*
Ini adalah kelanjutan artikel "23 Rahasia Keberhasilan Michael Jordan".
Serial artikel sebelumnya bisa diperoleh di www.best-camp.com
Rahasia #17 : Pemimpin yang baik adalah memberdayakan dan menciptakan nilai
tambah bagi setiap individu dalam tim anda
Disamping
kecakapan teknis yang sangat hebat, MJ juga membantu rekan-rekannya
untuk berkembang menjadi pemain yang disegani lawan-lawannya.
Dan
ini sangat terlihat dalam pertandingan-pertandingan basket yang
diikutinya. Tanpa dorongan MJ, barangkali Scottie Pippen, yang bahkan
mendapat nama tengah Chicken, dari pendukung Bulls karena dianggap
lemah, tidak akan menjadi pemain hebat.
Demikian juga
terhadap BJ. Amstrong, Horace Grant dan Bill Wennington. MJ
‘membesarkan’ mereka, mendorong mereka sehingga menjadi pemain yang
hebat. Namun MJ tidak pernah sekalipun mengatakan, “Kalau tidak ada
saya mereka tidak akan sehebat sekarang. Atau Tanpa saya, Bulls tidak
akan pernah juara.”
MJ melakukan semua
itu dengan kesadaran yang tulus bahwa dia juga membutuhkan dukungan
kawan-kawannya. Dan kerendahan hatinya inilah, yang membuat MJ
dicintai, khususnya oleh warga Chicago. Sehingga pemerintah Chicago
memajang patung MJ di depan Chicago Stadium, walaupun mereka tahu MJ
berasal dari North Carolina.
Ini sejalan dengan apa yang telah diajarkan oleh John C. Maxwell, seorang pakar
kepemimpinan.
Formasi Angsa huruf V
Kalau
anda melihat kawanan angsa menuju selatan dalam penerbangan musim
dingin dengan formasi ‘V’, mungkin anda tertarik untuk mengetahui bahwa
ilmu telah menemukan mengapa mereka terbang dengan cara sperti itu.
Penelitihan telah menemukan bahwa, sementara setiap angsa mengepakkan
sayapnya, tercipta dorongan udara bagi angsa yang langsung berada di
belakangnya. Dengan terbang dalam formasi ‘V’, seluruh kawanan
menambahkan paling sedikit 71 persen jangkauan terbang lebih besar
dibandingkan dengan seandainya setiap angsa terbang sendiri-sendiri.
(orang-orang yang saling memberdayakan diri, akan sampai tujuan lebih
cepat, dengan saling memberi dorongan dan semangat).
Kapan saja
seekor angsa keluar dari formasi, tiba-tiba dirasakan tarikan yang
berlawanan. Angsa ini dengan cepat kembali ke formasi berkat daya
dorong angsa yang berada di depannya.
Kalau angsa pemimpin menjadi kelelahan, dia menggilir posisinya dalam formasi
‘V’. dan angsa lainnya menggantikan posisinya. (ada
saatnya, sang pemimpin mundur sejenak menjadi pemain cadangan untuk
menghimpin tenaga ekstra, dan memberi kesempatan kepada calon pemimpin
lainnya)
Angsa deretan paling belakang berteriak untuk
memberikan dorongan kepada angsa yang di depannya, agar mempertahankan
kecepatannya. (Sang pelatih, terus memberi motivasi dan arahan, agar tim selalu
kompak dan penuh semangat.)
Dan
akhirnya kalau seekor angsa sakit, atau terluka oleh tembakan, dan
ketinggalan atau jatuh, dua angsa lainnya meninggalkan formasi dan
terbang ke bawah untuk membantu dan melindungi angsa ini. Mereka
tetap bersama angsa ini, sampai angsa ini bisa terbang kembali atau
mati. Dan kemudian mereka terbang sendiri atau bersama formasi lainnya
untuk mengejar kelompok mereka. (Sesama pemain saling membantu dan mengatasi
masalah yang menerpanya)
Paling tidak MJ, telah memenuhi prinsip formasi huruf ‘V’ Angsa diatas. Karena
MJ menyadari dia tidak bisa sukses dan menjadi juara seorang diri. Dia
perlu peran dan dukungan rekan-rekannya. Maka tidak asa pilihan lain,
mau ngga mau, MJ harus bisa mengembangkan dan memberdayakan rekan
setimnya. Dan ini telah dilakukannya, sehingga menjadikannya Juara NBA
sepanjang masa.
* Ingin mendapatkan serial tulisan Michael Jordan
sebelumnya dan foto-foto menarik MJ, silahkan klik www.best-camp.com (Menu
Artikel: Kisah Michael Jordan)
Salam Excellent,
Markus Tan
>
Licensed Practitioner of NLP
> Master
Trainer Best Camp
>
Founder Life Management Institute
> www.best-camp.com – Melejitkan prestasi siswa di sekolah
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Misi: Dare cum amore et compassione – memberi dengan
cinta & ketulusan hati