Intervensi Kedutaan China di Indonesia:
BINUS Membatalkan Kerjasama dengan The Epoch Times
(Erabaru.or.id) - Rencana partisipasi The Epoch Times (Dajiyuan)
dalam kegiatan Festival China Town 2006 yang digelar oleh Bina
Nusantara Mandarin Club (BNMC) di kampus Universitas Bina Nusantara,
Jakarta dibatalkan secara sepihak oleh panitia. Pembatalan itu
diterima via telpon sehari sebelum dimulainya kegiatan tersebut,
Kamis sore 5 Januari 2005. Pihak panitia beralasan adanya
keterlibatan Falun Gong dibalik penerbitan koran The Epoch Times.
Atas pembatalan tersebut, The Epoch Times mencoba meminta penjelasan
kepada panitia yang diwakili Ketua BMNC, Deny, dan pimpinan Biro
Kemahasiswaan universitas yang diwakili Agus Putranto. Dari
keterangan mereka diketahui bahwa kedutaan besar China telah menekan
pihak universitas dan panitia untuk membatalkan kerjasama dengan The
Epoch Times. Mereka menganggap The Epoch Times adalah medianya
komunitas Falun Gong yang berbahaya bagi hubungan Indonesia-
China. "Demi menjaga hubungan baik dengan pemerintah China, kami
terpaksa membatalkan kerjasama ini," jelas Agus Putranto.
Dalam kesempatan itu,The Epoch Times mencoba menjelaskan posisi
koran itu kaitannya dengan Falun Gong. Dikatakan bahwa penerbitan
koran itu tidak ada kaitan secara langsung dengan senam meditasi
itu. "Sebagai media, kami hanya mencoba memberitakan fakta dan
peristiwa yang terjadi diseluruh dunia, termasuk Tiongkok. Kita
seringkali memberitakan tentang Falun Gong karena mereka adalah
salah satu korban PKC yang masih mengalami penindasan sampai
sekarang," tandas Fadjar Pratikto, staff The Epoch Times. Selain
itu, mereka berusaha mengklarifikasi kebenaran Falun Gong dan fakta
penindasan di China.
Namun demi menjaga hubungan baik antara pihak Bina Nusantara dengan
pemerintah China yang sudah dibina selama ini, pimpinan universitas
tetap bersikeras menolak partisipasi The Epoch Times dalam acara
Festival China Town. "Kami tetap tidak memperkenankan acara yang
melibatkan Falun Gong," kata Agus Putranto tanpa pedulikan
kesepakatan kontrak yang sudah ditandatangani bersama antara panitia
dengan The Epoch Times.
Dalam kontrak sebelumnya, disebutkan bahwa The Epoch Times akan
bertindak sebagai sponshorship festival dalam bentuk pemuatan iklan
di media itu. Dan, sebagai kompensasinya, The Epoch Times diberi
kesempatan membuka stand di lokasi kegiatan. Sebagai bentuk
tanggungjawab tersebut, The Epoch Times sudah memuat iklan tiga kali
berturut-turut tentang rencana kegiatan festival. Anehnya, dalam
brosur kegiatan yang mereka keluarkan, The Epoch Times tidak
dicantumkan sebagai sponshorship, bahkan sehari sebelum acara,
panitia membatalkan secara sepihak partisipasi koran ini dalam
kegiatan itu.
Inilah salah satu watak hakiki PKC yang selalu ingin memperluas
kontradiksi dalam masyarakat Indonesia. Dengan pengaruhnya, ia
mencoba membatasi ruang gerak The Epoch Times yang selalu
menyuarakan kebenaran. Penguasa komunis nampaknya sangat ketakutan
kalau kejahatannya diungkap ke luar, seperti penyiksaan dan
pelanggaran HAM yang dilakukannya kepada rakyat China.
*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*
Owner dan Moderator mengucapkan
Selamat Tahun Baru 2006
Happy New Properous, Healthy and Joyfull in the New Year
*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*
BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/binusnet/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/