Ide buat para trainer, dan calon trainer...
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
*"The Price is Really Up to You", Says Radiohead*
<http://kompas.com/data/photo/2008/04/24/144908p.jpg>
getty
images<http://kompas.com/read/xml/2008/11/13/07012115/the.price.is.really.up.to.you.says.radiohead#>
Radiohead
/<http://kompas.com/read/xml/2008/11/13/07012115/the.price.is.really.up.to.you.says.radiohead>
*Artikel Terkait:*
- It's not Price anymore, It's
Currency!<http://kompas.com/read/xml/2008/11/12/07064751/its.not.price.anymore.its.currency>
- "The Way I See It" from
Starbucks<http://kompas.com/read/xml/2008/11/11/07213933/the.way.i.see.it.from.starbucks>
- "Chicago Crime Scene" from Domino's
Pizza<http://kompas.com/read/xml/2008/11/10/0603073/chicago.crime.scene.from.dominos.pizza>
- It's not Product anymore, It's
Co-Creation!<http://kompas.com/read/xml/2008/11/09/01163232/its.not.product.anymore.its.co-creation>
- Wikipedia: Collective Wisdom from the
Crowds<http://kompas.com/read/xml/2008/11/08/03183837/wikipedia.collective.wisdom.from.the.crowds>
Hermawan Kartajaya <http://kompas.com/read/profile/authprof_656>
"Hermawan Kartajaya adalah pakar pemasaran dari Indonesia. Sejak tahun 2002,
ia menjabat sebagai Presiden World Marketing Association (WMA) dan oleh The
Chartered Institute of Marketing yang berkedudukan di Inggris (CIM-UK) ia
dinobatkan sebagai salah satu dari "50 Gurus Who Have Shaped The Future of
Marketing". Saat ini ia juga menjabat sebagai Presiden MarkPlus, Inc.,
perusahaan konsultan pemasaran yang dirintisnya sejak tahun 1989. Selain
aktif menulis buku-buku seputar dunia bisnis dan pemasaran Indonesia maupun
internasional, ia juga kerap diundang sebagai pembicara dalam berbagai forum
di berbagai negara."
(Email : [EMAIL PROTECTED])
Kamis, 13 November 2008 | 07:01 WIB
*SILAKAN *membayar berapa saja. Kalau tidak mau membayar sama sekali juga
tidak apa-apa. Itulah yang kira-kira dikatakan Radiohead kepada setiap orang
yang ingin mendapatkan album terbaru mereka (saat itu), "In Rainbows". Ya, band
rock alternatif asal Oxfordshire, Inggris ini meluncurkan album mereka yang
ketujuh secara *online* di Internet pada 10 Oktober 2007. Ke-15 lagu dalam
album "In Rainbows" tadi bisa di-*down-load* di situs www.radiohead.com atau
www.inrainbows.com.
Yang menarik, Radiohead tidak mengenakan harga khusus untuk lagu-lagu tadi.
Jadi, ketika orang sudah memilih lagu apa saja yang diinginkan lewat situs
di atas, ketika mau *check-out*, akan muncul tulisan yang mengatakan bahwa
harganya "It's Up To You". Seakan ingin menegaskan untuk orang yang
kebingungan, ketika diklik sekali lagi, muncul lagi tulisan "It's Really Up
To You." Jadi, kita bisa membayar 1 poundsterling, 10 poundsterling, 1000
poundsterling, atau malah tidak membayar sama sekali. Semua terserah kita.
Namun, sejak 10 Desember 2007, *digital download* ini resmi berakhir. Orang
tidak bisa lagi men-*download* lagu-lagu mereka. Namun, penggemar yang masih
ingin mendengarkan lagu-lagu dalam album tersebut bisa mendapatkannya lewat
CD standar yang diluncurkan pada akhir 2007. Langkah yang unik, bukan?
Band yang dipimpin oleh Thom Yorke ini seakan ingin meruntuhkan model bisnis
musik yang sudah mapan. Kebetulan, band ini juga sudah tidak terikat kontrak
lagi dengan studio rekaman manapun alias independen. Kontrak terakhir mereka
dengan EMI/Capitol berakhir pada tahun 2004. Jadi, mereka bisa dengan bebas
mengatur model bisnis yang ingin mereka lakukan.
Dalam wawancaranya dengan majalah *Time*, Yorke mengatakan, "*I like the
people at our record company, but the time is at hand when you have to ask
why anyone needs one. And, yes, it probably would give us some perverse
pleasure to say '**F**k you' to this decaying business model*."
Selain itu, band yang berdiri pada tahun 1986 dengan nama On a Friday itu
juga menyadari bahwa lagu-lagu mereka di album-album sebelumnya juga bisa
didapatkan dengan gratis di Internet, secara ilegal tentunya. Jadi, mereka
pikir, kenapa tidak sekalian saja diluncurkan album resmi dengan cara
seperti ini?
Lantas, bagaimana hasilnya? Sejumlah sumber menyebutkan bahwa pada hari
pertama album itu diluncurkan terjadi 1,2 juta *digital download*. Lalu,
menurut sebuah survey Internet yang dilakukan oleh *Record of the Day* pada
saat peluncuran album itu, dari 3000 orang responden, sepertiganya bilang
mereka tidak membayar apa-apa ketika men-*download* album itu. Sementara
dari yang membayar, didapatkan harga rata-rata sebesar 4 poundsterling.
Data terbaru yang dikeluarkan pada 20 Oktober 2008, setahun setelah waktu
peluncuran album, menunjukkan bahwa "In Rainbows" telah terjual sebanyak 3
juta kopi, yang mencakup *digital download* dan penjualan dalam format fisik
seperti CD. Penjualan album dari Internet saja telah melebihi angka
penjualan album mereka sebelumnya, "Hail to the Thief", yang diluncurkan
pada 2003.
Langkah yang dilakukan Radiohead ini memang terbilang kontroversial.
Sebagian kalangan, terutama dari industri rekaman dan musisi, mengkritik
langkah ini. Radiohead dianggap bisa mematikan industri rekaman. Band ini
juga dianggap tidak menghargai sebuah karya seni seperti musik karena
membagi-bagikannya begitu saja. Namun, tentu saja sebagian besar masyarakat
merasa senang dengan langkah ini. Mereka bisa mendapatkan album terbaru dari
sebuah band yang cukup populer seperti Radiohead ini secara resmi dengan
harga berapapun, bahkan kalau tidak membayar juga tidak apa-apa.
Sebenarnya, inilah kesuksesan terbesar yang diraih Radiohead. Langkah ini
mengundang publikasi yang luar biasa. Beritanya muncul di mana-mana. Tak
heran ketika Radiohead kemudian melangsungkan serangkaian konser setelah
peluncuran "In Rainbows" , jumlah penontonnya secara keseluruhan mencapai
1,2 juta orang!
Inilah yang menunjukkan bahwa harga itu bisa berubah-ubah seperti Currency.
Tergantung bagaimana orang mengapresiasi produk atau Co-Creation
tersebut.Dalam kasus Radiohead, walaupun mayoritas tidak membayar,
namun tidak
sedikit pula yang justru berani membayar jauh lebih mahal daripada harga
yang wajar. Mereka beranggapan bahwa hasil karya dan langkah terobosan
Radiohead itu perlu diapresiasi dengan baik.
Nah, sekali lagi, ini menunjukkan adanya proses horisontalisasi antara
produsen dan pelanggan. Harga yang dulu pada era Legacy Marketing bisa
ditetapkan secara sepihak, di era New Wave Marketing ini nilainya bisa
berubah-ubah layaknya Currency. Pelanggan juga punya kekuatan untuk
menentukan seberapa besar nilai yang harus dibayarnya untuk sebuah produk
alias Co-Creation.
--
Salam Street Smart NLP!
Teddi Prasetya Yuliawan
Indonesia NLP Society <http://indonesianlpsociety.org>