Rahasia #23 : Belajar dari Michael Jordan tentang Karakter (HABIS)



Sampai sejauh ini, anda pasti sudah cukup mengenal
kehidupan dan kepribadian sang bintang, Michael Jordan. Memang sejauh ini saya,
banyak cerita hal positip tentang pribadi MJ. Namun perlu juga saya sampaikan,
bahwa MJ bukan berarti tidak punya kekurangan atau bahwa dia tidak pernah
gagal. Saya juga tidak mengatakan semua perbuatannya harus ditiru, atau
pribadinya dijunjung seperti seorang pahlawan. Sejak awal tulisan, saya ingin
berbagi kisah MJ, agar rekan-rekan bisa mengambil sesuatu yang terbaik dalam
diri MJ. Lepas dari segala kekurangan dan kegagalan MJ di dalam karirnya, MJ
saya anggap pantas mendapatkan reputasinya seperti saat ini.



Ada beberapa nilai yang bisa kita petik dari pribadi MJ: beberapa
karakter yang cukup menonjol dalam pribadi MJ. Seperti : kejujuran. MJ
memperoleh watak ini dari bimbingan ayahnya James Jordan.  Juga integritas, 
kematangan pribadi, menjadi
diri sendiri.



Ayah MJ memiliki temperamen yg sama dengan MJ. Inilah
salah satu penuturan ayah MJ, James Jordan, ”Saya berkonsentrasi untuk
mengajarkan nilai-nilai yang dibutuhkan anak untuk menjadi mandiri. Michael
adalah pembelajar yang baik. Kami mengajarinya agar dia menjadi diri sendiri.
Agar dia selalu menyukai orang lain. Agar dia jangan pernah meninggikan diri
diatas orang lain. Tetapi jangan pernah juga merendahkan diri dihadapan orang
lain. Agar dia selalu memperlakukan orang dengan adil.”



Sifat ini nampak sekali dalam diri MJ. Sehingga MJ tidak
terpengaruh oleh anggapan orang lain. MJ berprinsip, bahwa dia bebas melakukan
apa saja, tanpa perlu takut dengan anggapan orang lain. Itu karena MJ memang
ingin menjadi dirinya sendiri.



Karakter lain yang dimilikinya yaitu: disiplin diri yang
tinggi, kesabaran, semangat juang, pantang menyerah, kerendahan hati, belas
kasih.



Flashback
Kehidupan MJ

Di dunia olahraga, warisan Michael Jordan begitu besar,
sampai melampaui batas2 konteks olahraga. MJ telah mengubah sikap banyak atlet
modern. Dia ingin punya pengaruh positif terhadap pemain masa kini & akan
datang. Namun dia mengkhawatirkan dominansi uang terhadap olahraga. Dia akui
bahwa uang memang merupakan bagian darinya, tapi dia tidak pernah
memperkenankan uang mendikte gaya bermainnya. Dia lebih suka dikenang karena
cara bermainnya, bukan karena iklan yang dibawakannya.



Kompetisi
bola basket NBA memiliki daya tarik begitu kuat, bagi penggemar basket dunia.
Tak heran, dalam dua musim kompetisi terakhir setelah pengunduran diri MJ,
pemain sekaliber Shaquille O’Neal, Kobe Bryant, Vince Carter, Tim Duncan  atau 
Allen Iverson, langsung mendominasi
“kebintangan” di planet NBA. Bisa jadi, percepatan kematangan para bintang
(muda) NBA tersebut, akibat mundurnya sang megabintang Michael “Air” Jordan,
setelah usai menjuarai NBA ke-6 kalinya bersama Chicago Bulls, tahun 1998.



Kontrak Iklan dengan NIKE yang
melegenda

MJ banyak menjadi bintang iklan seperti : Gatorade,
parfum, makanan, minuman ringan, pakaian, duta UNICEF dll. Salah satu kontrak
iklan Michael Jordan yang menghebohkan adalah sepatu Nike. Heboh sepatu
(khususnya basket) sekarang ini bermula dari MJ dan Nike. Ketika keduanya 
bergabung pada 1984
lalu, industri sneaker resmi berubah. Berkat rintisan MJ dan Nike itu, para
bintang NBA sekarang (menular ke sepak bola dan cabang lain) mendapatkan
kontrak besar untuk memakai merek sepatu bergengsi



Cerita awalnya dimulai di tahun 1984, Nike memang belum dikenal. Mereka sudah
berdiri 12 tahun. Produk andalan mereka adalah Air Force 1. Tapi, masih kalah
populer dibanding merek lain. Saat itu, Converse sudah mendominasi NBA selama
38 tahun. Dari lima
pemain First Team 1983-1985, empat di antaranya memakai Converse. Mereka adalah 
Larry Bird, Magic
Johnson, Isiah Thomas, dan Bernard King. Satunya lagi, Kareem Abdul-Jabbar,
memakai Adidas.



Nike pun menginginkan perubahan strategi. Mereka ingin
fokus ke satu pemain yang benar-benar dahsyat. Dan yang terpilih nama Michael
Jordan. Cukup mengejutkan. Sebab, MJ belum masuk NBA, masih menjalani tahun
keduanya di University of North Carolina.



Selama di North Carolina, MJ nyaman memakai Converse. Namun, dalam hati, MJ
ingin memakai Adidas, merek yang dia pakai selama SMA. Nike menyodorkan kontrak
senilai USD 2,5 juta, hampir sama dengan kontrak tahun pertamanya di NBA. MJ
belum menerima begitu saja. Kalau Adidas mau menyamai kontrak tsb, MJ memilih
Adidas. Dasar takdir, Adidas menolak. MJ pun pakai Nike, dan sejarah pun
bergulir.



Sebenarnya, pada musim 1984-1985 itu, tak banyak yang menyangka bahwa MJ bakal
menjadi pemain terbaik dalam sejarah. MJ memakai Nike Air Jordan 1. Orang pun
heboh. Ditambah performa MJ yang spektakuler, sepatu itu pun laris supermanis.
Kabarnya, penjualan edisi perdana itu mencapai USD 100 juta.



Sejak saat itu, setiap tahun, Air Jordan baru rutin keluar. Hampir setiap tahun
ada inovasi baru. Nike bahkan mendirikan merek sendiri (Jordan Brand),
menjadikan merek itu sebagai merek premium (kelas atas). Dan April 2008, edisi
ke-23 (XX3) beredar, nomor 23 sesuai dengan nomor kostum MJ. Meski MJ pensiun
sejak 2003, sepatu itu tetap menjadi pilihan nomor satu dan paling banyak
dicari oleh para kolektor dan penggemar basket sampai sekarang.



Saat saya menutup tulisan ini,
apa yang dilakukan MJ saat ini ya?

Saat ini
Michael Jordan sedang membangun klub NBA yang dibelinya, yaitu Charlotte
Bobcats. Larry Brown dan MJ yang pernah sama-sama memperkuat Universitas North
Carolina, mengikat kesepakatan pada bulan April 2008. Sesuai kontrak, Larry
bersedia menjadi pelatih Bobcats selama empat tahun ke depan. Ketertarikannya
kembali melatih klub NBA menurut Larry murni karena faktor MJ. 



Saat ini, MJ juga sedang
membangun sebuah resorts kondominium hotel seharga US$ 600 juta di Las Vegas. 
Dan
sekarang dalam tahap penyelesaian. 



Pada tahun 2008 ini, EA Sports mengkaji kembali ranking
50 pemain basket terbaik di dunia. Dari daftar yang telah disusun, nama Michael
Jordan nangkring di urutan pertama. Setelah itu baru Kevin Durant, Earvin
Johnson, Clyde Drexler, Larry Bird, Steve Nash dll. 



MJ sudah pensiun dari NBA, namun MJ masih terus mengejar
impian-impiannya. Sejauh mana anda saat ini mengejar impian-impian anda? Kita
semua memiliki sebagian sosok ’Michael Jordan’ yang tertidur di dalam diri
kita. Yang harus kita lakukan adalah melepaskan ’beban’ yang menghalangi jalan
kita. Membebaskan ikatan yang membelenggu langkah kita atau yang menahan kita
untuk dapat menjadi diri kita yang sesungguhnya, diri kita yang ingin memiliki
’Semangat Magis’ seperti semangat Michael Jordan.



Selesailah sudah tugas saya berbagi kisah Keberhasilan
Michael Jordan. Terima kasih kepada Anda semua yang telah setia mengikuti kisah
MJ ini. Harapan tertinggi saya tulisan ini bermanfaat dan memberi inspirasi
bagi Anda semua.  



(Dalam waktu
dekat saya akan menerbitkan Ebook 23 Rahasia Keberhasilan MJ. Saat ini masih
dalam proses revisi, agar lebih ringkas dan menarik untuk diikuti. Komentar dan 
masukan dari para pembaca, dengan senang
kami kami tunggu.)



* Ingin mendapatkan serial tulisan Michael Jordan
sebelumnya, silahkan klik www.best-camp.com
(Menu Artikel, Kisah Michael Jordan)



Salam Excellent,

Markus Tan



>
Licensed Practitioner of NLP

> Master
Trainer Best Camp

>
Founder Life Management Institute

> www.best-camp.com – Melejitkan prestasi siswa di sekolah

> Email: [EMAIL PROTECTED] 

> Misi: Dare cum amore et compassione – memberi dengan cinta &
ketulusan hati



      

Kirim email ke