Mungkin anda pernah membaca buku totto chan karangan Tetsuko Kuroyanagi (ada
lho yang bahasa indonesianya terbitan gramedia). Buku ini merupakan menjadi
salah satu buku pegangan dalam pendidikan di Jepang. Alur ceritanya
sederhana dan memotret dunia pendidikan dalam perspektif anak sekolah dasar.
Yang menjadi menarik adalah metode pendidikan yang digunakan agak berbeda
dengan metode yang digunakan dalam sekolah konvensional umumnya

 

Dalam sekolahnya Totto chan, memulai sekolah setiap hari merupakan suatu
kegiatan yang mengasyikkan. Suatu yang alamaiah dalam belajar, mengembangkan
dan menyalurkan keingintahuan seorang anak tentang dunia sekitarnya. Pagi
selalu dimulai dengan "pengumuman" tentang apa yang dipelajari hari itu.
Setiap murid yang kemudian memilih topik pembelajaran yang paling diminati
untuk dipelajarinya terlebih dahulu. Teman teman Tottochan yang menyenangi
gambar akan langsung mengambil krayonnya dan mulai menggambar. Yang lainnya
tentu saja sijenius yang menyukai fisika mulai dengan mencampurkan
tabung-tabung kimia dan fisika dan hitungannya. Ada juga yang suka menulis
dan mulai mengeja huruf-huruf yang mulai dihapalnya. Setiap anak bersemangat
memulai hari hari belajarnya. Setiap anak belajar secara mandiri.
Kadang-kadang anak-anak yang tidak mengerti atau mengalami kesulitan menemui
gurunnya untuk berkonsultasi. Suatu metode pembelajaran yang manurut saya
baik sekali. Anak-anak berkembang dengan minat dan bakatnya masing-masing.

 

Kadang-kadang anak-anak tidak sadar bahwa mereka sedang belajar. Dalam
fikiran mereka mereka sedang bermain. Siangnya sehabis makan siang ada mata
pelajaran jalan-jalan. Eits jangan salah, jalan-jalan juga belajar lho.
Mereka seringnya mengunjungi sebuah kuil di jepang. Dalam perjalanan
anak-anak mengamati gunung, pepohonan dan tentunya bunga-bunga. Dalam
perjalanan itu guru kelasnya juga berkesempatan menjelaskan metode pembuahan
dan penyerbukan. bagaimana fungsi kupu-kupu sebagai perantara, bagaimana
prosesnya dan sebagainya. Semua itu dijelaskan dalam kondisi riang gembira,
tidak ada beban hapalan yang mesti memberatkan para siswa. Sesampainya
dikuil gurupun masih berkesempatan menjelaskan tentang sejarah jepang
melalui patung-patung yang ada di halaman kuil. Bayangkan berapa informasi
yang masuk ke alam fikiran anak-anak hanya dalam sehari berjalan-jalan.
Tentunya anak anak tidak bersusah payah dalam menghapalnya karena semuanya
dalam proses bermain dan belajar.

 

Disekolah juga diajarkan apa artinya disiplin, berbagi, bekerja sama,
perjuangan dan semangat positif lainnya. Tak terasa totto chan dapat belajar
semua itu.. mungkin itu hal biasa bagi kita semua, tapi tau tidak..
tottocahn dikeluarkan lho dari sekolah lamanya karena dianggap nakal.
Membaca lembaran-lembaran buku tersebut benar-benar mengasyikkan, penulis
yang menceritakan kisah hidupnya waktu di sekolah dasar dengan baik. 

 

Yang menjadi pertanyaan, kapan yach di Indonesia ada sekolah seperti ini dan
tentunya dengan biaya yang tidak mahal ya... karena pendidikan bagi saya
adalah Hak Asasi Manusia.

 

Salam

Adly Yulfiansyah

Admin site http://homeschooling.cipta-teknologi.info
<http://homeschooling.cipta-teknologi.info/> 

 



[Non-text portions of this message have been removed]





BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar


Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-=
Bina Nusantara mempersembahkan
25 Tahun Bersama Binus untuk Indonesia
1981 - 2006

Venue: Plenary Hall, Jakarta Convention Center
Date : 25 February 2006
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-=
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke