*Percaya atau Tidak : Kita Semua Ini Raja !!* By MTA – Made Teddy Artiana
Kasar, kurang sopan, tidak punya ketrampilan, kurang inisiatif dan tidak bisa berkomunikasi. Siapapun yang mengenal Mudi, akan sepakat menjatuhkan stempel demikian di jidat nya. Kerap kali menjadi biang kerok, karena "kebodohan" dan "kecerobohan" nya. Mungkin Tuhan tidak sengaja menciptakan nya ke dunia ini. Bukan sekedar anak satpam di komplek kami, ia lebih merupakan anaknya, anak bawang, berarti cucunya bawang. Benar-benar berstatus sebagai penggembira, yang sama sekali tidak menggembirakan. Jenis orang yang namanya tidak ada, dalam waiting list berjudul "Orang-orang yang Diharapkan". Sampai suatu ketika, sebuah peristiwa menjungkirbalikkan sudut pandang itu. Dini hari, aku dan team harus berangkat kelokasi pemotretan pukul 04.00 pagi. Palang portal komplek belum terbuka dan gembok besar itu masih disana. Melingkar diantara rantai besi yang membelit portal. Kami terkunci bagaikan maling terjebak di perumahan. Parahnya… sang petugas, belum tampak batang hidungnya. Kepanikan meningkat, seiring bertambahnya menit. Tidak sulit untuk merasakan, keringat dingin yang mulai merembes dipunggung. Tiba-tiba –bagaikan sebuah wahyu dari Mbah Jambrong- salah seorang dari team, teringat akan Mudi. Hanya sekitar satu menit kemudian sepeda mini yang kami kenal akrab, tampak berderik dikayuh mendekat. Mudi muncul berkain sarung, dengan kunci portal ditangan kirinya. Baru kali ini kami memandang -wajah bloon- Mudi dengan tatapan jauh berbeda. Selamat datang wahai Malaikat penyelamat kami !!! Teringat sebuah nyanyian di sebuah sekolah minggu di tengah kota Denpasar sana. "Aku anak Raja, engkau anak Raja, kita semua anak Raja…". Syair yang sederhana namun dalam akan makna. Intinya lagu itu mengingatkan kepada kita semua, bahwa masing-masing kita, betapa pun kacaunya hidup ini terlihat. Adalah anak Raja. Bangsawan. Orang yang punya kekuasaan. Orang yang punya wilayah kerajaan. Dan itulah yang terjadi dari itu dengan Mudi. Ia yang kerap kali membuat kami putus asa, justru sanggup mengeluarkan kami dari keputusasaan kami saat itu. Ternyata Mudi –disadari atau tidak- juga punya wilayah kerajaan, dimana ia berkuasa sebagai "pembuka kunci" saat itu. Ternyata setolol-tololnya Mudi, ia punya sesuatu yang tidak kami punyai. Kunci portal. Sesuatu yang sangat mungkin akan menolong kami disuatu saat. Saya yakin Anda pasti punya pengalaman serupa namun berbeda. Semoga pelajaran ini dapat mengingatkan kita, bahwa kita semua adalah raja. Raja yang punya kekuasaan dan wilayah sendiri-sendiri. Bahwa tidak ada manusia yang sungguh-sungguh dapat dilebeli "sampah tidak berguna" karena kita, Anda dan saya diciptakan segambar dengan Sang Khalik, Sang Raja. Benar. Kita semua adalah anak Raja. Memiliki "kunci" dan sebidang "wilayah kekuasaan". Sepertinya hidup ini akan berubah, jika kita dengan rendah hati mau mengubah sudut pandang kita dalam memandang orang lain. Mengapa tidak kita coba ? ***end*** what a wonderfull world !!! MTA - BUKAN Mall Taman Anggrek TAPI *Made Teddy Artiana, S. Kom **IT, photographer & graphic designer* [ My Photography PORTFOLIO ] # Wedding Special Photography # Pernikahan Agung Puteri Sri Sultan Hamengku Buwono X GRAJ Nurkamnari Dewi & Jun Prasetyo MBA http://nurkamnaridewi.multiply.com # Wedding Photography # http://prewedding.multiply.com http://prewedding1.multiply.com http://prewedding2.multiply.com http://prewedding3.multiply.com http://outdoorprewedding.multiply.com http://candidwedding.multiply.com http://weddingcandid.multiply.com http://weddingceremony.multiply.com # Commercial Photography # http://companyprofile.multiply.com http://withbobsadino.multiply.com # Jurnalism Photography # http://fotojalanan.multiply.com [ MY BLOGGER ] belajar dari DIA tentang hidup http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com pengalaman unik dibidang photography http://weddingmustoryku.blogspot.com [ CONTACT US ] Esia. 96202505 Flexy. 70820318 m. 0815 740 900 80 - 0813 178 227 20 email. [email protected]
