* Ini adalah kelanjutan dari artikel 23 Rahasia Keberhasilan Michael Jordan..
Untuk mendapatkan artikel MJ seri sebelumnya silahkan kunjungi 
www.best-camp.com (kolom menu artikel,
kisah Michael Jordan) 



Rahasia #18 : Sembilan puluh persen kepemimpinan merupakan kemampuan untuk
mengkomunikasikan sesuatu yang diinginkan oleh orang lain.



Terima kasih bagi Rekan-rekan, yang sejauh ini masih
terus mengikuti artikel MJ. Mungkin dari Anda ada yang kurang begitu suka 
pertandingan
basket, Apalagi nonton MJ di lapangan. Hal itu tidak menjadi masalah. Ikuti
saja kelanjutan cerita MJ, nikmati kisah2 dan cerita menarik MJ. Selanjutnya,
percayakan Subcounscius (bawah sadar) anda yang mengambil peranan. Dan anda
perlahan tapi pasti, memperoleh manfaat dan pencerahan dari kisah2 MJ ini.
Selamat membaca.  



Cerita Bulls
melawan Atlanta

Pada pertandingan play off, Bulls berimbang kedudukannya
dengan Atlanta setelah dua pertandingan. Apa yang terjadi setelah Bulls kalah
pada pertandingan kedua? 


















MJ sang komunikator, menunjukkan kekuatannya, MJ menatap
wajah setiap orang. Pesannya sederhana dan langsung. MJ berkata tegas,
”Peristiwa ini tidak akan pernah terjadi lagi. Kita harus MENANG!.” Dan semua
orang mendengarkan, meresapi apa yang dikatakannya.



Ini saya sebut sebagai ”Semangat yang berapi-api”, atau
semangat yang tak pernah padam. Inilah bentuk kualitas utama seorang
kemunikator yang efektif. Dan memang benar. Bulls memenangi seri pertandingan
itu.



MJ seorang pemimpin yang memberi inspirasi. Ini sesuai
seperti apa yang dikatakan oleh seorang entrepeneur dunia, Robert Mondavi,
”Pemimpin besar tidaklah berkuasa. Pemimpin besar memberi inspirasi.”



Pertandingan terjadi antara Orlando Magic dengan Bulls di
tahun 1996 di babak play-off enam pertandingan. Di pertandingan ke satu, Bulls
memenangi pertandingan. Tetapi di pertandingan kedua, ganti Bulls mengalami
kekalahan angka di babak pertama. Saat turun minum, terlihat ketakutan dan
keraguan di wajah pemain Bulls. Lalu MJ berdiri dan berkata, ”Percayalah kepada
saya. Ikuti komando saya, lakukan tugas kalian yang terbaik. Selebihnya, saya
yang akan mengurus.” Para pemain merinding mendengarnya. Dan sekali lagi benar,
Bulls memenangi pertandingan itu dan menyapu bersih seri pertandingan itu. 
Inilah
sikap seorang pemimpin yang penuh optimisme.



Apa komentar
Phil Jackson:








































Seorang komunikator harus menjadi pendengar yang penuh
perhatian. Dengarlah tanpa menilai, apapun taruhannya dan situasinya.
Belajarlah mendengarkan dengan kesadaran yang penuh empati dan terbuka.
Perhatikan dengan seksama bahasa tubuh lawan bicara anda, dibalik kata-kata
mereka. Hasilnya anda akan lebih memahami kecemasan mereka dan mendapatkan
komunikasi yang lebih baik.



Ini juga yang dilakukan oleh MJ. Nampak sekali dalam sikap
MJ, bagaimana dia mendukung teman-temannya, bagaimana memotivasi mereka dengan
efektif adalah dengan memperhatikan kebutuhan mereka. Peran MJ sebagai pemimpin
menuntun mereka melalui berbagai macam tantangan dan berhasil menuntaskannya.
MJ pun dapat berkomunikasi dengan rekan setimnya tanpa kata-kata, hanya dengan
satu tatapan atau sorotan mata tajam kepada pemain yang terlihat menyerah dan
kehilangan semangat. Tatapan mata itu bisa di ruang ganti atau pun di
lapangan pertandingan.



Apa komentar MJ
dengan gaya kepemimpinannya:

“Saya bukan orang yang sibuk berteriak dan memberi
semangat. Memang saya diberkahi bakat kepemimpinan yang vokal, tetapi memberi
semangat tidak harus dengan kata-kata, karena bisa kelihatan kurang dewasa.
Justru komunikasi tanpa kata, begitu jelas dan masuk ke dalam hati seseorang.”



Semoga Artikel ini bermanfaat dan memberi pencerahan.



* Ingin mendapatkan serial tulisan Michael Jordan
sebelumnya dan foto-foto menarik MJ, silahkan klik www.best-camp.com 



Salam Excellent,

Markus Tan



>
Licensed Practitioner of NLP

> Master
Trainer Best Camp

>
Founder Life Management Institute

> www.best-camp.com – Melejitkan prestasi siswa di sekolah

> Email: [EMAIL PROTECTED] 

> Misi: Dare cum amore et compassione – memberi dengan
cinta & ketulusan hati





      

Kirim email ke