Kucing dan Rejekinya Akhir pekan adalah hari yang ditunggu-tunggu, saya paling malas membuat jadwal kegiatan di akhir pekan. Seperti hari ini saya biarkan waktuku mengalir begitu saja. Sehabis mengikuti berita pagi yang ditayangkan tivi, kini giliran membaca koran sambil menghabiskan kopi susu kesukaan di beranda rumah. Rumahku tidaklah besar, di beranda ada kebun bunga kecil, membatasi jalan raya komplek, mobil juga parkir diseberang jalan.
Dari kursiku aku bisa melihat aktivitas tetangga, bahkan aktivitas kucing yang tergolek dengan tenangnya dibawah mobil juga bisa terlihat. Kucing di komplek Rt ku seingatku ada empat ekor, mereka tidak ada yang memiliki, sehingga sulit memanggil namanya satu per satu, akhirnya bahasa umum saja yang aku teriakkan bila memanggil nama mereka. Mereka akan datang bila diteriakan kata "Puuss..", atau "Yuuurr..!!". Aneh bukan bila panggilan kucing "Pus" atau "Pussy" sudah biasa tetapi kalau "Yuur.." itu kan teriakan tukang sayur bila menjajakan barang dagangannya, memang benar demikian, tiap pagi bila tukang sayur dengan gerobaknya datang, dan teriak "Yuur.." maka seluruh kucing berdatangan untuk minta jatahnya, itu juga kalau ada warga yang beli ayam. Biasanya tukang sayur memberikan kaki ayam atau sebagian kepala, lumayan, itu sudah cukup lezat bagi kucing-kucing itu, bandingkan kalau mereka harus mengorek-ngorek di tempat sampah. Perilaku kucing untuk mendapatkan belas kasih memang ada beberapa ragam, ada yang teriak meong terus menerus, ada yang menjual kasih melalui kontak mata memelas, ada juga yang suka menyenggol bulu-bulunya, bahkan ada juga yang mencakar-cakar paha, yang urakan bahkan berani merebut makan dan lari melarikan diri. Sambil baca koran, pagi ini aku lihat kucing telon, yang memiliki tiga warna, putih ,abu-abu, dan hitam masih tergoleh dibawah mobil, santai sekali, sementara rekan yang lainnya ada di dalam tempat sampah, sibuk mencari rejeki. Baru perhatianku melihat ke kucing-kucing yang lain, tiba-tiba ada capung yang menghampiriku, tepatnya hinggap di pohon bunga di depan lututku. Kucing yang dibawah mobil kulihat matanya mengawasi dengan tajam, benar dia mulai tertarik terlihat dari bola matanya yang menatap tajam. Serta merta dia bangkit dan berlari ke arah capung, dengan jurus cakar kucing menangkap mangsa, dan "hipp" tangannya tidak mendapatkan buruannya... kecuali angin, kucing itu diam dan tidak merubah posisinya, capung yang ditangkap kini terbang mengelilingi kebun dan diluar dugaanku si capung tadi kembali lagi ke dahan yang dibawahnya sudah ada kucing yang menunggu. Dan si kucing telon dengan mudahnya menangkapnya..., memakannya, dan kembali tidur lagi dibawah mobil, setelah mengencingi mobil sebagai tanda daerah teritorialnya untuk tidak diganggu. Saya tertegun melihat drama sebabak ini... ini bukan cerita fiktif, karena yang kulihat kucing yang malaspun memiliki rezeki sendiri, berupa capung naas yang datang menghampirinya. Memang rupanya ada kucing yang hokki yang memiliki faktor X, yang mudah mendapatkan rezeki dan ada juga kucing yang harus bekerja keras. Rupanya masing-masing kucing tidak memiliki keraguan didalam mendapatkan rezekinya. Dan itulah fitrah kucing, tidur dan makan. Seperti cerita kucing dengan fitrahnya itu, anda juga jangan ragu-ragu dengan rezeki anda, sebab rezeki yang mencarimu itu lebih penting dari pada kamu mencarinya. Jika anda meraih rezeki hari ini, tinggalkan ambisi untuk hari besok pagi. Seperti ketika akan melewati sore, anda juga tidak tahu apakah rezeki itu akan datang atau tidak besoknya. Kalau anda mengenal Tuhan, janganlah lupa bersyukur dan beribadah kembali ke hadapan Nya sesuai fitrahnya manusia diciptakan Tuhannya melainkan untuk beribadah. Kucing yang tak punya tempat tinggal itu mengajariku untuk menetapi firahNya, dan aku hari ini santai seperti santainya kucing tadi. Duh... akhir pekan yang menyenangkan, karena aku berlibur tanpa ada rencana yang baku serta kaku, hari ini aku sudah melihat panorama Waduk Jati Luhur dengan Kampung Airnya yang indah, liburan yang menyenangkan, karena dua jam yang lalu aku masih di Jakarta. Salam, <http://ferrydjajaprana.multiply.com/>http://ferrydjajaprana.multiply.com [Non-text portions of this message have been removed] BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
