Rahasia #22 : Belajar dari MJ dalam menghargai orang lain



Kali ini kita belajar dari MJ tentang cara menghargai
orang lain. Menghargai orang lain memang terkesan gampang untuk praktekkan.
Namun menjadi sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan, manakala seseorang
sudah mencapai kesuksesan, seseorang yang sudah berada di puncak tangga
keberhasilannya. Biasanya mereka merasa lebih tinggi, menganggap dirinya pantas
untuk dilayani dan yang seharusnya dihargai. MJ tidak melihat dengan cara
seperti itu, dia tetap rendah hati dan hormat serta menghargai siapa pun juga
Berikut cuplikan kisahnya:



Murid yang
berbudi

Sebagai seorang maha bintang, MJ tidak pernah merasa
lebih hebat dari pelatihnya. Cerita yang sering terdengar adalah cerita tentang
boikot pemain tim terhadap pelatih, MJ malah membela Phil Jackson saat 
Management
Chicago Bulls akan mengakhiri kontrak pelatihnya tersebut. Dia memang tahu
betul bahwa enam cincin kejuaraan yang diperolehnya, bukanlah hasil kerjanya
sendiri, betapapun hebatnya MJ. MJ menyadari bahwa Phil Jackson adalah gurunya,
orang yang layak dia hormati, sehingga tak pernah kita mendengar dia bertengkar
dengan pelatihnya itu. Itulah wujud apresiasinya kepada orang lain, kepada
guru, kepada orang yang bersama-sama meraih keberhasilan. Itulah rasa
solidaritasnya dan itulah yang membuat semua orang menghormati MJ.



Menghargai para
penggemar

Tidak hanya sempurna di lapangan, MJ pun sangat sabar
melayani penggemar dan wartawan. MJ terutama sangat dekat dengan anak-anak.
Terdorong semangat melayani masyarakat pula, MJ selalu ingin tampil sempurna di
depan umum. Itulah alasan MJ tampil seratus persen necis saat keluar dari ruang
loker, lengkap dengan setelah jas dan parfum yang wangi. Tak akan ada orang
yang melihat MJ berpenampilan buruk walaupun hanya sebentar dia terlihat
publik. Misalnya saat keluar dari ruang loker ke mobil. MJ merasa dirinya milik
umum. Menurut pengakuan MJ, satu-satunya tempat dia merasakan privasi adalah
toilet. Pada saat itulah MJ merasa sebagai dirinya sendiri, sebagai Michael
Jordan.



Menghargai
peranan keluarga

Kalau dirunut, keberhasilan MJ banyak berkaitan dengan
latar belakang keluarganya. Hubungannya dengan ayah-ibunya sangat baik.
Demikian juga dengan saudara-saudaranya. Sewaktu ayahnya terbunuh pada sebuah
perampokan (seperti tertulis di serial sebelumnya, mobil James Jordan di bajak
di North Carolina), dia begitu sedih. Bahkan beberapa lama setelah itu, MJ
memutuskan mengundurkan diri yang pertama. Tentu hal itu karena MJ memiliki
pertalian emosi bahwa keberhasilan yang diperolehnya juga atas dukungan
ayahnya, dukungan keluarganya.



Mungkin kedekatannya itu juga yang membuat MJ berusaha
menciptakan hubungan yang dekat dengan anak-anaknya. Kedekatan ini pulalah yang
menjadi dorongan baginya untuk memberikan keteladanan kepada mereka,
sebagaimana dia mendapatkannya dari sang ayah.



Bahkan MJ masih memperlakukan pelatihnya di universitas,
Dean Smith, dengan rasa hormat yang sama sekali tak pernah berkurang. Dua puluh
tahun setelah Roy Williams merekrutnya pertama kali di North Caroline, MJ masih
memanggil Williams ”Pelatih”. 



* Ingin mendapatkan serial tulisan Michael Jordan
sebelumnya, silahkan klik www.best-camp.com




Salam Excellent,

Markus Tan



>
Licensed Practitioner of NLP

> Master
Trainer Best Camp

>
Founder Life Management Institute

> www.best-camp.com – Melejitkan prestasi siswa di sekolah

> Email: [EMAIL PROTECTED] 

> Misi: Dare cum amore et compassione – memberi dengan cinta &
ketulusan hati



      

Kirim email ke