rsembel <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [EMAIL PROTECTED]
From: "rsembel" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Fri, 13 Jan 2006 10:37:32 -0000
Subject: [Smart WISDOM e-newsletter] MENDOBRAK HAMBATAN KREATIVITAS
Netter Smart WISDOM yth,
Berikut ini artikel ManDiri di Sinar Harapan beberapa bulan lalu.
salam,
Roy Sembel
=== e-newsletter Smart WISDOM ===
WISDOM, WEB, WEALTH, HEALTH, AND HAPPINESS
If you embrace possibility thinking, your dreams will go from molehill to
mountain size, and because you believe in possibilities, you put yourself in
position to achieve them.
(Jika Anda merangkul cara berpikir yang selalu melihat pada kemungkinan, maka
perwujudan mimpi Anda akan berkembang dari kemungkinan yang hanya sebesar tahi
lalat menjadi sebesar gunung, dan karena Anda percaya akan kemungkinan, Anda
memampukan diri Anda untuk mewujudkan mimpi tersebut)
John C. Maxwell, Leadership expert
*** WISDOM ***
7 Hambatan Untuk Menjadi Kreatif
Oleh:
Prof. Roy Sembel,
Direktur MM Finance and Investment, Universitas Bina Nusantara
Sandra Sembel, Pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
([EMAIL PROTECTED])
Siapa bilang kreativitas hanya milik para seniman? Siapa bilang kreativitias
hanya milik orang muda? Siapa bilang orang sukses saja yang kreatif? Menurut
Carol K Bowman (Creativity in Business), setiap orang memiliki kreativitas.
Bahkan, mereka yang sudah di atas 45
tahun sekalipun masih dianugerahi kemampuan untuk menjadi kreatif.
Pendeknya, selama otak masih berfungsi, kreativitas masih mengalir dalam diri
seseorang. Lalu, jika demikian mengapa banyak orang belum mampu memanfaatkan
kreativitas mereka secara optimal?
Ternyata ada banyak hambatan untuk menjadi kreatif, 7 diantaranya dapat Anda
simak disini. Kenali hambatan-hambatan tersebut, siapa tahu beberapa
diantaranya dapat Anda temukan disini? Lalu ambilah strategi dan tindakan untuk
mengasah kembali daya kreativitas Anda.
Hambatan 1: Rasa Takut
"Mengapa kamu tidak mencoba cara baru saja untuk menyelesaikan pekerjaan ini
dengan lebih cepat?" "Ah, saya takut gagal. Kalau saya gagal atau salah, saya
pasti dimarahi, bos! Jadi lebih baik saya kerjakan saja sesuai dengan yang
diperintahkan." Yah, rasa takut
gagal, takut salah, takut dimarahi, dan rasa takut lainnya sering menghambat
seseorang untuk berpikir kreatif. Tahukah Anda bahwa Abraham Lincoln sebelum
menjadi presiden, berkali-kali kalah dalam
pemilihan sebagai senator dan juga presiden? Tahukah Anda bahwa Spence Silver
(3M) yang gagal menciptakan lem kuat, akhirnya menemukan `post-it' notes?
Hambatan 2: Rasa Puas
"Mengapa saya harus coba sesuatu yang baru? Dengan begini saja saya sudah
nyaman." "Saya sudah sukses. Apa lagi yang harus saya cemaskan?" Ternyata bukan
masalah saja yang bisa menjadi hambatan.
Kesuksesan, kepandaian dan kenyamananpun bisa jadi hambatan. Orang yang sudah
puas akan prestasi yang diraihnya, serta telah merasa nyaman dengan kondisi
yang dijalaninya seringkali terbutakan oleh
rasa bangga dan rasa puas tersebut sehingga orang tersebut tidak terdorong
untuk menjadi kreatif mencoba yang baru, belajar sesuatu yang baru, ataupun
menciptakan sesuatu yang baru. Apple Computer yang
pernah menjadi nomor satu sebagai produsen komputer, pernah tergilas oleh para
pemain baru di industri ini karena Apple telah terpaku pada keberhasilannya
sebagai yang nomor satu, sehingga menjadi lengah untuk menawarkan sesuatu yang
baru pada target pasar sampai
perusahaan ini terhenyak dengan munculnya pesaing yang berhasil menggeser
kedudukan Apple. Namun, belajar dari kesalahan, Apple berusaha bangkit kembali
dengan produk-produk baru andalan mereka.
Hambatan 3: Rutinitas Tinggi
"Coba-coba yang baru? Aduh mana sempat? Pekerjaan rutin saja tidak ada
habis-habisnya." Apakah kalimat ini pernah Anda ucapkan? Jika ya, berarti
rutinitas pernah menjadi hambatan bagi Anda untuk memanfaatkan kemampuan Anda
untuk berpikir kreatif. Mungkin Anda perlu menyisihkan waktu khusus untuk
mengisi `kehausan' Anda akan kreativitas, misalnya baca buku tiap minggu (anda
bisa menemukan ide brilian yang bisa Anda adaptasi, atau perbaiki), perluas
lingkungan sosial Anda dengan mengikuti perkumpulan-perkumpulan di luar
pekerjaan Anda (siapa tahu Anda bertemu dengan orang-orang yang bisa mendukung
Anda ke jenjang sukses). Tahukah Anda bahwa Mariah Carey sengaja menyisihkan
waktu dari kegiatan rutinnya sebagai penyanyi latar untuk memperluas
pergaulannya? Mariah berusaha masuk ke
lingkungan pergaulan para petinggi di dunia musik internasional sebelum
akhirnya bertemu dengan produser musik yang bersedia mensponsori album
pertamanya yang langsung menjadi hit dunia?
