Doa Ibu

                                Ada seorang wanita dengan perut membuncit 
besar. Langkahnya berat setengah mengangkan karena sudah sangat besar. Sesekali 
meringis menahan sakit, semakin lama semakin sering dan semakin sakit. Dari 
mulutnya meluncur do'a do'a. Bukan untuk mengurangi rasa sakitnya, namun do'a 
hanya untuk bayi yang ada dikandungannya. 

                                "Tuhan. Aku tidak perduli rasa sakit ini, aku 
tidak perduli rasa nyeri ini... namun aku memohon dia terlahir dengan selamat." 

                                Masih dengan peluh yang mengucur dan sesekali 
menggigit bibir  dengan gigi seri sambil meringis kesakitan. Gojolak rasa sakit 
yang luar biasa, bisa dirasakan dari ekpresi wajahnya. Namun dalam kesakitan 
dan perasaan yang gundah, tetap saja tanganya membelai dengan kelembutan dan 
kasih sayang. 

                                Kini rasa sakit itu semakin menjadi, dan darah 
sudah mulai mengalir melalui paha pahanya. Rasa mulas yang luar biasa semakin 
sering semakin nyeri luar biasa. 

                                "Oooooh Tuhan. Ampuni dosa dosaku, Ampuni dosa 
suamiku. Ampuni kami, dan ijinkan Jabang bayi ini terlahir sempurna.." 

                                Tangannya mencengkeram besi pinggiran tempat 
tidur dan seprei tempat berbaring. Nafasnya tersengal sengal. Rasa sakit tak 
terperi. Darah lendir mulai keluar dari mulut rahim. Kesakitan semakin menjadi. 
Lenguhan dan jeritan. Rintihan dan entah apa lagi berkecamuk dalam suasana 
menegangkan dan menyakitkan. 

                                "Oooooeeeeek....." Suara tangis bayi yang baru 
saja terlahir. 

                                Bayi itu adalah Anda. 

                                Ya Bayi itu begitu sempurna. Seorang bayi yang 
dilahirkan oleh Ibunda Anda yang begitu tangguh dan pantang menyerah. Dia bayi 
kecil itu begitu sempurna. Mata kuping, kaki tangan dan jari jemari. 

                                Sahabat sukses, bayi itu adalah Anda. 

                                Hilang rasa sakit dan derita. Ibunda Anda 
tersenyum lega dan mencium pipi Anda yang masih memerah. Dan dari mulut suci 
beliau berdo'a untuk Anda. 

                                "Tuhan. terima kasih dia terlahir dengan 
sempurna. Jadikan Anak ini anak yang sholeh, baik sukses dan berguna bagi 
sesama." 

                                Airmata bunda menetes dan mengalir dengan 
hangat melalui pipi pipinya yang sedang bahagia. Beliau merawatnya dan selalu 
mendoa pada siang dan malam gelap untuk kesuksesan kita dunia akhirat. 

                                Sahabat sukses, 

                                Apakah tutur kata, perilaku, sikap, semangat 
dan gerak tubuh serta pikiran kita saat ini, sudah merupakan JAWABAN dari doa 
doa beliau? 

                                Selamat hari Ibu! 


                                Hari Subagya
                                www.bisnispartner.com
                                inspirasi & Motivasi untuk 2009
                                REG PERUBAHAN kirim ke 6768 
                                 
                             
                       



                             
                       

                  Home | List Artikel 


                 
           
       

     



 
 


<<top_bar.gif>>

<<bottom_bar.gif>>

Kirim email ke