I'm leaning more towards this one:
http://www.boston.com/news/globe/editorial_opinion/oped/articles/2006/02/05/we_are_all_danes_now/

It's a good article. Hope to open some minds.


KOkon.

--- In [email protected], verri DJ <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tuhan Saja Ada Gambarnya Kenapa Nabi Tidak?
> 
> Dalam suatu test uji memori yang bersifat subyektif diselengarakan oleh 
> saya, diikuti oleh satu orang yaitu saya sendiri. Test uji memori itu 
> caranya sederhana dengan mengetuk dua ketukan untuk dua huruf  dengan 
> interval  empat detik. Test dimulai, tugasnya menerjemahkan dua huruf, 
> pertama, AW, otak saya menerjemahkan secara bebas  AW itu American
Warteg 
> atau restoran saji Amerika, BW = itu Black and White atau foto hitam
putih, 
> CW bayangan saya menjelaskan tentang wanita muda, demikin mengikuti
abjad 
> sampai VW fikiran saya tertuju pada mobil kodok bikinan Jerman
sampai ZW 
> itu terjemahan abjad terakhir yaitu Zet Weeeeeee!! : ) ,  kesimpulan
dari 
> test itu adalah bahwasannya huruf-huruf mampu menerabas fikiran
sehingga 
> mengundang terbukanya record atau file memory semasa kita hidup. 
> Demikianlah, pada dunia spiritualpun sama, sepanjang kehidupanku  yang 
> kebetulan Islam karena keturunan, dan telah beredar di muka bumi ini
selama 
> 14,600 hari, belum pernah terfikir dalam benak tentang gambar Nabi
Muhammad 
> SAW beserta Allah SWT, tiba-tiba belum lama berselang  disodorkan sosok 
> nabi yang bernama Muhammad SAW digambarkan dalam ujud kartun, tentu
sangat 
> mengejutkan dan mengecewakan.
> 
> Boleh jadi nabi  dan Allah dalam agama selain Islam bisa divisualkan, 
> tetapi dalam Islam sangat diharamkan, karena dikuatirkan akan menjadi 
> Syirik, sehingga umatnya menyembah bukan lagi kepada Allah SWT yang
hakiki, 
> tetapi pada gambaran ujud manusia.
> 
> Penggambaran Nabi Muhammad SAW  yang dimuat pada koran Denmark Jylland 
> Posten sangatlah menyakitkan hari umat muslim, permintaan penghentian 
> penayangan sudah dilontarkan oleh umat muslim Denmark, akan tetapi
tidak 
> diindahkan dengan alasan kebebasan berpendapat. Penayangan kartun
nabi juga 
> dimuat di La Stampa koran Italia, El Periodico Spanyol, juga France
Soir 
> dari Perancis. Seakan-akan bangsa Eropah mendukung kebebasan
berpendapat 
> yang kebablasan, bebas lepas dan mutlak. Pagi ini (06/02) saya
melihat dua 
> kedutaan besar Denmark dibumi hanguskan di Damaskus Ibukota Syria
dan di 
> Libanon, sebagai ungkapan kebebasan umat muslim Syria dan Libanon,
itu juga 
> merupakan ungkapan bebas tanpa batas umat muslim di sana. Benarkan 
> kebebasan bereksperesi itu harus bebas dan mutlak? Masing-masing
memeliki 
> argumen kebenaran sendiri.
> 
> Gambar Tuhan
> 
> Dibawah tulisan "Ya, kami berhak menggambar Tuhan", France Soir
memasang 
> gambar kartun Tuhan dalam Agama Budha, Yahudi Kristen, dan Islam.
Beberapa 
> kartun menampilkan Nabi Muhammad, salah satunya memperlihatkan Tuhan
Agama 
> yang lain dengan mengatakan "Jangan Mengeluh Muhammad, kami semua
seudah 
> digambar dalam karikatur".
> 
> Untuk mengetahui sejarah penggambaran tuhan, saya mencoba membuka
beberapa 
> buku yang saya miliki, buku-buku karya maestro kelas dunia, Pertama, 
> "Tangan Tuhan" karya Fresko yang dilukis pada gereja San Clement,
Barcelona 
> Spanyol, dilukis pada abad ke delapan. Ke dua, gambar "Allah
menyelamatkan 
> Maria atas Binatang Berkepala Tujuh" karya Albrecht Duerer",
ditandatangani 
> pelukisnya pada tahun 1498, Ke tiga lukisan Michel Angelo
(1508-1512) di 
> Capella Sixtina, Roma, dengan judul "Yahweh Sedang mengantarkan Hawa di 
> pelukanNya kepada Adam", dan William Blake (1757-1827) menggambarkan
Tuhan 
> sedang memegang parser dan diberi judul "Tuhan menciptakan bumi",
terakhir 
> pada tahun 1922, Ernst Barlach, menggambar sosok  manusia dengan wajah 
> kelelahan dengan diberi judul  "Tuhan", itu gambar Tuhan yang 
> disembah-sembah umat bebas sekali dilukiskan sesuai imajinasi
