Bahagia No 1 di Dunia Pada hari Sabtu pagi (28/1/06), aku melihat siaran berita di Metro TV yang menuliskan bahwa berdasarkan survey tahun ini Bangladesh menduduki rangking tertinggi untuk negara yang warga-negaranya paling bahagia sementara negara Paman Sam menduduki rangking ke 46. Tergelitik dengan berita tersebut saya mencoba menelusuri kenapa hal itu bisa terjadi. Pada tahun 2002 Indonesia sempat juga menduduki rangking tertinggi dan sementara negara Jepang dan Korea yang paling banyak mengalami stress atau kekecewaan, serta terbanyak penduduknya yang bunuh diri, saya baca berita tersebut di harian terkemuka di Kawasan Negara-negara Teluk, Gulf News, yang terbit di Dubai, sayangnya sumbernya tidak ditulis.
Negara Bangladesh adalah negara miskin, yang memisahkan diri dari negara Pakistan pada tahun 1971. Agama yang dianut Muslim 83%, Hindu 16%, other 1% (1998), dan Income Per Kapita purchasing power parity - $1,750 (2001 est.). Sementara itu negara Amerika Serikat adalah negara kaya, dengan ragam agama Protestant 56%, Roman Catholic 28%, Jewish 2%, other 4%, none 10% (1989), data ini saya ambil dari CIA the world fact book , update terkahir 19 Maret 2003. Data diatas diambil untuk menggambarkan gaya hidup (way of life) dari masing-masing negara. Gaya hidup orang Bangladesh dengan Indonesia tidaklah jauh berbeda, saya pernah satu bulan hidup bersama mereka dalam satu rombongan Asia Selatan, pada saat pergi ke Saudi Arabia untuk menunaikan rukun Islam ke lima, tahun 1991, maklum saja saya pergi ke sana seorang diri menggunakan passport hijau, dalam rombongan itu hanya saya sendiri orang Indonesia dan dua orang Burma. Di rombongan tersebut saya merasakan seperti hidup kembali pada masa tahun 1970 saat aku masih di kampung. Pada umumnya, mereka menggunakan baju putih khas tradisional mereka (khurta), mengenakan kain sarung dan topi putih. pagi sarapan roti cane (parota), siang makan nasi, malam makan roti chane lagi, dengan minum chai (teh campur susu, sejenis dengan teh tarik Malaysia). Di kelompok mereka saya belajar banyak terutama makan bersama seperti kenduri setiap kali jam makan tiba. Hidup kami menjadi hidup koloni tidak lagi individualis. Pertama sekali sulit beradaptasi tetapi setelah tiga-empat hari sudah bisa beradaptasi, menurut mereka itulah hidup islami yang sejati yang sudah di tinggalkan orang muslim Indonesia, sudah tidak ada lagi penggolongan berdasarkan derajat, "duduk sama rendah berdiri sama tinggi". Kembali lagi ke masalah kebahagiaan, kehidupan orang-orang Amerika adalah kehidupan individualistis yang menekankan ke bahagian materialistis, sementara orang Bangladesh adalah kehidupan komunitas yang menekankan hidup bersosial. Tentu saja orang Amerika lebih menekankan ego individu untuk mencapai kebahagiannya, sementara orang Bangladesh nilai spiritual agama lebih diutamakan, sehingga nilai materialistis menjadi luntur, sulit untuk dikatakan diutamakan, padahal kebahagiaan adalah pencapaian harapan, sementara stress atau kekecewaan biasanya terjadi akibat dari harapan tidak tercapai. Diibaratkan pada radio, sebagai contoh sederhana, orang Bangladesh cukup bahagia menerima sinyal radio dengan gelombang Gelombang Pendek (SW), sementara orang Amerika harus frekwensi modulasi (FM) baru bahagia, jadi ibarat sorga itu tujuh tingkatan maka ada juga nilai kwalitas kebahagian, tentu saja alangkah salah apabila kebahagiaan diukur dengan kwantitas materi, karena kebahagian adalah kwalitas spiritual. Maukah anda berbahagia ? lepaskan ego (nafsu amarah) dan datangi jiwa yang tenang, itulah kebahagiaan sejati. Tentang Amarah bisa di klick di sini.. (http://ferrydjajaprana.multiply.com/journal/item/36) Semoga kita juga berbahagia, bukan saja di dunia tapi juga di akherat... Amin. Salam, http://ferrydjajaprana.multiply.com *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._* Owner dan Moderator mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek bagi yang merayakannya Wishing you a Happy and Properous New Year *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._* BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
