Sekedar sharing.... Saya sudah lammmaaa banget meng-embargo diri saya sendiri untuk tidak menggunakan produk malaysia, tidak ngopi di starbucks,udah jaraaaaaang banget makan fried chicken, makan apapun di resto yg berhubungan dengan franchise luar negeri/cabang dari luar negeri (kecuali undangan, malah kalo yg punya hajat minta pendapat pasti yg saya kasih referensi resto/tempat ngopi Indonesia/at least duitnya gak keluar walaupun tempatnya niru gaya luar) dan sangat mengurangi menggunakan barang2 yg ada hubungannya dengan luar negeri kecuali untuk barang2 yg memang tidak diproduksi oleh negeri kita sendiri (seperti tv,mesin cuci,kulkas dsb).
Suami saya yg tadinya buta sejarah ttg Indonesia sekarang sudah mulai 'melek' ttg bangsanya. skrg dia mulai bisa diajak berargumen & temen ngobrol yg seimbang dengan saya kalo pergi ke musium/tempat2 bersejarah lainnya. dulu cuma manggut2 aja. skrg kalo dinas ke luar kota dia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat2 bersejarah disana, beli pernak pernik tradisional (pesanan ku). window shopping kami justru ke tempat2 seperti itu. belanja bulanan selama barang yg kami butuhkan ada di Alfa Mart/Indomaret/Hypermart saya gak blanja di Carrefour, (kalo Giant saya masih ragu2 blm jelas punya siapa, tadinya Hero). Sekarang kalo pakai barang2 yah buatan Indonesia, rotan, bahan2 dari eceng gondok, kayu, bambu, batik, ice cream walls,gada barang bermerek yg asli di kamar saya (kecuali hadiah karena lingkungan di tempat saya kerja kebanyakan expat, mereka selalu bawa hadiah untuk kami para perempuan di kantor). Intinya barang dan makanan Indonesia prioritas buat saya. Saya tidak perlu barang2 mewah/bermerek untuk nunjukin siapa saya (its d singer, not d song), semodern apa saya. walaupun paradigma orang Indonesia masih liat penampilan luar (exhibisionis gaya). khususnya para eksekutif muda, padahal tanpa ngopi dan makan di tempat keren orang tau kan gaji kita gede...so? Banyak hal yg bisa kita lakukan sendiri ketimbang nungguin orang lain/berharap pemerintah melakukan sesuatu. Mulai dari sekarang, dari diri kita sendiri. 'Two things are infinite: The Universe and Human Stupidity; and I'm not sure about the universe.' - Albert Einstein ________________________________ From: u kusnanto <[EMAIL PROTECTED]> To: abdul rokib <[EMAIL PROTECTED]>; mamang <[EMAIL PROTECTED]>; [email protected] Sent: Friday, November 14, 2008 8:57:43 Subject: [Bicara] Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia Cintailah bangsa sendiri Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe.. "Your country is so rich!" Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu.. "Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia" "Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world" "Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!" "Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia. 500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat." "Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing." "Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras" "Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri" Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut klo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri." "Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.." Yang telah membaca & merasa generasi muda AYO BANGKIT!!!!! -- .: Bram Andrian :. [Non-text portions of this message have been removed] Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
