Pagi itu saya dan paman saya sedang ada urusan di kelurahan. Pihak 
kelurahan minta dibuatkan fotokopi paman saya, kebetulan tak jauh dari 
kelurahan ada tukang fotokopi. Fotokopi sudah selesai dilakukan dan kembali 
kelurahan sambil menyerahkan fotokopi yang diminta, ternyata pegawai 
kelurahan memerlukan juga yang asli. Pamanku kaget karena KTP aslinya 
tertinggal di tempat fotokopi. Akhirnya kami ke sana, dan pamanku menegur 
tukang Fotokopi.
         "Mas aslinya mana?" tanya pamanku
         "Tegal pak", jawab tukang fotokopi sambil senyum-senyum,
         "Aslinya ...nih yang bener", tukas pamanku..
         "Adiwerna...pak", jawab tukang fotokopi, menjelaskan nama tepat 
kampung halamannya. Aku segera menjelaskan ke tukang fotokopi bahwa pamanku 
ini tertinggal KTP aslinya pada saat dia memotokopi tadi, barangkali 
tertinggal di sela-sela mesin. Benar saja KTP asli itu ditemukan di sana.
         "Oh... ini" jawab tukang fotokopi sambil tersenyum malu, akupun 
jadi ikut tertawa dibuatnya...

                                               -o)*(o-

Itu adalah sepenggal cerita bagaimana dalam keseharian kita bekerja selalu 
saja ada kesalahannya, ternyata selain dari dunia kerja di dunia spiritual 
juga ada solusi bagaimana memecahkan suatu masalah, mari kita kuak bersama :



Gemba, Solusi jitu untuk Memecahkan Masalah

    Seiring dengan bergulirnya sang mentari pagi, umumnya kita sudah siap 
untuk menjumpai masalah. Masalah menghadang di setiap lini kehidupan. Di 
tempat kerja ataupun ditempat rekreasi sekalipun.
    Apabila masalah diibaratkan dengan  pulau yang terlihat dari geladak 
kapal, maka hakikat masalah yang sesungguhnya  adalah keseluruhan badan 
pegunungan yang menjorok kedalam laut menghubungkan ke bumi karena yang 
nampak sebagai pulau adalah puncak pegunungan itu sendiri. Dalam memandang 
masalah jangan hanya nampak luarnya saja, selami juga ke dalam-dalamnya, 
sehingga terlihat jelas kenyataan masalah seluruhnya sehingga dapat dicari 
titik permasalahan utama. Sehingga solusinya akan terlihat jitu.





Kesadaran Masalah

    Gemba  adalah metode pemecahan  masalah di tempat kerja, metode Gemba 
berasal dari negara Matahari Terbit – Jepang. Kata Gemba berasal dari kata 
Genba yang berarti tempat kerja. Genba adalah salah satu dari tiga tindakan 
nyata orientasi berfikir. Dua selebihnya adalah Genbutsu artinya alat dan 
mesin dan Genjitsu yang berarti fakta.
Manfaat Gemba Problem Solving (GPS) adalah  merupakan pelaksanaan harian 
untuk mencapai tujuan tahunan, jadi GPS ini bisa di aplikasikan pada tiap 
saat di tempat kerja kita baik di kantor maupun di tempat kerja lainnya.

    Untuk memecahkan masalah diperlukan kesadaran akan masalah yang sedang 
dihadapi.
Yang dimaksud kesadaran masalah adalah  kemampuan menemukan masalah dengan 
mengenali abnormalitas atau penyelewengan dari yang seharusnya dilakukan. 
Sebagai alat untuk mengukur abnormalitas ini yakni standar, target atau 
kebijakan perusahaan, pengalaman masa lalu, bagaimana proses normalnya yang 
mesti terjadi. Kesadaran masalah merupakan aktifitas pertama dalam 
pemecahan masalah. Selanjutnya masalah di identifikasi dan di definisikan 
sampai di temukan letak/lokasi sumber masalah utama. Setelah ditemukan 
titik penyebab masalah, selanjutnya diselidiki penyebab langsung atau 
akibat dasarnya sampai ditemukan akar penyebab masalah. Setelah diperoleh 
akar penyebab masalahnya  maka hal itu saja yang akan ditanggulangi. Jadi 
cukup sederhana.

Muhasabah

Setelah berkelana ke Jepang, mari berkelana ke Timur Tengah masih dalam 
topik yang sama. Istilah muhasabah merupakan bahasa Arab yang berasal dari 
satu akar yang mencakup konsep-konsep, seperti menata perhitungan, 
mengaudit, dan pertanggungjawaban.

Dalam dunia spriritual itu ada istilah Muhasabah, yakni analisis terus 
menerus terhadap hati berikut keadaannya yang selalu berubah. Selama 
muhasabah, orang yang merenungpun bisa memeriksa dirinya sendiri dari 
gerakan hati yang tersembunyi dan rahasia, apakah kita telah berbuat salah 
atau tidak, menghisab dirinya sendiri tanpa menunggu datangnya hari 
kebangkitan kelak.

Al Muhasibi adalah pelopor muhasabah, namanya sendiri diturunkan dari 
praktek pemeriksaan atas kesadaran atau jiwanya sendiri yang sering 
dilakukannya. Syahdan menurut cerita,Al Muhasibi tidak akan mengucapkan 
sepatah katapun sebelum dia merefleksikannya secara menyeluruh terhadap 
sesuatu hal. Menurutnya motivasi manusia untuk melakukan pemeriksaan 
terhadap diri sendiri merupakan harapan dan kecemasan, dan pemeriksaan 
semacam ini merupakan landasan perilaku yang baik untuk menuju 
derajat  ketakwaan.

Jadi kata muhasabah ini memiliki dimensi yang benar-benar sekular atau 
materialistik sekaligus dimensi yang benar-benar spiritual.

Gemba ataupun Muhasabah ini adalah suatu tehnik perhitungan atau penyadaran 
akan kesalahan untuk mendapatkan solusi. Saatnya untuk bertanya pada diri, 
sudahkah kita ber-gemba-ria dan bermuhasabah untuk mengaudit diri ini?

Salam,
<http://ferrydjajaprana.multiply.com/>http://ferrydjajaprana.multiply.com  

[Non-text portions of this message have been removed]






BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar


Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke