Oleh: Choirul Asyhar

Alhamdulillah, Allah memberikan perangkat ekspresi pada wajah kita yang bernama 
senyum ini. Bayangkan jika ‘senyum’ ini tidak ada di wajah manusia. Hidup 
terasa tegang, kaku, tertekan. Hubungan sesama manusia menjadi tidak akrab, 
tidak saling menyapa, bahkan bisa menjadi bermusuhan satu sama lain. ‘Hanya’ 
dengan saling melempar senyuman semua ketegangan, kekakuan, ketertekanan dan 
permusuhan bisa lumer. ‘Hanya’ dengan menebar senyuman keakbaran, persahabatan, 
saling kenal, saling dekat bisa terjalin.

Subhanallah. Karena itulah sungguh menakjubkan ketika Rasulullah SAW pernah 
mengatakan bahwa senyum itu juga sedekah. Bagai menebar sedekah materi yang 
bisa meningkatkan kesejahteraan si miskin, menebar senyum juga bisa menciptakan 
kesejahteraan ruhani pada lingkungan masyarakat.

Tiga-empat bulan terakhir ini sampai dua bulan ke depan wajah Indonesia juga 
banyak dibanjiri senyuman. Meskipun hanya berupa gambar. Yaitu senyuman ratusan 
ribu Caleg, yang poster wajahnya terpampang di seluruh pelosok negeri. Mulai 
dari jalan besar sampai jalan desa bahkan dusun dan jalan setapak di pematang 
sawah. Tiang listrik dan pohon-pohon tak luput dari kunjungan gambar-gambar 
Caleg-caleg yang selalu tersenyum ini.

Saya belum menemui gambar Caleg yang tegang tanpa senyuman. Dari yang senyuman 
lebar sehingga tampak gigi serinya, senyum simpul , sampai yang hanya 
tersungging sedikit. Tak masalah, asal dilakukan dengan tulus dari hati yang 
terdalam, insya Allah pesan senyum itu akan sampai ke hati rakyat calon 
pemilihnya.

Ya, ketulusan itu memang penting. Apalagi bagi seorang Caleg. Senyuman yang 
gambarnya ditebar di mana-mana itu semoga dilakukan dengan tulus. Bukan hanya 
karena ingin meraih simpati rakyat, agar terpilih dan duduk di kursi dewan. 
Ketulusan senyuman para Caleg akan terbukti nanti setelah mereka bekerja di 
gedung dewan dan benar-benar terjun di masyarakat. Sekarang Anda menebar 
senyuman kepada rakyat; nanti setelah menjadi wakil rakyat, giliran rakyatlah 
yang tersenyum. Karena kehidupannya menjadi lebih baik. Itu berkat perjuangan 
Anda yang mau bersusah payah dan bersakit-sakit memperjuangkan nasib rakyat di 
gedung dewan.

Jangan sampai Anda memonopoli senyuman. Kini Anda menebar senyuman untuk meraih 
simpati. Dan ketika menjadi anggota dewan Anda terus tersenyum menikmati 
kedudukan dan kekayaan. Sementara rakyat terus menangis meratapi nasibnya. 
Naudzubillahi min dzalika.

Semoga bertebarannya senyuman di seantero Indonesia ini mendatangkan berkah 
Allah bagi bangsa ini. Amin.

Cikarang Baru, 13 Februari 2009 

--
Posting oleh Choirul Asyhar ke Lintasan Kata Hati pada 2/13/2009 09:03:00 AM


--------------------------------------------------------------------------------


Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG. 
Version: 7.5.552 / Virus Database: 270.10.1/1868 - Release Date: 29/12/2008 
10:48

Kirim email ke