IMO...memang paling baik kalau bantuan yg diberikan bisa menyelesaikan akar permasalahan, tetapi jenis bantuan ini biasanya memerlukan dana, effort, dan waktu yg jauh lebih besar. Saya rasa perlu juga diadakan bakti sosial yg sifatnya one time atau bahkan menolong "one person at a time" walaupun tidak sampai menghilangkan akar permasalahan tetapi setidaknya bantuan tersebut bisa direalisasikan dan berguna bagi si penerima bantuan walaupun tidak sampai menyelesaikan seluruh permasalahan. Misalnya, ada seorang anak yg tidak mampu menyelesaikan kuliahnya karena masalah keuangan padahal anak ini rajin dan berbakat. Alangkah baiknya bila ada orang yg mampu membantu masalah seorang anak ini sehingga dia bisa lulus kuliah. Berikutnya setelah lulus kuliah anak ini bisa mandiri dan sukses, malah anak ini di kemudian hari tidak lupa dan bisa ikut membantu orang lain. Memang bantuan seperti dalam contoh ini tidak menghapus akar masalah yg dihadapi masyarakat banyak di negeri kita, akan tetapi setidaknya bila kita bisa membantu satu jiwa maka ada harapan dari satu jiwa yg tertolong ini bisa membantu yg lainnya dan lebih banyak lagi. Tentu saja utk menghapus seluruh akar masalah pendidikan dibutuhkan dana, effort, waktu dan perencanaan yg besar dan ini perlu bantuan pemerintah. Tetapi ada baiknya dan perlu juga kita menjalankan apa yg bisa dijalankan sesuai dengan kemampuan pada saat itu. Salah satu alasan kenapa saya setuju dengan bakti sosial pendidikan adalah karena yg seperti Intan katakan, suatu negara bisa maju dengan adanya pendidikan dan juga saya setuju dengan istilah "memberi kail lebih baik daripada memberi ikan" karena dengan pendidikan orang bisa mandiri. Bentuk sumbangan juga mungkin tidak harus berupa uang. Bisa dalam bentuk alat2 tulis, buku2 pelajaran atau keperluan sekolah lainnya
Salam, AL --- In [email protected], Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kebiasaan lembaga di Indonesia itu kalau mengadakan > kegiatan sosial biasanya cuma memberi bantuan yang > tidak tuntas alias tidak menyelesaikan akar > masalahnya. > > Contohnya kalau mengadakan bakti sosial kesehatan, > mereka cuma pasang pengumuman tanggal sekian selama 3 > atau 4 jam jam di alamat tertentu, akan diadakan acara > pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar. Dan > hasil pemeriksaan itu biasanya sama saja, misal banyak > warga daerah kumuh kena penyakit batuk berapa puluh > orang, kena kulit berapa puluh orang, dan semua > dikasih vitamin ama obat batuk / kulit. Sekian orang > kena indikasi demam berdarah, dst nya. Dan juga acara > bagi bagi sembako, beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, > gula 1 kg, ikan asin sebanyak 100 paket misal nya. > > Bakti sosial pendidikan cuma mengumumkan misalnya akan > disediakan 40 beasiswa bagi anak SD, 20 beasiswa bagi > SMP, 10 beasiswa bagi SMU, dst nya. > > Ngak pernah mereka melakukan kegiatan yang lebih ke > akarnya, karena kegiatan itu mungkin akan membutuhkan > waktu lebih dari seminggu. > > Padahal kalau liat kondisi di masyarakat, kemaren aja > ada tetangga kena indikasi demam berdarah. Dan ngak > ada yg nyemprot alias musti bayar. Kalau diliat lagi > penyebabnya karena got got mampet, karena warga banyak > yg sembarangan buang sampah ke got, tapi ngak mau > membersihkan got. > > Rasanya akan lebih bermaanfaat kalau ada lembaga yang > kegiatannya lain dari yang lain seperti : > Dari lembaga Binus pada hari Jumat - Sabtu ini dengan > koordinasi Pak RT bersama mahasiswa, akan mengadakan > acara kerja bakti mengeduk got sampai bersih di RT 01 > sampai RT 10 di bawah wilayah RW 10 bersama masyarakat > dengan target per RT adalah 100 karung sampah. Dan > setelah acara bersih bersih besoknya akan diadakan > pemeriksaan kesehatan dan bagi bagi sembako. Dan bagi > pemuda pengangguran di RT tersebut ( misal yg biasa > jadi pengamen atau Mr. Cepek) yang ikut kerja bakti > selama 4 jam dengan pengawasan dari koordinator akan > diberikan upah kerja sekian (sekalian mengurangi > jumlah pengangguran di masa krisis sekarang). > > Tapi kan yg bikin acara seperti itu agak susah, > soalnya musti bongkar bongkar warga punya jembatan di > atas got (soalnya program pemerintah aja yg kemaren di > lingkungan gue makan waktu sampai lebih 2 minggu cuma > ngeduk got, dan ada beberapa warga yang menolak > jembatan di atas got ke garasinya di bongkar dan > mereka bayar beberapa ratus ribu ke petugasnya, dan > petugasnya menerima lagi, kalau yg ngak mau kasih ya > wajib dibongkar karena program pemerintah katanya, > walaupun nanti dibuatkan lagi jembatannya setelah > beberapa hari) :(. Dan udah gitu musti menyediakan > truk sampah buat angkut karung karung sampahnya. So > bukan bakti sosial yang bisa selesai dalam 3 atau 4 > jam kegiatan seperti yg biasanya. Dan lagi untuk > ngurus ijin nya ke pejabat berwenang kadang perlu > keluar beberapa lembar babeh lagi, walaupun untuk > kepentingan dan kesehatan warga. > > Bakti sosial pendidikan misalnya bukan cuma bagi bagi > beasiswa, tapi juga merenovasi gedung sekolah. > Renovasi juga bukan 1 hari selesai, tapi bisa lebih > dari 4 bulan. :D Ada satu cerita nyata di koran > tentang renovasi gedung sekolah ini. > Alkisah di suatu daerah ada seorang pengusaha, yang > karena sedang untung ingin membantu sekolah negeri di > sekitar tempat nya yang kelihatan udah mau roboh, dan > dia langsung bilang ke kepsek nya dia mau bantu renov > senilai katakan lah 100 jt. Tentu kepsek nya senang. > Tapi begitu mau di renov, tiba tiba si Boss itu > didatangi pejabat yg bilang mana IMB nya, karena yg > mau renov itu swasta, jadi perlu IMB, kalau hasil > tender negara ngak perlu IMB. Akhirnya dia suruh si > kepsek utk urus sendiri, karena si Boss ngak mau dana > pembangunan yg sudah dianggarkan utk bayar biaya ini > itu lagi. Setelah berbulan bulan si Kepsek dipimpong > ke sana sini tapi ngak dapat ijin karena si Kepsek > ngak ada dana, akhirnya rencana renov itu tinggal > rencana doank. Karena harga harga bangunan dah naik, > dan si Boss tetap aja ngak mau dana buat nyumbang > dipake buat biaya siluman urus perijinan, IMB, dst > nya. Nah itulah kalau di Indo, orang mau berbakti > buat masyarakat aja, masih mau dimintain duit buat > diperas. Bukan hanya investor asing aja yg diperas di > Imigrasi. Dan juga binusian yang balik dari luar > negeri yg diperas. > > > --- sonic_dude75 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Saya setuju sekali dengan acara sosial peduli > > pendidikan. Gimana nih > > koq nggak ada response atau dukungan dari rekan2 > > alumni binus? > > > > Mungkin lebih baik kalau ada penjelasan mengenai > > target yg akan > > diberikan bantuannya. > > Siapa/organisasi/sekolah mana yg akan menjadi target > > bantuannya dan > > sedikit riwayat mengenai kenapa dipilih menjadi > > target. > > Ada yg punya ide??? > > > > Salam, > > AL > > > > --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > > > > > Teman-teman > > > > > > saya sangat ingin mengajak teman-teman ikut serta > > dalam acara > > sosial > > > (tidak bersifat memaksa). > > > > > > Saat ini saya mau cari sponsor,... siapa tahu dari > > teman-teman > > sekalian > > > dari kantor or dari kenalan yang dapat membantu > > terselenggaranya > > acara > > > ini. > > > > > > Topiknya adalah "Alumni Bina Nusantara Peduli > > Pendidikan" > > > > > > Ada 2 kegiatan : > > > 1. Berupa Sumbangan sukarela > > > 2. Penjualan merchandise yang dibuat oleh kita > > semua beserta > > sponsor yang > > > nanti hasilnya beberapa % disumbangkan ,..... > > (dapat juga nanti > > di acara > > > Lustrum dijual untuk masyarakat luas) > > > > > > Hal ini adalah wujud peduli,.... dari kita sebagai > > anak Bangsa dan > > juga > > > peran serta dari Alumni Bina Nusantara > > > saya ingin sekali merealisasikan hal ini,.... > > karena kita semua > > dapat > > > mengenyam pendidikan walau mungkin dulu dengan > > penuh perjuangan, > > tapi kita > > > sudah memperolehnya. > > > > > > Bangsa ini dapat maju, dengan masyarakat yang > > berpendidikan. > > Memang > > > sumbangsih kita tidak banyak karena masyarakat di > > Indonesia sangat > > banyak, > > > namun dengan memulai yang sedikit semoga dapat > > berkembang. > > > > > > Sponsor yang saat ini yang akan saya cari : > > > 1. Media promosi (televisi or radio) > > > 2. Benetton or U2 ,..... atau yang lain > > > 3.......dll,................................... > > > > > > Semua kita lakukan dengan transparan,........ > > bahkan kalau mungkin > > dari > > > teman-teman sekalian ada yang > > bersedia,.....membantu support dalam > > > pelaksanaannya. > > > > > > > > > Sekali lagi,.. mohon dukungan dan informasi dari > > teman-teman > > sekalian,.... > > > Silahkan memberi masukan,..... > > > Terima kasih > > > > > > > > > > > > Salam, > > > Intan > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been > > removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > __________________________________ > Yahoo! for Good - Make a difference this year. > http://brand.yahoo.com/cybergivingweek2005/ > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today! http://us.click.yahoo.com/9.ZgmA/FpQLAA/HwKMAA/wf.olB/TM --------------------------------------------------------------------~-> *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._* Owner dan Moderator mengucapkan Selamat Hari Natal & Tahun Baru 2006 bagi yang merayakannya *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._* BinusNet founded on Dec 28, 1998 Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
