* Ini adalah kelanjutan dari artikel 23 Rahasia Keberhasilan Michael Jordan..
Setelah jeda
cukup lama, kami lanjutkan kembali kisah ini. Jika belum menerima kisah
sebelumnya, silahkan kunjungi www.best-camp.com
Rahasia #14 : Berilah teladan yang positip bagi semua orang, dari setiap
apa yang anda lakukan walaupun itu cuma 30 detik saja.
Dengan
merefleksikan apa yang dilakukan MJ di lapangan basket, kita bisa menemukan
berbagai sikap MJ yang bagus untuk diteladani. MJ tidak pernah berpuas diri
walaupun sudah menjadi juara. Dia terus-menerus berlatih, dan menjaga diri
walaupun sudah mencapai tingkat maha bintang. MJ juga seorang yang sangat
sportif, tidak pernah sekalipun bermain curang.
Tidak ada kata menyerah bagi MJ
MJ selalu
bersikap all out di lapangan. Pada deti-detik terakhir, sering MJ
tetap mampu mempercayai teman-teman satu timnya dan melakukan assist.
Pengendalian diri MJ memang sangat luar biasa. MJ tahu persis, kapan harus
meminta bantuan teman-temannya. Dan kapan harus melakukannya sendiri demi
memenangkan pertandingan. Sebaliknya semua teman-temannya percaya kepada MJ..
Semua penggemar basket tentu selalu ingat bahwa dalam
final-final NBA, bahkan ketika timnya hampir kalah, tidak akan pernah ada kata
menyerah dalam kamus MJ. Sebelum detik terakhir, sebelum peluit wasit
mengakhiri permainan. MJ akan melakukan semuanya. Kalau temannya tidak bisa, MJ
akan melakukannya sendiri. Misalnya dengan menyebabkan orang melakukan fault
atau melakukan lemparan tiga angka.
Ada banyak sekali kisah keteladanan MJ, seperti yang
sudah diungkapkan dalam tulisan ini, tapi pada intinya MJ adalah seseorang yang
sangat kompetitif, sportif, memiliki jiwa kepemimpinan dan manajemen diri yang
mendatangkan rasa hormat pada siapa pun juga.
MJ jelas memberi pengaruh sangat besar pada NBA. Orang
bilang, dengan kembalinya MJ, NBA menjadi lebih semarak dari sebelumnya.
Pecinta Basket sangat merindukan tatkala MJ mengundurkan diri, nyata bahwa NBA
agak melemah. Dan ketika MJ masuk kembali, NBA naik kembali oleh karena daya
magnet MJ yang begitu besar. Jatuh bangun NBA tampaknya memang banyak
dipengaruhi oleh MJ.
Rasa hormat MJ juga kepada dua figur yang memberi hukuman
terhadap banyak atlit, yaitu wasit dan media.
Seperti kepada Joe Fall, penulis olahraga yang telah
berkarir selama 50 tahun di Detroit. Usianya sekitar 70 tahun dan sebelumnya
tidak pernah bertemu dengan MJ. Saat itu di final NBA 1993. Ketika itu Falls
mendapati MJ tengah menuju ruang ganti. ”Lihat rambut putih ini, anda harus
berbicara kepada saya.” kata Falls. MJ tersenyum lebar dan melayani wawancara
dengan Falls. Setelah wawancara Falls langsung jabat tangan MJ dan pergi,
bahkan tidak ingat untuk memberi tahu namanya. Satu tahun kemudian, Falls pergi
ke White Sox. Sekelompok media telah berkumpul di depan ruang ganti. Saat Falls
menuju kamar kecil, MJ melihatnya dan menyapanya, Hai Joe Falls, apa yang kamu
lakukan di sini, sapa MJ. Dan Joe Falls pun mendapat wawancara pribadi yang
ekslusif dengan MJ.
MJ juga menjaga hubungan baiknya dengan para wasit,
seperti yang dilakukannya dengan media. Pada akhirnya MJ mengembangkan relasi
penuh humor dengan para wartawan, wasit pertandingan yang dikenalnya dengan
baik. Sehingga saat berada di arena stadium, MJ dapat berjalan masuk sambil
berkata, ”Hai, jelek,” kepada
seorang wartawan yang dikenalnya. MJ juga kerap menggoda para wasit selama
pertandingan tersebut. Sehingga MJ dapat berbicara kepada mereka dengan jujur.
* Ingin mendapatkan serial tulisan Michael Jordan sebelumnya
dan foto-foto menarik MJ, silahkan klik www.best-camp.com
Salam Excellent,
Markus Tan
>
Licensed Practitioner of NLP
> Master
Trainer Best Camp
>
Founder Life Management Institute
> www.best-camp.com – Melejitkan prestasi siswa di sekolah
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Misi: Dare cum amore et compassione – memberi dengan
cinta & ketulusan hati