pelukisnya. 
> Sementara itu Jesus Kristus banyak sekali dilukis dalam berbagai
keadaan, 
> bahkan kawan saya sendiri seorang pelukis memilih karya yang dibuat
adalah 
> spesialis Jesus Kristus.
> 
> Era post modern adalah era globalisasi, era abad 21, pada jaman ini
nyaris 
> terjadi  dekadensi teologis yang sempat menghilangkan kepercayaan
terhadan 
> Dzat Sang Pencipta. Ruhani manusia yang dahulu mampu berhubungan dengan 
> tuhan secara ruhani, kini tidak lagi kecuali orang tertentu. Zaman
sekarang 
> "akal" adalah sebagai sang pembimbing, yang memanipulasi "kenyataan" 
> menjadi "khayalan" belaka.
> 
> Mari kita masuk pada zaman Bani Israil, pada zaman tersebut wujud Tuhan 
> dihayati sebagai 'Dzat Ruhani", kebudayaan berkembang, kemudian pada
abad 
> delapan sosok tuhan mulai 'dimaterialkan' dengan dalih sosialisasi dan 
> membumikan firman tuhan atau bahasa lainnya sebagai ekspressi bebas
para 
> penghayal. Sebagai akibatnya Allah Yang Maha Agung dengan segenap 
> kemuliaannya dipaksa berwujud sesuia imajinasi nakal manusia.
Keberadaan 
> Tuhan Yang Maha hidup dan Berdiri Sendiri tiba-tiba menjadi sosok orang 
> yang sudah tua, berwajah lelah demikianlah yang dilukiskan oleh Ernst 
> Barlach. Tidak mengherankan apabila filuf eksistensialisme William 
> Friedrich Nietche dalam bukunya "Sabda Zarachustra" menyebutkan
bahwa Tuhan 
> telah tua renta dan telah mati. Konon pikiran Nietche ini didasarkan
pada 
> pengetahuan tentang ketuhanan dan keimanan di negara barat sana yang 
> nampaknya tidak mampu mengadakan hubungan ruhani dengan Sang Pencipta. 
> Pengetahuan tentang ketuhanan telah merosot jauh dan mencapai jurang 
> kesesatannya.
> 
> Demikianlah kesesatan demi kesesatan secara halus dibuat orang barat 
> sehingga akalnya sudah tidak tahu lagi mana yang sesat mana yang tidak, 
> karena kini akalnya sudah menjadi tuhannya.
> 
> Kembali lagi ke masalah kartun Nabi Muhammad SAW, kebebasan pers 
> berpendapat tentunya tidak berarti kebebasan dalam menghina simbol
mulia 
> milik orang lain, karena orang lain seperti juga barat, memiliki hak
azasi 
> manusia yang sama untuk tidak dilecehkan. Sangatlah jelas perilaku 
> segelintir mereka (saya tidak menganggap semuanya) perilaku mereka,
kita 
> dapat saksikan mereka masyarakat yang modern, yang menghormati orang
lain, 
> tetapi kenyataan membuktikan, penghormatan kepada orang lain itu hanya 
> ditujukan untuk mereka. Apa yang pernah ditayangkan tentang kedamaian 
> beragama di Denmark, seminggu lalu di metro TV hanya merupakan
propaganda 
> murahan, tidak ada toleransi dan saling menghargai seperti apa yang 
> digembor-gemborkan mereka, tidak seperti apa  yang mereka harapkan dari 
> orang lain dalam memperlakukan mereka. Perdana Menteri (PM) Denmark
Anders 
> Forgh Rasmussen baru minta maaf setelah kedutaannya di Indonesia
dikirim 
> telor busuk dan tomat busuk oleh Forum Pembela Islam (FPI), dan di dua 
> negara Syria dan Damaskus kantor kedutaannya dibakar, sebelumnya telah 
> bersikeras bahwa kebebasan itu mutlak, aksi protes muslim di seluruh
dunia 
> masih berlangsung hingga saat ini.
> 
> Nasi sudah jadi kerak, tidak lagi menjadi bubur, ternyata kebebasan 
> menyampaikan pendapat memang harus dihormati, namun bukan berarti
kebebasan 
> yang bersifat absolut, tetapi kebebasan yang bertanggung jawab, yang
hakiki.
> 
> Semoga Allah Yang Maha Bijaksana, memaafkan dan memberikan petunjuk
kepada 
> insan yang telah berlaku dzalim, agar kembali ke jalanNya yang
lurus. Amin..
> 
> Salam,
>
<http://ferrydjajaprana.multiply.com/>http://ferrydjajaprana.multiply.com
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*
Owner dan Moderator mengucapkan

Selamat Hari Raya Imlek bagi yang merayakannya

Wishing you a Happy and Properous New Year
*._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._.**._*

BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar


Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke