* Ini adalah kelanjutan dari Artikel #1: "10 Langkah Membantu anak meraih 
prestasi di sekolah"

















































































Langkah #1: Keyakinan Yang Tinggi & Pola Pikir
Pemenang.

Bisakah Pelajar Bodoh menjadi Seorang Jenius?
Mungkin
menurut anda judul ini terkesan dilebih-lebihkan. Apa mungkin anak yang bodoh
bisa jadi jenius? Itu mustahil dech! 

Memang di
lingkungan kita selama ini, mengajarkan kalau yang namanya pelajar bodoh ya
tetap bodoh. Kalau dia mau belajar lebih, mungkin bisa mengejar pelajaran yang
tertinggal. Tapi untuk jadi anak jenius nanti dulu. Itu tidak mudah. Anak
jenius adalah anak yang dikaruniai bakat lebih dan memiliki talenta menonjol
sejak dari awal. Begitulah yang sering kita terima selama ini.

Saya katakan,
bahwa pendapat itu tidak benar. Sejak dari lahir kita dikaruniai kecerdasan
yang luar biasa. Sayangnya kita tidak tahu bagaimana caranya menggunakan
potensi kecerdasan ini. Akhirnya seorang anak punya keyakinan bahwa saya bukan
anak yang cerdas. 

Melalui
berbagai penelitian dan kemajuan teknologi, ditemukan bahwa kita semua adalah
anak jenius sejak dilahirkan. Maka tidak salah jika harusnya menanamkan
keyakinan bahwa saya anak yang pintar dan cerdas. 

Berapa dari
anda yang punya keyakinan bahwa belajar itu menyenangkan dan gampang? Berapa
dari anda yang merasa belajar itu susah dan membosankan? Sebagian dari kita
mungkin menganggap belajar itu susah dan membosankan saat di sekolah.

Sekarang kita
coba lihat dari pengaruh kecil kalau kita punya anggapan yang salah tentang
belajar. 

Jika seorang
anak berangkat ke sekolah dengan keyakinan ‘belajar itu menyenangkan’, ’belajar
itu mudah’ maka dia akan menyimak pelajaran, memberi perhatian, aktif bertanya
dan mencari jawaban. Hasilnya dia tambah yakin dengan pelajarannya, membuat
hari itu tambah menyenangkan. 

Namun jika
seorang anak berangkat ke sekolah dengan keyakinan ‘sekolah menyebalkan’,  
matematika itu sulit, sejarah hoaaa....
mboseni. Dia tidak akan memberi perhatian lebih pada saat pelajaran. Dia akan
pasif dan cuek. Sampai di rumah dia jadi malas belajar. Hasil akhirnya, siswa
tsb jadi gagal ujian. Seorang pelajar memilih keyakinan saya pintar atau saya
bodoh, memiliki hasil akhir yang berbeda.

Jika pelajar
punya keyakinan saya bisa, saya pintar, saat temannya dapat nilai 10, maka dia
akan berkata kalau mereka bisa, saya juga bisa. Sebab saat dia punya keyakinan
saya tidak bisa, saat orang lain bisa orang lain dapat nilai bagus. Maka dia
akan berkata, oh iya dia lebih pintar dari saya.

Singkat kata:
Bakat atau talenta
adalah Anugrah dari Tuhan. Namun kita tidak dapat hanya mengandalkan hal itu 
saja tanpa berlatih.
Bakat yang dipadukan dengan latihan, pengorbanan waktu dan harga, dan dukungan
orang-orang terdekat akan menjadikan seorang pelajar menjadi
"excellent" dalam
kehidupannya.

Pelajar
ber-Mental Pemenang
Pola pikir seorang pemenang adalah mereka
memegang kendali atas hidup mereka, dimana tidak dimiliki oleh pelajar malas
atau pelajar yg gagal.

Pemenang selalu mengambil tanggung jawab
untuk apa saja yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka percaya bahwa apapun
yang terjadi, merekalah penyebabnya. Contoh: Jika mereka gagal dalam ujian, itu
karena mereka yang menyebabkan itu. Jika orang tua mereka tidak mempercayai
mereka, itu karena mereka yang menyebabkan itu terjadi. Jika mereka di kelas
yang lemah, itu karena merekalah penyebabnya. Jika mereka menjadi pelajar top,
itu juga karena mereka penyebabnya. Ini benar-benar penuh kekuatan untuk
mengambil tanggung jawab terhadap dirinya. Mengapa? Karena jika seorang pelajar
percaya bahwa dia yang menjadi penyebab segala sesuatu, dia akan mempunyai
kekuatan untuk merubah dan mengembangkan dirinya. 

Agar para pelajar mendapat manfaat dari tulisan
10 Langkah cara genius berprestasi ini,
dia harus percaya seperti seorang pemenang bahwa dia yang memegang kendali. Itu
jika para pelajar merubah apa yang mereka lakukan dan mengaplikasikan semua
strategi yang dipelajari dalam 10 Langkah Belajar Jenisu, dia akan mengalami
semua sukses yang anda inginkan. 

Sedang pelajar yang tidak mengambil manfaat
dari tulisan ini adalah orang yang berpikir dari kaca mata pola pikir pelajar
gagal. Mereka tidak pernah mengambil tanggung jawab untuk apa yang terjadi
dalam hidupnya. Oleh karena itu mereka selalu membuat ALASAN,
Menyalahkan orang lain atau diri mereka. Jika mereka dapat nilai buruk di
sekolah, mereka membuat alasan, ’saya di kelas yang bodoh’, ’saya kehabisan
waktu’, ’saya lahir dengan memori buruk’, ’gurunya membosankan’, ’orang tua
saya juga tidak pintar, pantesan saya juga bodoh’ 

Mereka juga menyalahkan segala sesuatu
kecuali diri mereka sendiri. Mereka menyalahkan guru mereka sehingga mereka
bosan, mereka menyalahkan soal ujiannya terlalu sulit, mereka menyalahkan teman
yang mengganggu, mereka menyalahkan orang tua yang terlalu menekan.

Jika anak anda selalu membuat alasan,
menyalahkan orang lain atau menipu diri mereka., maka tulisan singkat ini tidak
akan bekerja untuk mereka juga. Mengapa? Karena akan
berlaku hal yang sama. Itu artinya bahwa mereka tidak memegang kendali atas
hidup mereka. Orang lain atau sesuatu yang lainlah yang menjadi penyebab mereka
gagal. Itu bukan kesalahan mereka. Membuat anda jadi korban, sehingga tidak
memiliki kekuatan untuk merubah hidup mereka. ‘Aku tidak dilahirkan sebagai
anak pintar’ menjadi slogan yang digunakan oleh para pelajar ini. Sehingga
semua strategi dan teknik yang ada di dalam tulisan ini tidak akan banyak
membantu mereka.

Bagaimana
memegang kendali dan melakukan apapun yang diperlukan
Anda perlu menanamkan kepada anak anda, pola
pikir seorang pemenang, jika anda ingin mendapatkan yang terbaik. Anak anda
HARUS punya keinginan sukses dalam pelajaran. Anda harus melakukan apapun yang
dibutuhkan anak anda. Dengan level komitmen seperti ini, anak anda bisa
mencapai hal terbaik yang diinginkannya. 

Berikutnya, Anak anda harus mengambil
tanggung jawab penuh untuk hasil yang terbaik maupun yang terburuk yang dia
alami di dalam hidupnya sekarang. Dari sekarang, jangan membuat alasan untuk
dirinya dan jangan menyalahkan orang lain.

Dengan arti kata, anak anda sepenuhnya
benar-benar yang memegang kendali. Untuk merubah strategi belajarnya dan
perilakunya, maka dia akan dapat merubah hidupnya. Bersiaplah mulai
petualanganmu tentang resep sukses yang penuh kekuatan berikutnya.

Semoga Bermanfaat. Untuk membaca artikel
selengkapnya silahkan kunjungi www.best-camp.com


 

















Salam Excellent,
Markus Tan

>
Licensed Practitioner of NLPTM
> Master
Trainer Best Camp
>
Founder Life Management Institute
> www.best-camp.com – Melejitkan prestasi siswa di sekolah
> Email: [email protected] 
> Misi: Dare cum amore et compassione – memberi dengan
cinta & ketulusan hati




      

Kirim email ke