Mulai
besok Anda saya PECAT! Mmm..., ada yang familiar dengan kalimat ini?
Atau kalimat lain yang lebih halus? Apa yang Sahabat akan kita
lakukan jika besok adalah hari terakhir kita bekerja di Perusahaan
ini?  

Sahabatku.
Putusnya status kepegawaian adalah salah satu hal yang hampir pasti
terjadi. Mengapa demikian? Coba sebutkan berapa banyak karyawan yang
kita tahu yang bekerja seumur hidupnya di tempat ia bekerja,
sekarang? Bahkan yang punya perusahaan pun satu waktu dia bisa saja
berhenti menjadi owner perusahaan miliknya. Dijual mungkin, atau hal
lainnya.

So,
ternyata jelas sudah bahwa hampir semua dari kita sekarang sedang
menanti moment pemecatan atau pengunduran diri. Besok, lusa, minggu
depan, atau suatu saat kita pasti berhenti dari pekerjaan kita,
sekarang. Jika demikian, apa yang jadi kekhawatiran kita sebenarnya?

Rizki
kita adalah sama

Seberapa
besarkah rizki yang diberikan Alloh kepada hamba-hambanya? Apakah
satu dengan yang lain beda, ataukah sama? Sahabat, yakinlah bahwa
Alloh yang Maha Adil memberikan setiap hamba-Nya rizki yang sama
melimpah dan sama banyaknya. Tinggal bagaimana kita, seberapa banyak,
dan kapan kita mau menjemput rizki-Nya itu.  

Sahabat.
Rasa takut kehilangan pekerjaan lebih mendominasi pikiran kita
daripada rasa takut kita untuk melakukan yang lebih baik yang
memungkinkan menghasilkan LEBIH dari sekarang. Kita takut apabila
kita keluar dari pekerjaan kita sekarang, maka penghasilan dan rizki
yang kita dapatkan tidak akan sebesar sekarang? Padahal Alloh yang
Maha Luas Rizkinya memberikan kita kesempatan yang sama untuk bisa
menghasilkan LEBIH! Lalu mengapa kita takut untuk menjemput rizki-Nya
di tempat lain yang lebih BESAR?

Salah
siapa?

Mungkin
pendidikan yang kita dapat dari orangtua, dan lingkungan yang kurang
mendorong kita untuk menjadi pribadi wirausahawan. Pengalaman dan
hasil didik lingkungan kita lebih mendorong kita untuk menjadi
pribadi manusia gajian yang merasa nyaman jika ada nilai tetap yang
didapatkan setiap bulannya. Padahal kebutuhan kita semakin meningkat,
sementara nilai tetap (gaji) yang kita terima tiap bulannya
segitu-gitu saja. Bahkan kita sering memaksakan diri untuk bersabar
terhadap keinginan-keinginan BESAR kita karena minimnya penghasilan.

Sahabat.
Mimpi adalah modal kita untuk berubah. Namun mimpi itu akan tetap
menjadi mimpi yang indah jika kita tidak berusaha untuk meraih mimpi
itu dengan usaha dan sikap yang lebih besar. Bagaimana mungkin kita
bisa  mempunyai rumah seharga 1 milyar, dan mobil seharga 500jt jika
kita merasa nyaman dengan gaji yang hanya 2-3 juta per bulan?
Bagaimana mungkin kita bisa membiayai sekolah 1000 anak-anak yatim
jika untuk menabung saja sulit karena alasan kebutuhan yang semakin
meningkat!

Apakah
kita harus mengecilkan mimpi itu kita karena keadaan?  

Sahabat.
Dalam setiap keinginan selalu ada harga untuk kepantasannya. Jika
kita menginginkan yang BESAR, maka jadilah pribadi yang pantas untuk
sesuatu yang BESAR itu. Tetapkan mimpi itu, lalu raihlah dengan usaha
terbaik kita. Jangan kecilkan mimpi kita yang BESAR karena keadaan
kita yang sekarang. Karena mimpi kita adalah satu bukti dari
kebesaran Alloh yang Maha Agung untuk memberitahu kita bahwa apapun
yang menjadi impian kita PASTI bisa diraih dengan usaha maksimal dan
atas izin-Nya.  

So,
maksimalkan setiap usaha kita untuk meraih mimpi itu, lalu serahkan
setiap jerih payah usaha kita kepada Dia yang Maha Berhak untuk
Menentukan, apakah mimpi itu baik untuk kita atau ada hasil yang
lebih baik bagi kita.

Sahabat.
Tugas kita hanyalah mengupayakan setiap keinginan yang ada dalam
pikiran dan hati yang baik. Apapun hasil dari setiap usaha kita,
yakinlah bahwa hasil itu adalah yang terbaik untuk kita saat ini.
Jika mimpi itu ada di depan kita sejauh seribu usaha, janganlah
sahabat berhenti di usaha yang ke 999. Ingatlah selalu bahwa
pertolongan Alloh itu sangat dekat. Don't Think, and Just do It.  

Salam
dan Senyum,
.:MasGagah:.
http://www.masgagah80.blogspot.com/
YM:
masgagah80


      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke