Postingan artikel dari Pak Goenardjoadi, penulis buku:
- Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani - Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku - Pelangi Entrepreneur - Marketing Dengan Nurani (terbit September) - Manajemen Berbasis Nurani (belum terbit) Semoga bermanfaat. ==================================================== ESCU:: kemana uang pergi? halo sahabat, saat ini hampir semua orang mengeluh, kemana uang pergi? rasanya semua merasakan langkanya uang, uang menyusut... kalau dipikir, pada pergi kemana uang selama ini? kok bisa saat inis emua kekurangan uang.. aneh... sebenarnya, kita harus pelajari dulu arti uang. uang itu sebenarnya adalah immaterial atau sesuatu yang imajiner.. kok begitu? misalnya dulu kita beli rumah di bintaro Jaya Rp 45 juta.... jalan 3 tahun dijual harganya naik Rp 87 juta. Lalu kita beli rumah Rp 180 juta.... harganya naik. