Bila mau membekali diri dengan keberanian serta ketekunan, dan melakukan
apa yang Anda tahu harus dilakukan, maka Anda akan takjub betapa banyak
masalah yang ternyata mudah diselesaikan. (diambil dari kiriman Sdr.Refrinal
Patirajawane di email kemarin malam)

Renungan pagi, ketika terbangun dipagi ini, dan sambil mengecheck email yang
masuk, yang ditujukan kepada kami :

Yang pasti :serahkan lah segala sesuatu kepada pimpinan dan bimbingan Tuhan
senantiasa, dan kita akan dapat melihat bahwa rancanganNya adalah yang
terbaik, dan teramat baik. Dia tidak akan meninggalkan kita, dan kadang
kalau kita merasakan bahwa Tuhan meninggalkan kita, itu hanya perasaan kita
saja, padahal Tuhan tidak meninggalkan kita, kitalah yang menjauh dariNya.
Koreksi dan instropeksi diri kita sendiri, sejauh manakah sudah kita lakukan
yang terbaik untukNya?
Sudah berapa banyak yang kita perbuat untuk menyenangkan Hati Tuhan, Sang
Pencipta Yang Maha Pengasih dan Penyayang?
Benarkah kita telah melakukan yang "terbaik" menurut versiNYA? Ataukah kita
hanya melaksanakan sesuai dengan yang terbaik menurut versi kita sendiri,
dan hanya mengerjakan yang menyenangkan hati kita sendiri, dan demi
kepentingan diri kita sendiri saja?

Banyak hal dalam kehidupan ini telah kita lalui, susah, senang, suka dan
duka saling bergantian.
Banyak hal yang tak terduga telah diberikan Tuhan kepada kami sekeluarga.
Tapi diatas segala galanya yang telah terjadi tersebut, kami benar benar
mengucap syukur untuk segala hal.
Adalah suatu kemudahan jika kita mengucap syukur kepada Tuhan, atas semua
berkat dan karuniaNya yang memang menyenangkan hati kita sendiri ( Nah benar
kan, karena kita memang telah benar dan baik dihadapanNya,...maka Tuhan
memberikan sesuatu yang kita inginkan, begitulah kesaksian kita biasanya).
Tapi bagaimana kalau kita mendapat "musibah", :kecelakaan" atau "kehilangan
orang tercinta yang memang saat ini mendampingi kita, dan memberikan
nasihat, dan sharing bersama, serta memecahkan segala sesuatu bersama dalam
suka dan duka. atau "mengalami kecelakaan (fisik), tabrakan mobil misalnya,
yang telah saya pribadi alami berturut turut dalam 2 minggu terakhir ini",
mengalami "fitnahan" dan "tekanan dalam pekerjaan sampai pernah di PHK tanpa
ada suatu kesalahan mutlak dari kita sendiri, hanya berdasarkan "like&
dislike only" serta tidak sehati dalam keimanan dan prinsip", mengalami
serangan yang bisa "mematikan" dengan menggunakan hal hal diluar rasio
manusia / memakai "sesuatu yang tidak terlihat dalam kasap mata manusia
biasa", serta juga hal hal yang bernada "sinisme" sindiran, cemoohan,
penghinaan terhadap hasil karya kita yang mungkin tidak seiring dengan visi
misi mereka / tidak sehati lah.
Semua yang tidak membuat hati nyaman tersebut, (boleh lah dibilang
"penderitaan" bagi batin kita),...apakah sudah kita syukuri. Sudahkah kita
mengucapkan puji dan syukur untuk semua hal hal tersebut?  Tidaklah mudah,
dan memang sulit dilakukan, kalau kita tidak benar benar memaknai, mengapa
Tuhan merancangkan hal tersebut Untuk kita.
Dimana tiada lagi yang dapat dimakan, dimana semua biaya mendadak yang harus
diselesaikan dan tidak dapat ditunda telah ada diujung tanduk, dan semua
orang menghindar dari kita, karena takut untuk dimintakan pertolongan, semua
menghindar bukana karena "jahat", tapi karena tidak mau pusing dengan segala
macam persoalan hidup kita (mungkin persoalan hidupnya sendiri cukup banyak,
dan tidak dapatlah kita membebankan tammbahan baru : persoalan yang kita
hadapi. Itu sangat wajar, logis dan manusiawi.
Tapi jika pada saat saat itu masih ada orang yang peduli kepada kita,
mengulurkan pertolongan, bukan semata dalam bentuk uang, tapi yang terutama
sharing dalam bentuk nasihat, sentuhan tangan membantu dalam doa, ucapan
semangat membangun, dan tepukan ringan di pundak kita : "kamu pasti bisa,
dan TUHAN memberkatimu", mendampingi dan berdoa bersama (bisa langsung, via
telpon, via sms,via email, melalui Face-Book /"fesbuk", atau sapaan ringan
dikala kita suntuk, baik di tempat kerja, komunitas yang kita geluti saat
ini.
Apakah bukan semua ini perlu kita ucapkan puji dan syukur kepadaNya saja,
bahwa DIA telah mengirimkan malaikat malaikatNya untuk menjaga dan
senantiasa membentengi hidup kita, yang telah memberikan semuanya untuk kita
"for all free", tepat pada waktuNya / bukan waktu yang kita kehendaki, tapi
sesuai dengan waktu yang Tuhan anggap "terbaik" sesuai rancanganNya yang
pasti terindah dan terbaik untuk kita semua yang berserah sepenuhnnya
kepadaNya saja.

Sharing ini, bukan untuk menggurui kepada semua yang ada dalam komunitas
apapun dalam kehidupan kami sekeluarga (saya/D.Budi Eman dengan 3 anak anak
tercinta : Dian, Ditya dan Diarta, yang semua beranjak dewasa, rasanya baru
kemarin, kami (saya dan istri tercinta alm.Putu Nirwani Budi, berfoto
bersama, tertawa bersama, menikmati hidup ini, mengalami suka duka jatuh
bangun bersama, dan seperti dikatakan...semua bagai ilalang, yang hari ada,
besok sudah tiada, waktu begitu cepat berlalu.
Banyak kali yang terjadi, semua membangun suatu keyakinan dalam diri, bahwa
semua memang terjadi atas kehendakNya, dan semua perlu kita ucapkan syukur
pepadaNya. Jangan kita keluhkan dan kita hanya berpangku tangan saja, serta
hanya menanti dan menanti tanpa usaha, tanpa kerja dan hanya berharap semua
akan datang bagaikan "jatuh dari langit" begitu saja mudahnya.
Ada pepatah yang diberikan kedua orang tua saya (yang sdh almarhum tentunya,
saya sendiri sudah merasa "tua" walaupun ada yang bilang masih semangat dan
berjiwa muda, tapi kan tidak dapat mengingkari kalau melihat cermin, dan
melihat keadaan yang sebenarnya)...Pepatah atau motto itu adalah : "ORA ET
LABORA" , yaitu "berdoa dan bekerja". Kita memang harus berdoa, dan ini
adalah diatas segala galanya, kita harus memulai suatu hari baru dengan doa
dan ucapan syukur, itu kita harus lakukan setiap hari, dikala bangun pagi,
dan konsisten, mutlak dan tidak dapat ditawar lagi. Keluarga kami dari
berbagai macam keyakinan, kami hargai saudara kami yang muslim, dimana
setiap pagi, pasti "sholat subuh" (yang kami dengarkan berkumandang di azan
pagi, dari mesjid dekat rumah), demikian juga yang nasrani, sebagian besar
membiasakan diri untuk bangun pagi dan "kuliah subuh" juga, dapat
mendengarkan RPK atau Heartline misalnya, mengisi semua relung kehidupan
kita dengan kekuatan baru di Embun Pagi, dan hanya bergantung kepadaNya
saja, bukan manusia. Demikian juga sahabat dan relasi, yang dari agama
Budha, dan Khong Hu Cu, Tao, atau lainnya (maaf kalau ada yang terlewat),
dan juga saudara saudaraku yang mengikuti ajaran Hindu (Dharma), mayoritas
keluarga terdekat, termasuk keluarga ayahanda Nyoman Toya menganut ajaran
agama ini.
Adalah indah dan perlu kita syukuri semua perbedaan ini, tidaklah untuk
saling menyakiti, saling menyerang dan saling mengintimidasi, biarlah damai
dibumi dapat segera terwujud, dan adalah "indah" jika kita dapat saling
menghargai satu sama lain, toleransi, dan tidak saling menjegal,
mementingkan diri sendiri.
Yang utama, tindakan apa yang dapat kita perbuat, untuk menyenangkan hati
Tuhan, dan sudah berapa banyak yang kita lakukan yang berkenan kepadaNya.
Apakah sudah cukup? Lihatlah orang disekitar kita, betapa banyak yang masih
membutuhkan pertolongan kita, terlebih saat ini, yang kata orang orang
pintar : Masa Krisis Global, dan juga Masa Bebenah Diri, kalau kita tidak
melihat potensi kita masing masing dan memanfaatkannya untuk kemajuan bangsa
dan negara (otomatis jika 2 hal ini maju, kitapun akan terseret maju dengan
sendirinya), kapan lagi, dan menunggu apa lagi.
Bergerak dan bergerak,,,Bantu sesama kita, dengan berbagi dan prinsip :
Tangan diatas bukan tangan dibawah. Sekecil apapun yang kita lakukan,
berbagilah dan bekerja semampu kita. Ada juga dikatakan : Do your best, and
GOD will take the rest (benar atau salah ya ucapannya...maksudnya : Kita
lakukan yang terbaik dengan segenap kemampuan kita, dan Tuhan yang akan
menyelesaikan segalanya sampai tuntas sisanya (yang mungkin porsinya jauh
dari yang telah kita kerjakan). Banyak hal hal yang kelihatannya mustahil,
terjadi dalam kehidupan kami sekeluarga, mujizat memang terjadi dimana saja,
kapan saja dan kepada siapa saja, asalkan kita hanya bergantung kepadaNya
saja.

Selamat bekerja, dan menghadapi lagi dunia nyata, yang kadang belum tentu
"nyaman" dan "sesuai" dengan ide dan harapan kita, tapi percayalah itu
memang sudah dirancangkan untuk kita, dan pastilah rancangan yang "terbaik"
dari Tuhan untuk kita.

Salam pengabdian ,
D.Budi Eman
dipagi hari Selasa,10 Pebruari 2009, 03.03 wib, disaat yang terbaik untuk
merenung dan memulai hari baru sebelum "Embun Pagi". Hujan mulai mereda, dan
masih terdengar rintik-rintik diluar sana, dalam keheningan pagi yang benar
benar perlu diucakan puji dan syukur kepadaNya yang telah memberikan nafas
kehidupan dan kesempatan untuk kita tetap melakukan sesuatu yang bermakna di
hari ini, esok dan seterusnya di sisa kehidupan kita yang masih dipercayakan
oleh Tuhan. Salam bahagia dan penuh semangat untuk kita semua. Amin. -dbe-
"It is nice to be important, but more inportant to be nice, and useful to
others"(Yang sering ciucapkan senior / kakak / my Lion's sponsor / my leader
in brosdcasting / juga keluarga (yang lebih dari keluarga sendiri : Lion
Ebet Kadarusman, teman siaran di 6 radio swasta 1992-2008 : Trijaya 104.7
fm, RPK,96.3 fm, Elshinta 90.0 fm, Heartline 100.6 fm, Ramako 105.8
fm, Gaya93.6 fm-Salam Canda RCTI,Arisan TPI,UnikMenik TVRI dan
berbagai kegiatan
lainnya..- Semoga kita bisa benar benar berguna dn mengabdi bagi sesama..
"WE SERVE".Kami melayani.-dbe-
www.307a.site90.net ; www.md307.blogspot.com ; www.lionsclubs307a.org ;
www.jababeka.com

Catatan : Maafkan kalau ada kata kata yang tidak berkenan, tidak ada maksud
menggurui atau menyombongkan diri, hanya sharing dan kesaksian suya saja,
semoga dapat menguatkan satu sama lain dan menumbuhkan semangat yang patah,
"hati yang gembira adalah obat"j dan jika ada komentar, nasihat membangun
untuk kami sekeluarga, serta juga kritikan dan kecaman apapun komentar dan
opini yang masuk silahkan email : [email protected] atau
[email protected] ; 0816871054-02168176617, termasuk yang membutuhkan
darah mendesak (dan mungkin dapat kami bantu selama ini dengan segala
kemampuan kami yang terbatas).Juga untuk yang  mau operasi mata katarak tapi
keadaanna tidak mampu.Ditunggu!!! Tks & Brgds, dbe.

Kirim email ke