Hambatan 4: Kemalasan Mental
"Untuk mencoba yang baru berarti saya harus belajar dulu. Aduh, susah. Terlalu
banyak yang harus saya pelajari. Biar yang lain saja yang belajar." "Memikirkan
cara lain? Wah, sekarang saja sudah banyak
yang harus saya pikirkan. Lagipula memikirkan cara baru bukan tugas saya,
biarlah atasan saya saja yang memikirkannya." Ini merupakan beberapa contoh
kemalasan mental yang menjadi hambatan untuk berpikir kreatif. Tidak heran jika
orang yang malas menggunakan kemampuan otaknya untuk berpikir kreatif sering
tertinggal dalam karir dan prestasi kerja oleh orang-orang yang tidak malas
untuk mengasah otaknya guna memikirkan sesuatu yang baru, ataupun mencoba yang
baru.
Tahukah Anda bahwa Thomas Alva Edison tidak berhenti berusaha untuk
memikirkan cara yang lebih baik dari eksperimen sebelumnya sampai puluhan kali
sebelum akhirnya ia menemukan lampu pijar? Bayangkan apa
yang akan terjadi jika pada kegagalan pertama, Edison malas berpikir untuk
mengasah kreativitasnya dan melanjutkan ke eksperimen-eksperimen berikutnya?
Kesalahan 5: Birokrasi
"Saya bosan menyampaikan ide lagi. Ide saya yang enam bulan lalu saya
sampaikan, belum ada kabarnya apakah diterima atau tidak?" Seringkali karyawan
atau pelanggan mengeluh karena ide atau usulan mereka tidak
ditanggapi. Hal ini bisa saja terjadi karena proses pengambilan keputusan yang
lama, atau karena proses birokrasi yang terlalu berliku-liku. Kondisi seperti
ini sering mematahkan semangat orang untuk berkreasi ataupun menyampaikan ide
dan usulan perbaikan.
Biasanya semakin besar organisasi, semakin panjang proses birokrasi, sehingga
masalah yang terjadi di lapangan tidak bisa langsung terdeteksi oleh top
management karena harus melewati rantai birokrasi
yang panjang. Belajar dari pengalaman dan hasil studi di bidang manajemen,
banyak organisasi dunia yang sekarang memecah diri menjadi unit-unit bisnis
yang lebih kecil untuk memperpendek birokrasi agar
bisa lebih gesit dalam berkreasi menampilkan ide-ide segar bagi para pelanggan
ataupun dalam kecepatan mendapatkan solusi.
Kesalahan 6: Terpaku pada masalah
Masalah seperti kegagalan, kesulitan, kekalahan, kerugian memang menyakitkan.
Tetapi bukan berarti usaha kita untuk memperbaiki ataupun mengatasi masalah
tersebut harus terhenti. Justru dengan adanya masalah, kita merasa terdorong
untuk memacu kreativitas agar
dapat menemukan cara lain yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif. Tahukah
Anda bahwa Colonel Sanders menghadapi kesulitan dalam menjual resep ayam goreng
tepungnya? Namun, ia tidak terpaku pada kesulitan tersebut, ia memanfaatkan
kreativitasnya sampai
akhirnya ia mendapat ide untuk menggunakan sendiri resep tersebut dengan
mendirikan restoran cepat saji dengan menu utama ayam goreng tepung. Idenya ini
terbukti manjur membukukan suksesnya sebagai salah
satu pebisnis waralaba terbesar di dunia.
Kesalahan 7: "Stereotyping"
Lingkungan dan budaya sekitar kita yang membentuk opini atau pendapat umum
terhadap sesuatu (stereotyping) bisa juga menjadi hambatan dalam berpikir
kreatif. Misalnya saja pada zaman Kartini, masyarakat menganggap bahwa sudah
sewajarnyalah jika wanita tinggal di rumah
saja, tidak perlu pendidikan tinggi, dan hanya bertugas untuk melayani keluarga
saja, tidak usah berkarir di luar rumah. Apa jadinya jika wanita-wanita hebat
seperti Kartini, Dewi Sartika, Tjut Njak Dhien menerima saja semua pandangan
umum yang berlaku di
masyarakat saat itu? Mungkin Indonesia tidak akan pernah menikmati jasa yang
diperkaya oleh keterlibatan para wanita profesional, misalnya: mendapatkan
layanan dokter wanita, menikmati kreasi arsitek
dan seniman wanita, mendapatkan hasil didikan guru wanita, mengirim diplomat
wanita sebagai duta Indonesia, atau bahkan dipimpin oleh seorang presiden
direktur, bahkan presiden (pimpinan negara) wanita.
Kreativitas memang masih harus ditunjang dengan senjata sukses lainnya. Tetapi,
orang yang memiliki dan bisa mengoptimalkan kreativitas mereka bisa menggeser
mereka yang tidak memanfaatkan kreativitas mereka.
Lalu, bagaimana jika Anda mengalami hambatan untuk mengoptimalkan kreativitas
Anda? Tidak perlu panik. Kenali hambatannya, atasi, dan ambil tindakan untuk
mengasah kembali kreativitas Anda. Kreativitas
itu ibarat sebuah intan, semakin diasah semakin berkilau. Jadi sudah siapkah
Anda untuk membuat kreativitas Anda agar semakin berkilau?
Selamat mencoba
==========edited================
---------------------------------
Yahoo! Photos Showcase holiday pictures in hardcover
Photo Books. You design it and well bind it!
[Non-text portions of this message have been removed]
*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*
Owner dan Moderator mengucapkan
Selamat Hari Raya Imlek bagi yang merayakannya
Wishing you a Happy and Properous New Year
*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*
BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/binusnet/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/