Wah apakah ada diantara Binusian yang juga mendapatkan
surat NPWP walaupun ngak isi form ?

Mungkin datanya diambil dari company atau bekas
ex-company  kali yee.  Sedang ngebayangin kalau
misalnya Binusian yang udah kerja di SG, tiba tiba
keluarga di rumah dapat tagihan NPWP.  Padahal dari
dulu belum apply NPWP.  he he he  apakah mau balik
lagi ke Indo buat antri isi PPh ?   he he he...

http://jkt3.detiknews.com/indexfr.php?url=http://jkt3.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/12/time/909/idnews/459714/idkanal/10

Pengangguran Kok Dapat NPWP?
Shinta Shinaga - detikcom 
 Jakarta - Surat nomor pokok wajib pajak (NPWP) masih
'menghantui' warga. Bahkan seorang pengangguran ikut
mendapat surat yang diteken Dirjen Pajak Hadi Purnomo
itu. Nah loh!

"Anak saya yang baru lulus dan baru ngelamar kanan
kiri juga kebagian surat aneh dari Hadi Purnomo itu,"
ujar John Arga dalam surat elektroniknya kepada
detikcom, Rabu (12/10/2005).

Anaknya, lanjut dia, otomatis terdaftar sebagai wajib
pajak dengan NPWP-nya dan wajib membuat laporan Pajak
Penghasilan (PPh) 21, 25, dan 29.

"Bagaimana caranya Hadi Purnomo bisa bermimpi bahwa
penganggur yang lagi sibuk luntang-lantung cari
kerjaan bisa bayar PPh?" cetus John.

"Kalau cuma main sikat kirim surat model spam begitu,
yah semua orang bisa jadi Dirjen Pajak. Daripada buang
energi buat surat spam, mendingan konsentrasi menutup
kebocoran-kebocoran setoran pajak yang konon besarnya
90 persen dari yang disetor wajib pajak," usulnya.

Ditjen Pajak memang sedang gencar menjaring 10 juta
NPWP untuk memenuhi targetnya pada 20 Oktober 2005.
Surat penetapan NPWP secara jabatan atau
surat pengantar pemberitahuan NPWP pun disebar. Tapi
sepertinya tidak semua surat tepat sasaran.

Hal ini juga dialami Wahyu Wijanarko. "Saya masih
bingung dengan NPWP yang
saya terima, karena gaji saya sudah dipotong pajak.
Apakah saya harus bayar pajak lagi?" ujarnya.

Dalam surat elektroniknya kepada detikcom, Wahyu pun
dengan frustasi mencetuskan slogan pajak versinya.
"Pajak untuk dikorupsi," keluhnya.

Sulistyorini Andayani, karyawan perusahaan swasta di
kawasan Kuningan, Jakarta, mengemukakan pengalaman
suami dan adiknya tentang surat NPWP.

"Suami saya sudah punya NPWP lebih dari 10 tahun yang
lalu, tapi masih dapat surat NPWP. Padahal alamat dan
nama tidak berubah. Benar-benar ngawur deh Ditjen
Pajak," ujarnya.

Belum lagi adiknya yang notabene tidak punya pekerjaan
tetap dan tidak punya penghasilan yang melebihi
pendapatan tidak kena pajak (PTKP), tiba-tiba
dilayangkan surat penetapan NPWP secara jabatan.

"Weleh-weleh, ngejar target ya ngejar, tapi jangan
ngawur gitu dong. Kenapa tidak diselidiki dulu apakah
data yang ada pada mereka sudah akurat atau belum?
Aneh yah, kok bisa-bisanya," cetus Sulistyorini.

Anda punya pengalaman seputar surat NPWP dari Ditjen
Pajak? Silakan kirim
ke [EMAIL PROTECTED] (atq)





        
                
__________________________________ 
Yahoo! Mail - PC Magazine Editors' Choice 2005 
http://mail.yahoo.com


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Z1lQfA/LpQLAA/HwKMAA/wf.olB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*


Founder's Motivational Quote:
   Do what you can, with what you have, 
      where you are. ~Theodore Roosevelt


BinusNet founded on Dec 28, 1998

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke