Proses Selling
Menjual tidak hanya terbatas pada proses menawarkan sebuah produk 
atau jasa saja, melainkan termasuk juga terampil berkomunikasi dengan 
efektif dan mampu mempengaruhi orang lain sehingga mereka bersedia 
menerima ide pemikiran kita dan dengan sukarela melakukan apa yang 
kita sarankan.

Dalam hidup sehari hari, kita selalu terlibat dalam proses selling 
tanpa bisa dihindari, misalnya ketika seorang ibu menyuruh anaknya 
untuk mandi, makan dan mengerjakan PR sekolah, secara tidak langsung 
sang ibu sudah menjual sebuah saran supaya sang anak setuju untuk 
pergi mandi, makan dan mengerjakan PR nya, atau ketika anda mengajak 
teman teman untuk clubbing di café kesukaan anda, anda sudah menjual 
kepada teman anda, yaitu ide dan keinginan anda untuk clubbing di 
café tersebut.

Bahkan ketika anda ditawarkan sebuah produk dan menolak untuk 
membeli, anda juga sudah menjual, yaitu anda menjual alasan kenapa 
anda tidak mau membelinya.

Dalam proses selling, setiap orang memiliki strategi yang berbeda 
sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental masing 
masing.

Strategi Menjual
Kalau dilihat dari pendekatannya, strategi atau gaya menjual yang 
biasa kita temukan bisa dikategorikan sebagai berikut:
1. Gaya Mengemis dan Memohon Belas Kasihan, strategi ini sangat tidak 
efektif karena kita sama sekali tidak memiliki kendali dan hanya 
menggantungkan keberuntungan kita pada belas kasihan prospek. 
Biasanya cara ini digunakan oleh anak2 ketika meminta sesuatu pada 
orang tuanya, tapi dalam praktek sehari hari kita masih juga 
menemukan cara tersebut pada orang dewasa dan pada sales tertentu, 
pendekatan dengan gaya ini bisa kita kenali dari gayanya yang khas 
seperti "tolonglah pak/bu, ini kan sudah mau tutup bulan dan target 
saya masih belum tercapai…", atau "tolong dibantu… saya kan memiliki 
3 orang anak yang harus saya nafkahi…" dsb… dsb…

2. Gaya Maksa, strategi ini sering anda jumpai pada direct selling, 
dimana para sales ngotot dan memaksa meskipun sang prospek sudah 
menjelaskan tidak ada kebutuhan dan tidak tertarik untuk membeli, 
meski relatif lebih baik daripada yang no 1, tetap saja strategi ini 
kurang efektif, justru kebanyakan prospek akan kapok dan trauma 
karena cara pendekatan yang maksa ini, dan cara inilah juga yang 
memunculkan persepsi negatif terhadap profesi sebagai sales, sehingga 
banyak sales yang menjadi kurang pede dan menyebut dirinya dengan 
sebutan "tenaga marketing", bukan sales.

3. Memberi Perintah, meski lebih efektif dari 2 gaya sebelumnya, 
tetap saja pendekatan ini tidak fleksibel, karena untuk memberikan 
instruksi atau perintah, kita membutuhkan otoritas, kekuasaan, pesona 
dan karisma, dan begitu kita berada diluar daerah kekuasaan kita, 
pendekatan tersebut sudah sulit untuk diterapkan.

4. Melakukan Negosiasi, syarat untuk bisa melakukan negosiasi adalah 
anda harus memiliki posisi tawar yang minimal seimbang dengan 
prospek, dan biasanya dalam negosiasi ada beberapa hal penting yang 
harus anda korbankan, "Jika anda memberi ini… maka saya akan 
memberikan itu.. dan itu… dan itu…"

5. Pendekatan Persuasif, yaitu strategi membujuk dan mempengaruhi 
dengan menggunakan pengetahuan tentang psikologi dan perilaku 
manusia, dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya, pendekatan ini 
jauh lebih fleksibel dan bisa digunakan kapan saja meskipun posisi 
tawar kita lemah.

6. Pendekatan dengan HypnoPersuasion, karena hypnosis adalah sebuah 
seni berkomunikasi dengan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar, maka 
sekarang metoda hypnosis juga digunakan dalam proses selling dengan 
hasil yang terkadang menakjubkan.

Dalam pendekatan ini seorang sales sudah menguasai metoda 
HypnoPersuasion ini mampu mengontrol suasana hati dan pikiran 
prospek, mengontrol arah pembicaraan, memunculkan kebutuhan & 
keinginan membeli pada level bawah sadar prospek sehingga mampu 
meminimalkan keberatan, karena prospek akan merasa ide dan keputusan 
membeli tersebut berasal dari dirinya sendiri.

Berdasarkan gaya pendekatan diatas, anda termasuk tipe yang mana?

Action Tips:
Berikut ini tips yang bisa anda lakukan untuk menerapkan konsep 
diatas dalam hidup sehari hari:
1. Sadar bahwa ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, secara 
tidak langsung kita sudah terlibat dalam proses menjual, apakah itu 
mengutarakan sebuah ide atau pendapat, memberikan saran maupun 
mengungkapkan keinginan & harapan kita.

2. Seandainya profesi anda adalah sebagai seorang Sales, anda boleh 
berbangga hati, karena sebagus apapun produk yang dihasilkan, sebuah 
perusahaan tidak bisa jalan dan bekembang tanpa kontribusi dari para 
sales. Disamping peran penting sales dalam distribusi sebuah produk, 
sales juga berjasa dalam mengedukasi dan memberikan informasi up to 
date tentang perkembangan terbaru dalam sebuah bidang industri 
tertentu, jadi bisa dikatakan bahwa para customer tergantung dan 
belajar secara tidak langsung dari sales (karena keterbatasan waktu 
untuk mencari informasi baru), tidak terkecuali apakah customernya 
seorang dokter, insiyur atau pemilik sebuah perusahaan.

3. Analisa strategi menjual yang biasa anda gunakan, apakah efektif 
dan sudah optimal? Adakah yang harus diubah? Apa yang paling pintar 
anda lakuka? Dan apa yang harus anda pelajari?

4. Tingkatkan keterampilan berkomunikasi anda dengan belajar metoda 
berkomunikasi yang efektif dan persuasif, dan metoda HypnoPersuasion 
bisa memberikan alternatif yang menarik dan mudah dipelajari dengan 
cepat.

Semoga bermanfaat.

Sukses Tanpa Batas…!!!

Dipl. -Betr. Psych. Awie Suwandi MCH.
Hyposis Life Coach & Hypnotherapist
www.AwieSuwandi.com


Kirim email ke