*NLP Approach to Teaching and Learning (Part 3)*

*Read More*? http://indonesianlpsociety.org

*Join the Community*? [EMAIL PROTECTED]

*Upcoming Event*? *NLP for Teachers, 13-14 Desember 2008*



Setelah pada 2 tulisan sebelumnya kita membahas konsep, maka pada tulisan
kali ini saya akan mengajak Anda untuk mulai melakukan praktik latihan
sederhana.

Pikirkan sebuah situasi ketika Anda merasa begitu mudah dalam mempelajari
sesuatu.

Bagus.

Sekarang, apa yang Anda lihat? Adakah ia seperti sebuah film yang bergerak
atau foto yang diam? Adakah ia berbingkai atau panoramik (tanpa bingkai)?
Adakah ia berwarna atau hitam-putih? Adakah ia fokus atau blur?

Nah, bagaimana dengan suara yang Anda dengar? Seberapa keras ia terdengar?
Adakah ia musik, kata-kata, atau keduanya? Adakah ia stereo atau mono?
Berjeda atau terus-menerus?

Sembari Anda melihat dan mendengar pengalaman itu, apakah yang Anda rasakan?
Di bagian manakah perasaan itu Anda rasakan di tubuh Anda? Seberapa besar
intensitas perasaannya antara 1-10 (1 paling ringan, 10 paling tinggi)?
Biasanya, sebuah perasaan memiliki arah atau putaran tertentu. Kemana kah
arah perasaan ini di tubuh Anda? Adakah ia berputar ke dalam atau ke luar?

OK, omong-omong, Anda sudah sarapan pagi ini? Setelah sarapan itu, apa yang
Anda rencanakan untuk makan siang atau malam nanti?

Nah, mari kita lanjutkan dengan latihan kedua. Pikirkan sebuah situasi
ketika Anda merasa begitu sulit dalam mempelajari sesuatu.

Bagus.

Sekarang, sama seperti yang Anda lakukan sebelumnya, apa yang Anda lihat?
Adakah ia seperti sebuah film yang bergerak atau foto yang diam? Adakah ia
berbingkai atau panoramik (tanpa bingkai)? Adakah ia berwarna atau
hitam-putih? Adakah ia fokus atau blur?

Nah, bagaimana dengan suara yang Anda dengar? Seberapa keras ia terdengar?
Adakah ia musik, kata-kata, atau keduanya? Adakah ia stereo atau mono?
Berjeda atau terus-menerus?

Sembari Anda melihat dan mendengar pengalaman itu, apakah yang Anda rasakan?
Di bagian manakah perasaan itu Anda rasakan di tubuh Anda? Seberapa besar
intensitas perasaannya antara 1-10 (1 paling ringan, 10 paling tinggi)?
Biasanya, sebuah perasaan memiliki arah atau putaran tertentu. Kemana kah
arah perasaan ini di tubuh Anda? Adakah ia berputar ke dalam atau ke luar?

OK, bagaimana dengan besok pagi, apa sarapan yang Anda rencanakan?

Nah, sembari Anda mengamati kembali kedua pengalaman *itu*, apa saja
perbedaan yang Anda temukan? Apa perbedaan di antara 2 gambar yang Anda
lihat? Bagaimana dengan suaranya? Apa pula perbedaan perasaan yang Anda
rasakan?

Dalam NLP, gambaran, suara, dan perasaan yang Anda lihat, dengar, dan
rasakan ketika Anda membangkitkan sebuah pengalaman disebut dengan *state*.
Mudahnya, *state* adalah kondisi pikiran dan perasaan Anda dalam satu waktu
tertentu. Uniknya, *state *inilah yang menentukan perilaku yang akan kita
munculkan.

Loh, kok?

Ya. Cobalah Anda ingat pikiran-perasaan Anda ketika sedang kesal? Dalam
kondisi yang masih seperti itu, apa perilaku yang Anda munculkan? Bagaimana
Anda merespon orang lain yang datang membawa sebuah "masalah" kepada Anda?
Bagaimana pula Anda merespon orang yang membawa berita "gembira" kepada
Anda?

Bandingkan dengan ketika Anda sedang berada dalam kondisi pikiran-perasaan
yang amat bahagia. Dalam kondisi seperti itu, bagaimana perilaku Anda
terhadap orang lain? Apa yang Anda lakukan ketika seseorang menyerobot
antrian Anda?

Aha, Anda dapat menemukan bedanya? Bagus sekali!

Demikianlah, *state* adalah filter sekaligus energi penggerak yang
menentukan perilaku yang kita munculkan.

Lalu, apa hubungan bahasan ini dengan proses belajar-mengajar?

Amat sangat berhubungan, sebab dalam NLP, yang dinamakan dengan "mudah" dan
"sulit" dalam belajar adalah soal apakah kita berada dalam *state* yang
tepat untuk mempelajari sesuatu. Anda tentu sepakat kalau mempelajari
matematika membutuhkan *state* yang berbeda dengan mempelajari musik, bukan?
Mereka yang kesulitan dalam belajar, bisa jadi disebabkan oleh *state* yang
tidak sesuai dengan materi yang akan dipelajarinya.

Bagaimana dengan mengajar?

Persis sama. Bukankah ketika Anda mengajar, maka Anda juga belajar? Dan,
keduanya membutuhkan *state* yang berbeda pula, tergantung pada materi dan
situasi kelasnya.

Nah, bagaimana persisnya kita bisa memunculkan *state* yang tepat untuk
setiap proses belajar-mengajar?

Nantikan di artikel berikutnya, OK!

Namun jika Anda penasaran untuk merasakan langsung cara melakukannya,
mengapa tidak bergabung dengan kelas yang membahasnya? Silakan klik DI
SINI<http://indonesianlpsociety.org/>untuk informasi registrasinya.


-- 
Salam Street Smart NLP!

Teddi Prasetya Yuliawan
Indonesia NLP Society <http://indonesianlpsociety.org>

Kirim email ke