artikel lama tp inspiring....
Senin, 17 Maret 2008
var sburl3139 = window.location.href; var sbtitle3139 = document.title;
var sbtitle3139=encodeURIComponent("“Hadits Nabi di Jalanan Austria”"); var
sburl3139=decodeURI("http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6539");
sburl3139=sburl3139.replace(/amp;/g,
"");sburl3139=encodeURIComponent(sburl3139);
Jika ada bunyi hadits bertaburan di tembok pondok pesantren mungkin sudah
wajar. Tapi di Austria, banyak bunyi hadits mudah di dapat di kereta atau papan
reklame
Hidayatullah.com--"Tidak termasuk golonganku, mereka yang tidur nyenyak
sementara tetangganya dalam keadaan lapar sedangkan ia mengetahuinya.” Itulah
bunyi salah satu Hadits Nabi yang sudah cukup masyhur dan seringkali kita
dengar. Di Austria, pesan Rasulullah SAW berisi deretan kalimat penuh makna
kasih sayang antar sesama itu kini bahkan terpajang di jalan-jalan raya di 12
kota yang ada di sana. Itulah gebrakan terkini Muslim Austria pasca Ramadhan.
Sebagaimana dilaporkan islamonline, Hadits itu disebar dalam berbagai bentuk
seperti iklan elektronik, billboard bergerak, papan reklame, pamplet hingga
dalam bentuk neon box. Tak ketinggalan, Hadits tersebut juga bisa didapati di
sepuluh stasiun kereta api bawah tanah yang ada di Wina –ibukota Austria..
Ini merupakan kampanye bagian kedua Muslim Austria untuk mengenalkan Islam
melalui Hadits-Hadits Nabi Muhammad terutama yang berkaitan dengan hal-hal
kemanusiaan kepada warga Austria, Muslim maupun non Muslim.
Syeikh Mohamed Turhan, Ketua Federasi Islam Austria, menyebut dana kampanye
sebagian besar berasal dari donatur Muslim dan juga dari tabungan Ramadhan yang
baru lalu.
"Kami memutuskan untuk melakukan dakwah semacam itu selepas menerima tanggapan
positif warga Austria. Mereka mengaku terkesan dengan kampanye tahap pertama
tahun 2006 silam. Respon itu dikirim dalam bentuk surat yang terhitung
jumlahnya, ada juga melalui email, dan per telepon," ujar Turhan.
Tahun lalu Muslim Austria menyebar ratusan pamplet berisi hasir berbunyi:
“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” Saat itu
sponsor utamanya adalah media lokal dan asing yang ada di Eropa.
Dakwah itu mendapat apresiasi kalangan non Muslim Austria. "Di tengah-tengah
situasi dunia yang dipenuhi paham materialistik, rasanya kampanye ini sangat
tepat sebagai upaya saling mengulurkan tangan membantu yang lemah," ujar
Katherina Ladstaetter, seorang pelajar kepada IslamOnline.
Katherina berharap kalimat indah tersebut dibarengi aksi nyata yang dapat
merubah wajah dunia. Ia yakin Hadits dan pesan-pesan moral lainnya akan
memperbaiki imej buruk –terutama oleh media asing- yang selalu yang
menjelek-jelekkan Islam. Kalangan akademisi memberikan pendapat senada.
Minoritas Muslim di banyak negara Barat kini memang memperbanyak upaya
mengampanyekan pesan-pesan Rasullullah, utamanya setelah kasus karikatur yang
melecehkan Nabi Muhammad yang dimuat di media Denmark tahun lalu.
Populasi umat Islam di Austria diperkirakan mencapai 400.000 orang atau
mendekati 4 persen dari 8 juta penduduknya. Islam sendiri telah diakui sebagai
agama negara sejak 1912 dan kini menjadi agama dengan penganut terbesar kedua
setelah Katolik.
Di sana agama Islam pun telah masuk salah satu mata pelajaran wajib di sekolah
dasar dan menengah. Tiap tahun kebutuhan akan guru agama Islam di Austria
semakin meningkat. Oleh karena itu untuk pengadaan tenaga pendidik, terutama di
sekolah menengah, maka kini di Universitas Wina juga telah dibuka program
magister Pendidikan Agama Islam. Program S2 tersebut khusus diperuntukkan bagi
warga Muslim di negara itu yang nantinya akan ditempatkan di sekolah-sekolah
menengah yang ada disana.Pada hari-hari besar Islam warga Muslim di Austria
juga memperoleh masa libur. Idul Adha mendapat prioritas dengan masa libur
selama empat hari, sementara Idul Fitri tiga hari. Karena itu pengamat menyebut
integrasi Muslim di Austria bisa menjadi model sukses bagi negara Eropa
lainnya. Begitulah. [Zulkarnain Jalil/iol/www.hidayatullah.com]