Mohon maaf, berikut saya forward-kan jawaban dari erabaru.or.id supaya tidak terjadi mis-persepsi :
Kepada mahasiswa/i Binus, rektorat, dosen dan biro kemahasiswaan, khususnya ukm bina nusantara mandarin club: Pihak Dajiyuan sudah memaafkan bahwa Binus membatalkan kerjasama secara sepihak dan tanpa melakukan ganti rugi apapun. Mengenai yang ditulis di surat konfirmasi Binus bahwa Panitia telah beritikad baik menyelesaikan ini adalah tidak tepat, karena panitia tidak menghubungi Dajiyuan lagi setelah pembatalan lewat telepon itu. Dajiyuanlah yang ke Binus untuk meminta penjelasan tapi diundur oleh pihak Biro kemahasiswaan, dan akhirnya bisa bertemu. Setelah pertemuan itu barulah saya faham bahwa panitia mendapat tekanan dari kedubes RRC untuk membatalkan keikutsertaan Dajiyuan dalam festival, dalam hal ini kedubes RRC menuduh Dajiyuan ada hubungan dengan organisasi Falun Dafa dan juga mengatakan bahwa itu ada kaitannya dengan politik sehingga mengakibatkan Universitas Bina Nusantara tidak netral. Sesungguhnya dalam hal ini, justru panitia telah memihak kepada kepentingan kedubes RRC, tidak netral dan tidak mandiri, karena tunduk pada apa yang diperintahkan oleh partai komunis, namun tak apa, manusia bukanlah mahluk sempurna, jadi wajar apabila karena terkadang berbuat salah, yang penting adalah menyadarinya. Izinkanlah Dajiyuan menjelaskan apa itu Dajiyuan, apa itu Falun Gong, keduanya tidak ada kaitannya dengan politik. Tidak ada buktinya sama sekali, dapatkah pihak yang menuduh Dajiyuan berpolitik, untuk menunjukkan buktinya. Dajiyuan sangat menyayangkan bahwa panitia percaya begitu saja keterangan kedutaan RRC bahwa Falun Dafa (Falun Gong) adalah organisasi terlarang. Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa Da Ji Yuan sebagai koran memang sering memberitakan penganiayaan partai komunis china kepada praktisi Falun Gong yang tidak bersalah, namun Da Ji Yuan tidak ada kaitan langsung dengan Falun Gong. Karena Da Ji Yuan sering menulis tentang Falun Gong, maka kami tahu jelas apa itu Falun Gong. Sebaiknya panitia sebelum menilai sesuatu itu baik atau buruk, dicari dulu kebenaran informasinya. Kedutaan adalah kepanjangan tangan dari partai komunis china (yang saat ini adalah partai tunggal yang memegang kekuasaan di RRC), sebagai pihak penganiaya Falun Gong, tentu akan memfintah praktisi Falun Gong, mengatakan bahwa Falun Gong ada kaitannya dengan politik, sayangnya pantia langsung percaya. Sebaiknya dicross check dulu dengan praktisi Falun Gong. Dan pelajarilah apa itu partai komunis dan kenali watak dasarnya, yang tidak percaya Tuhan sehingga berbohong, memfitnah dan membunuh juga tidak takut. Dalam hal ini kami juga mendapat keterangan dari salah satu panitia, bahwa kedutaan menempati posisi yang tinggi di Binus dalam struktur kepemimpinan, bahkan rektor juga harus mendengar dan tunduk pada kedutaan, selain itu kedutaan juga banyak mensponsori kegiatan kampus dan banyak kerjasama, jadi order dari kedutaan haruslah dijalankan, oleh karena itu kami tidak bisa menyalahkan pihak Binus, karena semua adalah tekanan dari pusat. Sama seperti nasib para polisi dan sipir penjara di China, mereka tidak tahu apa sebenarnya Falun Gong, tetapi harus menjalankan perintah pimpinan partai komunis china di China, harus percaya bahwa Falun Gong itu berpolitik dan terlarang, jadi praktisinya harus disiksa, bila dalam penyiksaan terbunuh pun laporkan saja sebagai bunuh diri. Tekanan dan paksaan seperti ini lazim terjadi di dunia. Pilihan hati kita, mau menuruti atau tidak. Tapi pilihan yang salah dapat membawa bencana, karena berbuat buruk pasti ada hukumannya dari Tuhan. Dihadapan uang dan kepentingan mungkin hati nurani manusia tidak bisa berfungsi, suara Tuhan dan kebenaran disisihkan. Jangan ikut-ikutan mendiskreditkan Falun Gong, cek dulu apakah yang dikatakan kedutaan itu betul, cek dari banyak sumber informasi, jangan hanya dari pihak penganiaya. Falun Gong adalah hanya sebuah olahraga senam meditasi yang juga mengolah watak manusia menjadi lebih Sejati-Baik-Sabar, bersamaan meningkatkan moralitas dan meninggalkan sifat-sifat buruk, tubuh dimurnikan sehingga penyakit berangsur sembuh dan tubuh menjadi sehat selalu. Tidak ada tujuan politik atau mengejar kekuasaan. Namun Partai Komunis menuduh praktisi Falun Gong yang ingin merebut kekuasaan, karena curiga melihat rakyat Tiongkok yang berlatih Falun Gong sangat banyak, pada tahun 1997 telah mencapai 100 juta orang, melebihi anggota PKC yang hanya 70 juta orang. Sejak 20 Juli 1999, Jiang Zemin mencap Falun Gong sebagai organisasi terlarang, dan dimulailah penindasan terhadap praktisi Falun Gong yang tak bersalah, korban kini sudah mencapai lebih dari 2500 orang. Betapa banyak anak-anak kecil kehilangan orang tuanya, suami/istri kehilangan pasangannya, dan keluarga tercerai berai karena penganiayaan. Apabila kita manusia, hati kita pasti tersentuh melihat kekejaman komunis ini. Apabila kita belajar dari sejarah, sejak dulu komunis (yang bukan ideologi asli bangsa tionghoa-itu adalah dari eropa timur dan baru berkuasa di Tiongkok pada tahun 1959), tak terhitung jumlah rakyat Tiongkok yang dibunuh, mulai dari pembunuhan tuan tanah, kaum intelektual, revolusi kebudayaan, mahasiswa di tian an men, sampai sekarang praktisi Falun Gong). Karena komunis tidak percaya Tuhan maka juga tidak percaya kalau berbuat jahat pasti ada hukuman dari Tuhan. Penyelidik Khusus PBB, Prof. Nowak telah mendapatkan bukti bahwa penganiayaan sungguh terjadi, begitu pula pengacara terkenal di Tiongkok, Gao Zhisheng telah terang-terangan membuat surat agar penganiayaan kepada praktisi Falun Gong dihentikan dan berjuang demi keadilan HAM, namun pemerintah PKC menutup kantor pengacaranya. Pemerintah PKC tidak hanya menganiaya praktisi Falun Gong, juga penganut agama Kristen dan Katolik. Lihat berita di : http://www.erabaru.or.id bahkan Pastor juga ditangkap. Semua fakta ini diungkap oleh Da Ji Yuan, The Epoch Times (versi Inggris) dan Erabaru (versi indonesia). Tentu PKC tidak senang bahwa kejahatannya diungkap, lalu menuduh media yang mengungkapkannya itu berpolitik. Kita lihat di Indonesia : koran bisa menulis apabila ada pihak pemerintah yang melakukan korupsi atau menganiaya rakyat. Media ini menulis agar kejadian ini terungkap luas agar penganiayaan dapat segera dihentikan. Namun kalau di RRC, sama sekali tidak ada kebebasan pers. Begitu ada pers yang mengungkap tentang pemerintah, pasti langsung dicabut izinnya karena dicap "berpolitik". Yang terjadi adalah, penindasan HAM di China kepada rakyat Tiongkok yang tak bersalah. Tuduhan bahwa Falun Gong organisasi terlarang, yang melarang adalah komunis. Yang dilarang komunis biasanya pasti yang baik. Lagipula Falun Gong hanya dilarang di China saja, karena partai komunis china sedang berkuasa disana. Di lebih dari 70 negara termasuk di Indonesia, ratusan juta orang berlatih dan mendapatkan manfaat dari Falun Gong (http://www.falundafa.org dan http://www.falundafa.or.id) Silakan mengadakan penelitian akan fakta ini. Bila Falun Gong jelek dan sesat pasti seluruh negara melarangnya. Mengapa sampai lebih dari ratusan juta orang berlatih dan berkembang di 70 negara? Karna ia adalah olahraga dan perbaikan watak manusia menjadi Sejati-Baik- Sabar, dan nyata manfaatnya bagi kesehatan. Tidak ada tujuan politik apalagi merebut kekuasaan pemerintah. Tuduhan "berpolitik" yang dilontarkan komunis kepada Falun Gong sama sekali tidak ada dasarnya. Dalam keadaan teraniaya, orang-orang yang ditindas oleh kediktatoran penguasa mengungkapkan keadaan sesungguhnya kepada masyarakat, memberitahu seluruh dunia. Namun PKC langsung berkata bahwa mengungkapkan penganiayaan sama dengan membicarakan pemerintah, sama dengan berpolitik. Ini cara berpikir yang tidak tepat namun telah dipaksakan masuk ke dalam otak semua orang. Apabila begitu, pastilah si penganiaya bisa bebas terus memperpanjang penganiayaan. Begitu ada yang mengungkap, langsung dituduh berpolitik. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat meluruskan fitnahan yang tidak benar. Sebelum mempercayai apa yang dikatakan partai komunis, selidikilah kebenaran terlebih dahulu. Kemarin sewaktu bertemu Rektor, beliau berkata memang berpikiran bahwa Falun Gong memang sesat karena itulah yang dikatakan kedubes. Namun beliau mau mendengar klarifikasi fakta dari pihak Dajiyuan, yang tahu jelas apa itu Falun Gong karena sering menulis berita tentang penganiayaan yang mereka alami. Dajiuyuan menjelaskan juga mengapa PKC ingin menindas Falun Gong, seperti yang dijelaskan diatas. Rektor mau menerima bahan-bahan klarifikasi, kliping berita dan fakta sesungguhnya. Hal ini positif karena berarti pihak Binus telah mau mendengar informasi dari dua sisi, tidak hanya dari pihak yang menindas, juga mendengar dari yang tertindas. Dalam hal ini salut untuk Binus, walaupun pernah salah langkah menuruti perintah pkc, tapi juga mau untuk memperbaiki dan mempelajari fakta kebenaran. Mungkin posisi Binus agak sulit karena dalam banyak hal kedubes membantu universitas dalam segala hal dan banyak kerjasama yang dilakukan, tapi tidak berarti apa yang mereka benci, kita juga harus ikut-ikutan membenci, apa yang pkc anggap politik kita juga ikut menganggap politik. Kita harus netral, jangan terlalu terpengaruh akan apa yang mereka katakan, harus dicek dulu kebenarannya dari berbagai sumber, jangan diintervensi oleh pkc. Kita punya keyakinan sendiri yang teguh kepada Tuhan, adil, bijaksana dan mau mendengar dari banyak sisi, menggali dari banyak informasi. Adik-adik mahasiswa, jangan langsung percaya apa yang dikatakan partai komunis. Kita percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memperhatikan setiap apa yang kita lakukan, baik atau buruk pasti ada pahala atau hukumannya. Salam Erabaru (Dajiyuan versi Indonesia) [EMAIL PROTECTED] *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._* Owner dan Moderator mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek bagi yang merayakannya Wishing you a Happy and Properous New Year *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._* BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
