Koran Kompas, pagi hari di halaman terakhir memuat iklan Duka Cita :
"Akulah kebangkitan dan hidup, barang siapa percaya pada Ku, ia akan hidup, 
walaupun ia sudah mati"(Yoh.11:25)
Rest In Peace
Telah kembali ke rumah Bapa di Surga dengan damai, hari Senin, 22 Feb. 
2006, jam 23:31 Waktu Singapore, di Singapore General Hospital
Susan Herawati (bukan nama sebenarnya)
Dalam usia 65 tahun, kami yang mengasihi, Anak, Cucu, dan menantu
-o0o-

Dalam adegan salah satu sinetron, di salah satu stasiun Televisi, dalam 
penguburan jenazah sang Ustads menjelaskan dalam pidato penguburan, sebagai 
berikut :

"Innalillahi Wa Ina Ilaihi Rajiun"
Telah berpulang si Pulan Bin Pulan
Ke haribaan Illahi..
Pulan adalah orang yang masa hidupnya baik,
Terhadap lingkungannya baik, apalagi terhadap keluarga.
Di jalan Agama Si Pulan telah menjalankannya dengan baik,
melalui perantaraannya dibangun yayasan pendidikan untuk mencerdaskan 
kehidupan bangsa... Semoga amal baiknya bisa diterima disisi Allah SWT, Amin...
-o0o-

Dari dua ucapan bela sungkawa di atas, sebenarnya apa yang diungkap oleh 
orang yang ditinggalkan adalah bukti nyata  perilaku kita selama hidup di 
dunia. Itu adalah rapot kita pada saat kita hidup.

Jadi sebenarnya cita-cita kita hidup adalah mati dengan sebaik-baiknya 
mati, yaitu meninggal dalam kebaikan dan amal sholeh (khusnul khotimah), 
adapun menjadi professional pada bidangnya seperti menjadi pilot, menjadi 
dokter, menjadi professor, menjadi seniman dan ahli-ahli lainnya adalah 
sebagai perantara saja, dimana melaluinya kita mencapai cita-cita kematian.

Kalau membicarakan kematian rasanya betul-betul membuat kita tidak nyaman, 
padahal melalui kematian kita bisa memandang hidup "lebih hidup", karena 
ibarat koin uang ada dua sisi, tetapi hakikatnya satu.

Belum lama berselang, ada seorang kawan yang berharakiri (baca: bunuh 
diri), dan setelah saya tanya sana-tanya sini, terdengar khabar kalau dia 
banyak memiliki hutang sehingga terlilit oleh karenanya. Ibarat kata, sudah 
gali lobang-tutup lobang, akhirnya melalui seutas tali, dia membuka lobang 
kematiannya sendiri. Sungguh suatu kesia-siaan hidup, bisa jadi dengan 
bunuh diri dia bisa damai, tidak dikejar-kejar oleh penagih hutang (debt 
collector) ataupun yang menghutangkan. Memang dikejar hutang itu rasanya 
tidak nyaman, mendengar peringatan dari Bank pemilik kredit card saja sudah 
seperti di ancam, membuat tidur tidak nyenyak, apalagi kalau hutangnya 
banyak. Tak terbayangkan, makanya saya angkat topi kepada para 
wiraswastawan (entrepreneur) karena menurut sebagian dari mereka dengan 
hutang maka kredibilitasnya mendapat ponten baik, karena artinya bisa 
dipercaya. Untuk kawan yang berharakiri, alih-alih melepaskan diri dari 
kemelut hidup atau perjuangan hidup, di mata Sang Pemberi Hidup dia 
melepaskan diri dari rahmat.

Rest In Peace (RIP) Istirahat dalam damai, adalah kedamaian abadi yang 
tanpa kita ketahui datangnya. Bagi kebanyakan orang kedamaian di dunia 
susah diperoleh, mungkin kematian adalah kedamaian sejati yang dicari, apa 
benar demikian? Karena sebagian agama, menjelaskan tentang adanya kehidupan 
setelah kematian, ada juga yang menjelaskan akan hukum karma dan 
reinkarnasi sebagai akibat perbuatan kita semasa hidup. Bahkan Syech Abdul 
Djalil, filosof Jawa, berpendapat bahwa kehidupan kita ini adalah kematian 
itu sendiri dan kehidupan itu hakikinya konon dimulai selepas kita mati, 
entahlah, masing-masing memiliki argument yang kuat.

Tidur adalah kematian sementara, karena pada saat tidur roh kita masih 
dipegang oleh Yang Maha Kuasa, yang memasangnya kembali pada saat kita 
bangun. Efek karambol, apabila untuk tidur saja kita sudah susah,  akan 
berdampak  pada kehidupan siangnya. Karenanya jangan lupa lepaskan masalah 
sebelum tidur, berdoa kepada Sang Pemberi Hidup agar tetap diberi kehidupan 
esok harinya, diberi jalan keluar untuk melepas masalah yang melilit, 
sehingga tatkala sang  jago berkokok di saat sang surya terbit di ufuk 
timur ucapkanlah rasa syukur ke hadirat Ilahi, karena telah diberi energi 
untuk mengarungi bahtera hidup dan senyuman pagi hari.

Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com  

[Non-text portions of this message have been removed]






BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar


Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke