Assalamu'alaikum wr.wb..
Dimulai sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom Intrabumi atau D-Net (
www.dnet.net.id) sebagai perintis ecommerce di Indonesia, perkembangan
ecommerce atau lebih dikenal dengan sebutan toko online di Indonesia
demikian pesatnya. Yang saya maksud dengan toko online atau ecommerce disini
adalah website yang menyediakan fasilitas untuk berbelanja online secara
langsung di web tanpa perlu menghubungi pemilik toko online terlebih dahulu.

Saat ini saja diperkirakan jumlah toko online di Indonesia telah berjumlah
ratusan, sayang saya tidak berhasil mendapatkan data pastinya karena di
Indonesia belum ada sistem informasi yang dapat memetakan ecommerce di
Indonesia. Sebenarnya, Depkominfo di websitenya telah mempunyai halaman
Sistem Informasi Pemetaan Ecommerce Indonesia, sayang ketika saya mencoba
untuk masuk ke dalamnya sistem tersebut belum berjalan sebagaimana mestinya.
Saya sendiri pada bulan Mei 2008 mencoba untuk melakukan survei secara acak
terhadap toko online di Indonesia untuk mengetahui kapan berdiri dan
manajemennya (updating web). Saya menyurvei sekitar 67 toko online, hasilnya
ternyata  ada 55 toko online yang data webnya selalu terupdate dan memiliki
informasi kontak yang jelas. Sisanya atau 12 toko online lainnya ada yang
datanya tidak update (informasi terakhir adalah data antara 1 bulan hingga
12 bulan sebelumnya), ada pula yg tidak memiliki informasi kontak secara
jelas, dan fitur ecommerce yang tidak lengkap. Dari 55 toko online tersebut,
17 toko online atau sekitar 30,9% berdiri di tahun 2007, 12 toko online
(21,8%) berdiri di tahun 2006, 10 toko online (18,9%) berdiri tahun 2008
(data hingga Mei 2008,sebagai catatan,
Dipanet<http://dipanet.blogspot.com/>saja dari bulan Juli 2008 hingga
Nopember 2008 telah menghasilkan 32 pemilik
toko online baru). Sedangkan yang lain atau sekitar 16 toko online (29,1%)
berdiri antara rentang tahun 1996-2005. Dari data tersebut, artinya, toko
online di Indonesia baru mulai populer di tahun 2006.
Saya sendiri yakin, di akhir 2008 ini jumlah toko online di Indonesia
meningkat puluhan hingga ratusan persen dari tahun sebelumnya. Faktor
pendukungnya adalah makin banyaknya pengguna internet di Indonesia, dari
hanya sekitar 2 juta di tahun 2000 menjadi 25 juta pengguna pada tahun 2008
(internetworldstats.com,data hingga Juni 2008). Kedua adalah makin mudah dan
murahnya koneksi internet di Indonesia, ketiga makin banyaknya pilihan
engine/mesin toko online yang dapat digunakan dengan gratis, dan keempat
banyak bermunculannya pendidikan dan pelatihan pembuatan toko online dengan
harga sangat terjangkau.
Sayangnya, ketika toko online di Indonesia baru saja bermekaran, krisis
ekonomi atau resesi ekonomi global keburu melanda dunia. Krisis ekonomi ini
menurut sebagian besar ahli ekonomi dunia adalah krisis yang paling
menakutkan bahkan lebih menakutkan dari krisis ekonomi tahun 1997. Mengapa
resesi ekonomi itu begitu menakutkan ? Karena resesi ekonomi ini dapat
menyebabkan produksi industri turun karena mahalnya harga bahan baku, ekspor
dapat merosot tajam, ancaman PHK terlihat jelas, pendapatan rakyat turun,
investasi langsung anjlok, pertumbuhan ekonomi stagnan, harga barang tak
stabil. Hasil survei BPS (Badan Pusat Statistik) terhadap pertumbuhan
ekonomi kuartal III 2008 menunjukkan industri padat karya sudah terkena
dampak pelemahan ekonomi dunia. Industri tekstil dan produk tekstil
merupakan sektor padat karya yang paling terancam (Republika, 18 November
2008).

*Pertanyaannya apakah toko online dan bisnis online lainnya akan terimbas
oleh resesi ekonomi ini ?*
Menurut saya pribadi, secara tidak langsung resesi ekonomi ini akan
berpengaruh terhadap bisnis toko online namun pengaruhnya relatif kecil dan
bahkan sangat kecil. Mengapa bisa seperti itu ?
Karena, pertama, bisnis toko online sangat fleksibel. Kita dapat menjual
apapun di toko online kita tanpa tergantung satu pihak tertentu. Jadi bila
ada salah satu produsen yg memasok barang untuk toko online gulung tikar,
kita masih dapat mencari produsen lain, bahkan kalo perlu kita sendiri yang
menjadi produsen/pemasok barangnya.
Kedua, jangkauan toko online sangat luas, tidak tergantung jarak dan waktu.
Semua belahan dunia dapat dijangkau oleh toko online kita. Jadi, semua
penduduk di dunia adalah calon-calon pelanggan kita. Dengan begitu toko
online kita tidak akan terpengaruh oleh naik turunnya pendapatan penduduk di
suatu daerah.Bila pendapatan rakyat Indonesia turun misalnya (semoga tidak),
kita langsung dapat mencari pelanggan dari luar negeri.
Ketiga, kita dapat mencari pendapatan lain dari iklan/banner yang dipasang
di web kita. Satu iklan/banner bisa kita beri tarif antara 50rb/bulan hingga
500jt/bulan misalnya.
Keempat, usaha mikro kecil menengah (UMKM) telah terbukti tahan akan
goncangan ekonomi. Pada krisis moneter 10 tahun yang lalu, ketika banyak
perusahaan besar bertumbangan usaha-usaha mikro kecil menengahlah dapat
bertahan. Toko online sangat indentik dengan UMKM, baik dari segi permodalan
hingga manajemennya, bedanya hanya medianya saja, yang satu offline yang
satu lagi online. Namun satu hal yang cukup penting adalah belum adanya
lembaga yang mewadahi dan mampu melindungi toko online Indonesia, mungkin ke
depannya kementerian UMKM bisa mengatur regulasi untuk toko online
Indonesia. Untuk komunitas toko/bisnis online sendiri baru saja telah
berdiri perkumpulan online (milis) OnlineUKM ([EMAIL PROTECTED])
dan insya Allah dalam waktu dekat kami akan meluncurkan mall online pertama
di Indonesia yang diharapkan dapat menumbuhkan bisnis online di Indonesia.
Oleh karenanya, bagi yang telah punya toko online dan akan punya toko
online, tidak usah khawatir akan resesi ekonomi global ini. Insya Allah bila
bisnis yang kita jalankan sesuai syariat, bisnis kita akan dimudahkan dan
makin sukses dalam berbisnis. Untuk itulah bila toko online kita masih
mengandung hal yang bukan syariat, misalnya aja hal yg tidak jarang saya
temukan: memakai template bajakan,alangkah baiknya bila kita tidak
menggunakan template bajakan itu lagi. Mending buat sendiri atau beli
daripada bisnis online kita tidak barokah...
Sekian..
Terima kasih....
Wassalamu'alaikum wr.wb.
-- 
Kurniawan Subiantoro
(kangWawan)
VP Dipa Mitra Cyber
Trainer Dipa Internet Academy (Dipanet <http://dipanet.blogspot.com/>)

Belajar Toko Online Pasti Bisa atau Gratiss
Belajar Internet Pasti Bisa atau Gratiss
Buat Website Pasti Puas atau Gratiss
http://dipaweb.com

Kirim email ke