Motivasi
Berada dalam lingkungan orang orang yang suka belajar dan peduli untuk
mengembangkan potensi diri selalu saja memberikan pengalaman yang
menarik, karena banyak sekali hal positif yang bisa dipelajari.

Ada seorang teman sejak SMP saya yang bernama Andra, dan Andra ini dari
dulu sudah suka sekali dengan hal hal yang berhubungan dengan motivasi,
Andra banyak sekali membaca buku buku tentang motivasi dan bahkan Andra
sering mengunjungi seminar seminar motivasi.

Pada suatu hari saya terlibat dalam sebuah pembicaraan yang menarik
dengan Andra, Andra mengeluh kenapa selama ini susah sekali
mempertahankan kondisi termotivasi dalam jangka waktu lama, terutama
ketika Andra harus mengerjakan tugas yang membutuhkan konsistensi dan
ketekunan dalam jangka waktu yang lama.

Memang benar selama ini buku dan seminar motivasi memberikan Andra
semangat yang menggebu gebu pada awalnya, namun kondisi ini hanya
bertahan beberapa minggu bahkan kadang hanya hari saja, dan untuk
mengatasi rasa malas & bosan yang mulai muncul, biasanya Andra harus
mengikuti lagi seminar motivasi yang berikutnya… dan berikutnya…
dan berikutnya...!!!

Apakah Anda juga memiliki pengalaman yang sama? Mungkin saja saat ini
Anda akan berkata dalam hati, itu dia kendala yang juga sering saya
hadapi, kenapa ya kok bisa seperti ini? Dan adakah cara untuk
mengatasinya?

Kebiasaan (Habits)
Setelah saya renungkan, ternyata kendalanya adalah sebagai berikut. Sama
seperti kebanyakan orang, selama ini Andra terlalu fokus kepada
motivasi, sehingga mengabaikan faktor yang menurut saya lebih penting,
yaitu memunculkan sebuah kebiasaan dalam melakukan sesuatu.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya orang orang yang terlalu bergantung
pada motivasi untuk mencapai tujuannya, tanpa mau keluar dari zona
nyamannya dan tanpa mau mengubah pola hidup, pola kerja dan kebiasaan
kebiasaan lama mereka yang sudah tidak efektif lagi.

Andra memang membutuhkan motivasi untuk membuat Anda lebih mudah memulai
sesuatu (take action), tapi kebiasaanlah yang akan membuat anda tetap
mengerjakannya meskipun motivasi anda sudah mulai menurun atau hilang
sama sekali.

Mungkin beberapa diantara anda akan berpikir "Masa? kok
bisa…?". Saya bisa menjawab anda dengan pertanyaan yang
sederhana, coba dipikirkan, apakah anda butuh motivasi ketika anda mau
makan? Apakah anda harus diberi motivasi untuk mandi, gosok gigi,
berpakaian dan kebiasaan kebiasaan rutin lainya? Tidak usah bukan? dan
anda tetap melakukannya setiap hari, hari ini… besok… lusa…
dan seterusnya…. dan seterusnya…  bahkan sampai seumur
hidup… dan anda melakukannya secara suka rela. Kenapa…? Karena
semuanya anda lakukan secara otomatis tanpa dipikirkan lagi, dan itulah
kekuatan "Kebiasaan".

Contoh lain… yang namanya kebiasaan itu sayang sekali bisa juga
berupa kebiasaan kebiasaan negatif, seperti merokok, menggigit kuku,
makan berlebihan, suka mencuri dll. Dan saya yakin anda pasti setuju
bahwa orang orang yang memiliki kebiasaan seperti ini tidak butuh
dimotivasi untuk terus melakukannya bukan?

Motivasi itu memang penting dan bisa diibaratkan sebuah perahu yang bisa
anda gunakan untuk menyeberangi sungai dengan cepat dan nyaman (meskipun
ada cara lain seperti berenang, memanjat pohon dll), dan begitu anda
sudah sampai diseberang, yang anda butuhkan bukan perahu lagi, melainkan
sebuah jalur (path) atau kebiasaan yang akan membantu anda meneruskan
perjalanan panjang anda dengan berhasil, dan anda tidak akan kemana mana
jika anda tetap menggunakan dan berada dalam perahu tadi.

Jadi memunculkan kebiasaan baru yang positif dan yang bisa mendukung
anda dalam mengerjakan sebuah pekerjaan itu sangat penting. Karena
begitu motivasi mulai menurun, kebiasaanlah yang menentukan, karena
hanya kebiasaanlah yang akan membuat anda tetap konsisten untuk
mengerjakan tugas dan pekerjaan anda.

Action Tips
Berikut ini ada beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk menerapkan
ide diatas untuk :
1. Memutuskan untuk mengambil tanggung jawab penuh atas hidup anda,
andalah satu satunya orang yang bertanggung jawab atas sukses anda,
bukan lingkungan anda, bukan seorang motivator atau siapapun.

2. Lakukan perencanaan yang detil secara rutin untuk menentukan arah dan
tujuan hidup anda.

3. Untuk mencapai sebuah sasaran/goal, anda bisa gunakan motivasi untuk
mempermudah anda take action, tapi yang lebih penting, selalu tanyakan
pada diri anda, untuk mencapai goal tersebut, kebiasaan baru apa yang
harus saya munculkan? Dan kebiasaan lama apakah yang harus saya
hilangkan? Jadi ubahlah kebiasaan bekerja anda dan bahkan jika perlu,
ubahlah kebiasaan hidup anda untuk disesuaikan dengan sasaran atau goal
anda.


4. Ketika memunculkan kebiasaan baru, nikmatilah kebiasaan tersebut
dengan fokus dan mencari hal hal yang anda sukai dari kebiasaan
tersebut.

5. Sesudah anda memutuskan untuk melakukan sesuatu, tentukan batas
waktunya dan lakukan saja tanpa dipikir lagi, Just Do It!!!. Analisa itu
hanya anda butuhkan pada saat membuat rencana, ketika masalah muncul dan
pada saat evaluasi.


6. Ketika anda mengerjakan sesuatu, berandai andai dan lakukan dengan
cara seolah olah kegiatan tersebut adalah sebuah kebiasaan yang sudah
lama anda lakukan. Lama kelamaan itu akan membentuk sebuah kebiasaan
otomatis dengan cepat.

7. Kebiasaan itu muncul pada level pikiran bawah sadar, jadi anda bisa
memprogram dan menanamkan sebuah kebiasaan baru dengan cepat dengan
teknik Self Hypnosis SHINE yang saya kembangkan.


Oleh:
Dipl. –Betr. Psych. Awie Suwandi MCH.
Hypnosis-Life Coach & Hypnotherapist.

=============================
Artikel menarik lain bisa anda baca di:
www.AwieSuwandi.com
=============================






Kirim email ke