he..he... apa masih ada tuh orang kristen kaya gitu ...
terus terang saya pernah baca di tabloid kristen " JEMAAT" dan Majalah 
Kristen saya lupa merek Majalah kristen tersebut yang membahas tentang 
Imlek, ya memang mereka memang mengatakan " Haram", Asli saya kecewa sekali 
membaca Artikel tersebut, Imlek kok di Larang Sama Kristen, tapi itu dulu 
loh tahun 1998 - 1999 - 2000, tapi Sejak Tahun baru Imlek di jadikan Hari 
Raya Nasional di Indonesia, oleh Gusdur, MegaWati, dan Kelompok TiongHua, 
Tidak kedenganran lagi tuh !!, bahkan Sodara saya, yang Gara-2 masuk Kristen 
dan jadi males-2 an Merayakan Imleknya Jadi Semagat Lagi, dan ikut merayakan 
!!

saya juga bingung kalo denger Orang Tiong Hua, mata sipit, kulit putih, Asli 
kaya orang cina kok kaga ikut Imlek, kedengarannya Aneh gitu, spt .."  Sorry 
saya Tidak Ikutan ..... " Bahhhhh .....

So orang Tiong Hua Jangan gara-2 masuk Kristen, jangan lupa, dan jangan 
merasa haram ikut Imlek
saya juga orang Kristen, dan taat Ber ibadah, so Tapi saya Asli Loh Ikut 
IMLEK..

Gong xi Fat Choi .... Binus ,,








----- Original Message ----- 
From: "Isak Rabin" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[email protected]>; "Bluejackets" 
<[EMAIL PROTECTED]>; "Binus SGP" <[EMAIL PROTECTED]>; 
<[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, January 27, 2006 10:47 PM
Subject: [BinusNet] Fwd: [alumni99] Fatwa Haram Bagi Imlek [OOT]


> Pada saat menjelang hari raya tahun Baru Imlek, bermunculan "Badut-badut
> Kristen", yang menberikan Fatwa, bahwa turut merayakan hari tahun Baru 
> Imlek
> itu haram bahkan dosa! Dan lucunya para "Badut-badut Kristen" tersebut
> kebanyakan datangnya dari golongan etnis Tionghua sendiri oleh sebab 
> itulah
>
> mang Ucup menilai, bahwa mereka ini memiliki berkepribadian ganda ato
> kepribadian terpecah (split
> personality) ala Dr Jekyl & Mr Hyde atau dalam bhs Inggrisnya disebut -
> Golongan "Christian Go-Block" !
> Kenapa demikian ?
>
>
> Sejak brol lahir s/d masuk liang lahat sekalipun, mang Ucup tetap azah
> keturunan Tionghua, padahal sudah puluhan tahun owe bermukim di Eropa dan
> jadi WN Jerman, tetapi tetap azah tidak bisa berobah jadi bule tuh, begitu
> juga dengan selera! Perut owe menuntut harus ketemu nasi setiap hari.
> Disamping itu, warna kulit maupun mata owe juga, tidak pernah bisa robah
> tuh, walaupun di paspor udah dinyatakan jadi WN Jerman tulen sejak 30 
> tahun.
> Mungkin karena dari sononya bukan Shio Ular kali !
>
> Begitu juga dengan agama yang saya anut Kristen, walaupun sudah di mandi
> celup bahkan di bilas berkali-kali, tetap azah warna kulit saya tidak 
> pernah
> bisa berubah sedikit pun juga, begitu juga dengan nama di paspor tetap 
> azah
> sama Nio Tjoe Siang.
>
> Padahal Pdt saya udah menyatakan dan mem-brain washing saya, bahwa
> sebenarnya saya ini udah lahir baru, hanya sayangnya wajah maupun warna
> kulit saya tidak pernah bisa berubah jadi mirip seperti Om Yudas, padahal 
> ia
> itu adalah rasul idolanya mang Ucup tuh.
>
> Apakah kalau saya sudah jadi Kristen, berarti saya diwajibkan untuk
> menginkari leluhur saya? No Way!
>
> Apakah k arena saya sudah jadi orang Kristen berarti saya diwajibkan untuk
> melupakan tradisi maupun kebudayaan saya, dimana tahun baru Imlek diganti
> oleh Hari Tahun Baru Yahudi Rosh Hashanah pada tgl. 23 Sep.
> yang akan dtg?
> Tidak! Kalho kagak percaya, kudu baca tuh Alkitab; jangan hanya sekedar
> dijadikan buat pengganjel pintu doang.
>
> Hai Yudas, lho boleh dimandiin, dicelup & di bilas ribuan kali, bahkan di
> masukin ke mesin cuci dengan rinso Anti Noda sekalipun, warna kulit lho,
> jangan harap bisa berobah, terkecuali kalho kulit lho mo dibeset jadi
> bangkong suikeh eh maksud saya seperti si ireng Mikel Jekson.
>
> Agama itu mirip pakaian, semua orang dilahirkan dalam keadaan telanjang,
> tidak ada satu manusiapun yang dilahirkan sebagai pemeluk agama tertentu.
> Mang Ucup dilahirkan bukan sebagai Kristen, melainkan sebagai seorang
> keturunan etnis Tionghua, setelah lewat setengah abad baru jadi penganut
> agama Kristen.
>
> Dan agama apapun yang m ereka anut, setiap saat apabila kurang cocok bisa
> azah dilepas dan diganti seperti juga dengan pakaian, tetapi warna kulit
> maupun orang tua kita tidak akan bisa diganti, sampai kita modyaaa...ar
> sekalipun, ini akan tetap sama terus.
>
>
> Tapi mang, kata Pdt Gw, kalho merayakan tahun baru Imlek, itu sama azah
> seperti juga main mata ato berselingkuh dengan si setan sehingga nantinya
> bisa2 Lho di kirim ke Giam Lo Ong untuk dipanggang sampai gosong dan
> dijadikan Samseng disana.
>
> Itu namanya Monapik tingkat 12 alias udah 'nggak ketolongan lagi 
> Geblek-nya,
> renungkanlah dengan akal sehat Anda, lebih dari 80% manusia di kolong 
> langit
> ini merayakan pesta tahun baru pada tgl. 1.1.2006, tanpa pernah ada yang 
> mo
> mikirin pake jidatnya, bahwa tgl 1 bulan 1 itu adalah kalender Masehi atau
> kalendernya umat Kristen, sampai komplit di bubuhkan perkataan Masehi 
> segala
> macam!
>
> Tetapi kenyataannya, tidak ada penganut agama di dunia ini yang
> meng-haramkan atau merasa ketakutan umatnya menjadi Kristen, karena turut
> merayakan tahun baru Masehi, entah mereka itu penganut agama Hindu, Budha
> maupun Islam Fundamentalis sekalipun juga, kok wong Kristen ketakutan 
> banget
> sih? Bahkan di Tiongkok yang anti Kristen sekalipun sejak tahun 1912 
> mereka
> secara resmi sudah menggunakan penanggalan Masehi, tanpa adanya phobie di
> kristianisasikan !
>
> Apakah Allah -Nya umat Kristen kurang Pe-De ato Kurang Sakti sehingga
> ketakutan umat-Nya digaet oleh aliran agama lain, gara2 hanya mo merayakan
> tahun baru Imlek?
> Apakah para sesepuh Kristen itu wong Paranoid semua yang sudah saatnya 
> harus
> dipindahkan ke RS Jiwa Grogol?
>
> Kita jangan bicara juta lagi, sebab perkataan juta itu udah ora laku lagi
> Mas, terutama bagi para koruptor, kita bicara nilai M azah ato Milyar,
> berapa milyar manusia di kolong langit ini; yang setiap tahunnya turut
> merayakan tahun baru Masehi tanpa mempunyai pradu ga secuil pun juga untuk
> di kristianisasikan, karena mereka turut merayakan pesta tahun baru Masehi
> tersebut.
>
> Tidak pernah tersirat sedikit pun juga di dalam benak mereka, bahwa pada
> saat merayakan tahun baru tgl.
> 1.1.2006, bahwa ini ada kaitannya dengan Yesus, termasuk orang Kristen nya
> sendiri! Tetapi kok aneh bin lucu, begitu kita mau merayakan tahun baru
> Imlek ato tahun kelahirannya Kong Hu Chu ini menjadi satu polemik ato
> permasalahan berat??
>
> Setelah kita lahir baru menjadi orang Kristen, apakah identitas saya 
> sebagai
> orang Tionghua kudu turut dihapus, dilupakan bahkan dikubur?
>
> Apakah sebagai wong Kristen kita harus melupakan budaya maupun leluhur 
> kita?
> Apakah sesudah menjadi orang Kristen saya harus menjadi wong Londo yang
> berbudaya kebaratan ato menjadi wong Yahudi untuk mengikuti budaya dan
> tradisi mereka, sehingga semua yang berbau budaya Tionghua seperti Imlek
> harus di delete dan tidak boleh dirayakan lagi, seb ab sudah di fatwa 
> haram,
> sehingga
> boro2 merayakan Imlek, makan Bacang dan ronde azah udah di fatwa haram.
>
> Aneh bin nyata banyak orang Kristen Tionghua yang menilai hari Raya Imlek
> itu haram, tetapi kebalikannya kenapa mereka mo turut merayakan
> "Valentine-day", "Thanksgiving Day" bahkan "Halloween".
>
> Mereka merasa untuk menjadi seorang Kristen yang baik diwajibkan untuk
> melupakan budaya leluhurnya yang sudah ribuan tahun turun temurun usianya,
> tetapi tanpa ada rasa canggung sedikitpun juga; mereka turut merayakan
> budayanya wong Bule.
> Malu atuh euuuu..uy !
>
> Hitler telah berusaha untuk menghancurkan budaya dan etnis Yahudi dengan
> membantai lebih dari enam juta orang Yahudi. Apakah mungkin ada baiknya 
> bagi
> para Kristen Bodor ini, perkataan Haleluyah dirubah saja menjadi jadi Heil
> Hitler ? Dan daripada pergi berziarah ke Yerusalem sebaiknya pergi ke
> Auschwitz sono?
>
> Oleh sebab itulah, apabila Anda tidak merasa malu untuk mengaku sebagai
> keturunan Tionghua, maka saya mohon oret-oretan mang Ucup ini turut di 
> sebar
> luaskanlah.
>
> Oret-oretan ini ditulis setelah menegak habis satu botol arak merek:
> Confucius Family Spirit, yuuu.uk kita bersulang untuk budaya maupun 
> leluhur
> kita, gleee...ek, glek, glek, heiiii.iyah lekernya aroma arak ini !
>
> Wang U Chup - By Race I am Chinese and By Grace I am Christian
> Email: [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: www.mangucup.net
>
>
> --
> Always Smile and Have a Nice Days,
> Isak Rabin
>
>
> *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*
> Owner dan Moderator mengucapkan
>
> Selamat Hari Raya Imlek bagi yang merayakannya
>
> Wishing you a Happy and Properous New Year
> *._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*
>
> BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
> Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar
>
>
> Stop or Unsubscribe: send blank email to 
> [EMAIL PROTECTED]
> Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
> 




*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*
Owner dan Moderator mengucapkan

Selamat Hari Raya Imlek bagi yang merayakannya

Wishing you a Happy and Properous New Year
*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar


Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke