Wah website kaya indoplayboy.com yang menyajikan film film porno ala indonesia gimana yah nasibnya ?
>From: Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [email protected] >To: [email protected] >Subject: ruu app (RE: [BinusNet] hue hue hue..) >Date: Tue, 11 Apr 2006 00:25:19 -0700 (PDT) >MIME-Version: 1.0 >X-Originating-IP: 206.190.38.154 >X-Sender: [EMAIL PROTECTED] >Received: from bay0-mc8-f17.bay0.hotmail.com ([65.54.244.249]) by >bay0-imc1-s22.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.1830); Tue, >11 Apr 2006 00:25:57 -0700 >Received: from n17b.bullet.sc5.yahoo.com ([66.163.187.184]) by >bay0-mc8-f17.bay0.hotmail.com with Microsoft SMTPSVC(6.0.3790.1830); Tue, >11 Apr 2006 00:25:57 -0700 >Received: from [66.163.187.123] by n17.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 11 >Apr 2006 07:25:56 -0000 >Received: from [66.218.66.59] by t4.bullet.sc5.yahoo.com with NNFMP; 11 Apr >2006 07:25:56 -0000 >Received: from [66.218.66.99] by t8.bullet.scd.yahoo.com with NNFMP; 11 Apr >2006 07:25:56 -0000 >Received: (qmail 14628 invoked from network); 11 Apr 2006 07:25:54 -0000 >Received: from unknown (66.218.66.218) by m34.grp.scd.yahoo.com with QMQP; >11 Apr 2006 07:25:54 -0000 >Received: from unknown (HELO web50411.mail.yahoo.com) (206.190.38.154) by >mta3.grp.scd.yahoo.com with SMTP; 11 Apr 2006 07:25:54 -0000 >Received: (qmail 35543 invoked by uid 60001); 11 Apr 2006 07:25:19 -0000 >Received: from [202.159.50.89] by web50411.mail.yahoo.com via HTTP; Tue, 11 >Apr 2006 00:25:19 PDT >X-Message-Info: JGTYoYF78jFr/TvcCJD8jJOStwRX0UuXBKgtR9kS/mg= >X-Yahoo-Newman-Property: groups-email >X-Apparently-To: [email protected] >X-eGroups-Msg-Info: 1:12:0:0 >X-Yahoo-Profile: masabi92 >Mailing-List: list [email protected]; contact >[EMAIL PROTECTED] >Delivered-To: mailing list [email protected] >List-Id: <binusnet.yahoogroups.com> >Precedence: bulk >List-Unsubscribe: <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >Return-Path: >[EMAIL PROTECTED] >X-OriginalArrivalTime: 11 Apr 2006 07:25:57.0283 (UTC) >FILETIME=[2CCD9F30:01C65D39] > >Taruhan itu ngak baik menurut UU. > >Kalau dianalisa sih sbb seandainya binusian adalah >pejabat yg memutuskan maka pejabat akan bilang menurut >aspirasi rakyat maka akhirnya diputuskan berdasarkan >asumsi berikut bahwa UU APP akan ( disahkan / >ditolak) :D : >1. setiap hari sepanjang perjalanan dari perbatasan >jakpus-jaktim ke jak-bar, gue liat di jalanan itu >selama ini, yang ada cuma spanduk gede di beberapa >gedung gedung di jalan protokol yg isi nya mendukung >RUU APP supaya secepat nya disahkan. misalnya dari >PII (perhimpunan pelajar ..). Gue belum pernah >ngeliat ada yg pasang spanduk menolak APP, atau >mungkin karena gue ngak pernah lewat jalanan yg >menolak yach? misalnya kagak pernah ada spanduk di >pagar kemanggisan yg isinya misalnya Civitas Univ >Bxxxx menolak RUU APP kan. :D mungkin pada takut >didemo kali ya kalau pasang spanduk menolak. > >Berita di koran juga ada puluhan organisasi yg >pernyataan sikap nya ke para wakil rakyat, minta >segera disahkan UU APP dan diterapkan sepenuhnya. >Yg resmi menolak secara organisasi jumlahnya kalau >liat di koran jauh lebih kecil. Palingan yg paling >jelas menolak beritanya dari Bali doank. > >Di beberapa propinsi lain, malah beritanya gubernur >nya ikutan berdemo dan mendanai demontrasi buat >mendukung UU APP. > >Yg jelas jelas-jelas menolak biasanya cuman tereak >tereak di milis-milis doank yg jelas kagak nyampe ke >pejabat yg menampung aspirasi dan ngak formal secara >organisasi. Tul ngak neh :D > >So biasanya sih kalau pejabat republik BBM kan >memutuskan berdasarkan aspirasi yg berkembang dan >diliat dalam masyarakat. Lah kalau pejabat keliling >keliling jalan protokol di Ibukota di beberapa tempat >liatnya spanduk spanduk dukungan APP terus kan >berarti asumsi nya para Binusian juga ....... > > >berikut ini artikel menarik yg menjelaskan kenapa para >pasien di Indo lebih memilih berobat ke luar negeri. >Kalau asumsi para Binusian selama ini karena mereka >kelebihan duit itu salah besar, karena terbukti >berobat di luar negeri itu karena duit para pasien >ngak cukup kalau musti berobat di dalam negeri yg >harga nya 2,5 x lipat. Mungkin itu juga sebab nya >banyak Binusian yg kabur kerja di luar negeri karena >biaya hidup (internet, telpon voip, dll) di luar >negeri yg belasan sampai puluhan kali lebih murah tapi >penghasilan lebih besar. :D > >Sama seperti temen yg lulusan dari Kairo, waktu >ditanya kenapa pilih ke Kairo, apa dapat beasiswa. >Jawabnya pakai biaya sendiri, karena dia mau kuliah di >Jakarta, ternyata biaya kuliah + biaya hidup nya >setelah dihitung jauh lebih mahal, makanya dia ambil >kuliah ke Kairo aja, sekalian bisa belajar agama kata >nya. > >Buat perbandingan dari tetangga yg baru kena Demam >berdarah, opname di Rumah sakit dapat kelas 2, karena >kelas III sudah penuh karena kena DB semua. Biaya >rawat 6 hari menghabiskan sekitar 4 jt rupiah. mahal >banget yach, cuman 6 hari doank. ini masih rumah >sakit biasa , belum rs international loh. > >Malah ada anak tetangga yg bilang kalau separuh dari >temen sekelasnya kagak masuk sekolah karena kena DB. >:D > > > >http://www.suarapembaruan.com/News/2006/04/08/index.html >SUARA PEMBARUAN DAILY >-------------------------------------------------------------------------------- > >"God Heal We Help" > >Josef Purnama Widyatmadja > >Tiba di Penang dari Hong Kong pada 26 Maret 2006, >penulis dan istri yang akan diperiksa jantungnya di >jemput mobil rumah sakit Adventist dan diantar ke >penginapan. Kami berdoa dan pasrah pada Tuhan apabila >istri memang memerlukan by pass. > >Senin, 27 Maret 2006, sejak pukul 5.30 pagi kami antri >mengambil nomor urut di rumah sakit. Selama tiga hari, >lebih dari 90 persen pasien berasal dari Indonesia, >terutama Sumatera (Medan). Banyak orang beralih >berobat dari Singapura ke Malaysia (Malaka atau >Penang) karena biaya lebih murah. > >Menurut pengakuan mereka, biaya by pass di Medan >mencapai Rp 160 juta, di Jakarta Rp 120 juta, >sedangkan di Penang cukup Rp 70 juta- 80 juta (sekitar >26.000 ringgit). Sungguh tak terpikir, mengapa berobat >di negeri sendiri jauh lebih mahal. > >Menurut pengakuan seorang pasien, rumah sakit ini tak >pernah gagal melakukan by pass. Jarak Medan ke Penang >tak terlalu jauh, apa lagi pelayanan dokter dan >perawat sangat ramah dan penuh perhatian. Bukan >peralatan dan keahlian yang menjadi kelebihan rumah >sakit ini dibandingkan rumah sakit lain di Malaysia >atau Singapura, melainkan citra dan hati petugasnya >dalam bekerja. > > >Manusiawi > >Di pintu gerbang rumah sakit tertera tulisan "God heal >we help". Suatu semboyan yang menempatkan Allah >sebagai sumber penyembuhan. Filosofi pekerja rumah >sakit tidak menempatkan kepandaian manusia dan >peralatan sebagai sumber penyembuhan, tapi Allah. Para >pekerja rumah sakit hanya menempatkan diri sebagai >orang yang mau menolong dan dipakai Allah. > >Semboyan itu mengingatkan kepercayaan almarhumah >Nyonya Mayong dari Kudus. Almarhumah yang berjualan >jamu Jawa lebih dikenal dengan nama desa asalnya, >dekat kota Kudus, ketimbang nama asalnya Ang Wan Ing. >Sekitar tahun 50 -80-an, hampir semua pengemudi becak, >dokar (kereta berkuda) di Kudus tahu di mana alamat >rumah Nyonya Mayong. Dalam mengobati orang sakit, >nyonya Mayong hanya memberi ramuan jamu Jawa yang >sederhana serta obat Barat yang ada di pasar. > >Banyak yang cocok, termasuk Bupati Kudus saat itu, >Muchtar (almarhum). Tak ada ramuan istimewa. Setiap >orang berobat, selalu diingatkan pepatah emas dalam >bahasa Jawa: "Percaya iku tampa, bungah dadi tamba >(percaya akan menerima, gembira menjadi obat ". > >Nyonya Mayong tak pernah mengklaim jamunya hebat dan >mujarab. Dia hanya minta para pembeli untuk percaya >pada Allah dan obat yang ia minum, untuk mendapatkan >apa yang ia minta. "Membuat pasien gembira merupakan >obat mujarab untuk menyembuhkan," ujarnya. > >Tak segan Nyonya Mayong memijat dan mengerik, memegang >dan memulas dengan minyak, kepala dan punggung lelaki >petani, pengemudi becak yang sering kali penuh >keringat dan kotor. Kadang kala ia tak ragu membasuh >kaki dan membalut luka (borok) dengan hati yang penuh >kasih. > >Bukan uang yang utama, tapi kesembuhan pasien yang >utama. Banyak pembeli merasa terharu karena pelayanan >macam ini tak bisa didapatkan di rumah sakit >pemerintah maupun swasta. Tak jarang setelah minum >jamu dan menerima pelayanan Nyonya Mayong, pembeli >mengatakan, "Maaf nyahten (ibu), kami tak ada uang >untuk membayar." Nyonya Mayong tak marah dan membalas >, "Asal kamu sembuh, cukuplah." > >Sebagai gantinya, petani membawa padi atau jagung saat >panen. Di era maju, memang sulit mencari pengobatan >gratis di tengah perkembangan masyarakat yang makin >materialistis. Menjadi tugas pelayan di unit kesehatan >untuk memberikan pelayanan dengan hatinya, tak sekadar >karena tuntutan uang. > > >Kesehatan untuk Semua > >Saat ini pelayanan kesehatan manusiawi di simpang >jalan. Pelayanan kesehatan tak lagi di lihat sebagai >medan pelayanan kemanusiaan, tapi komoditi >perdagangan. > >Yang kuat dan kaya makin baik fasilitas kesehatannya, >sedangkan yang miskin makin tersingkir. Tuntutan alat >modern dan biaya tinggi pendidikan dokter, pembayaran >hak paten yang mahal, menjadikan ratusan juta manusia >di dunia tak tersentuh pelayanan kesehatan. > >Kemajuan ekonomi tidak otomatis membawa perbaikan >pelayanan kesehatan. Sistem kesehatan di Tiongkok >setelah kemajuan ekonomi malah membuat orang miskin >jauh dari jangkauan kesehatan. Banyak penduduk desa >tak bisa ke rumah sakit. > >Di banyak negara, beban utang luar negeri menambah >penderitaan rakyat kecil makin menjadi. Cita-cita WHO >health for all hanya menjadi ilusi karena IMF >memaksakan structural adjustment policy (pengurangan >anggaran sektor kesehatan) kepada pemerintah yang >memiliki utang, seperti Indonesia dan Filipina. > >Banyak rumah sakit dan Puskesmas tak mampu lagi >memberikan pelayanan berkualitas kepada rakyat. Banyak >petugas kesehatan di Filipina lari dari negerinya >untuk memperbaiki nasib. Sedangkan di Indonesia, >banyak pasien harus lari ke Malaysia karena pelayanan >kesehatan di negeri sendiri tidak saja mahal, tapi >juga kurang memuaskan. > >Sambil menunggu istri yang menjalani katerisasi dan >angiographies di kamar ICU, penulis merenung, "Orang >berobat ke Penang bukan karena ia kelebihan uang, tapi >karena biaya yang dia miliki tak cukup bila berobat di >negeri sendiri. Kapan rumah sakit swasta di Tanah Air >bisa memberikan pelayanan yang manusiawi, berkualitas, >dan murah? Mengapa Penang bisa?" > >"Kapan pemerintah dan wakil rakyat tidak sibuk dengan >undang-undang porno dan peraturan keagamaan yang >memecah belah persatuan? Kapan kita mulai mementingkan >upaya menjadikan Indonesia bangsa yang bermartabat dan >kuat? Bukankah empat puluh tahun lalu Malaysia masih >belajar dari Indonesia dalam mengelola negara?" > >Belum selesai lamunan, pukul 21.00 terdengar suara >perawat mempersilakan penulis masuk ke ICU untuk >berjumpa dengan dokter ahli jantung. Dokter berkata, >"Istri saudara tak perlu by pass atau pasang cincin. >Hanya di temukan penyempitan di bagian arteri kecil. >Cukup makan obat, melakukan exercise, dan jaga >makanan. Tak perlu datang lagi kemari jika tak ada >gejala khusus". > >Segala ketegangan dan ketakutan kami hilang dan >diganti wajah seri penuh ucapan syukur. Penulis hanya >bisa berujar, "Terima kasih. Allah menyembuhkan dan >dokter menolong. Pakailah dan pimpinlah sisa pelayanan >kami di tanah seberang sampai kami kembali ke Tanah >Air. Terima kasih kepada semua sahabat yang telah >mendoakan. > >Semoga mereka yang masih bergumul dengan sakitnya bisa >mendapat kesembuhan dan pelepasan dan segera akan >menerima kabar kesembuhan". > > >Penulis adalah pengamat masalah sosial dan >internasional > > > > >--- Edward Firms <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Ada yg brani taruhan RUU tsb bnr2 disahkan ato kagak > > ? :-) > > > > >__________________________________________________ >Do You Yahoo!? >Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around >http://mail.yahoo.com > > > > >BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan >Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar > > >Stop or Unsubscribe: send blank email to >[EMAIL PROTECTED] >Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] > >-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-= >Bina Nusantara mempersembahkan >25 Tahun Bersama Binus untuk Indonesia >1981 - 2006 > >Venue: Plenary Hall, Jakarta Convention Center >Date : 25 February 2006 >-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-= > >Yahoo! Groups Links > > > > > > > BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-= Bina Nusantara mempersembahkan 25 Tahun Bersama Binus untuk Indonesia 1981 - 2006 Venue: Plenary Hall, Jakarta Convention Center Date : 25 February 2006 -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--==-=--==-=-=--=-=-=-=-=-= Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
