak oleh tawa...sebelum pelototan seorang pengawal keraton menyadarkan kami. "Mbok jangan dibahas toh Mas…", katanya sambil menahan tawa (juga). **** Selamat berbahagia dan sukses selalu buat Mbak Dewi dan Mas Jun... *We All Love You Guys* !!! Pernikahan Nurkamnari Dewi dan Jun Prasetyo dapat disaksikan di http://nurkamnaridewi.multiply.com/ Demi alasan 'KEAMANAN' kami hanya menampilkan foto dalam jumlah terbatas. salam hangat, MTA-Made Teddy Artiana photographer berdarah bali yang sangat cinta jogja. email. [EMAIL PROTECTED] Photo Galery # Commercial Photography # http://companyprofile.multiply.com http://withbobsadino.multiply.com # Jurnalism Photography # http://fotojalanan.multiply.com # Wedding Photography # http://prewedding3.multiply.com http://prewedding2.multiply.com http://prewedding.multiply.com http://outdoorprewedding.multiply.com http://candidwedding.multiply.com http://weddingcandid.multiply.com http://weddingceremony.multiply.com CONTACT US Esia. 96202505 Flexy. 70820318 mobile 0815 740 900 80 - 0813 178 227 20
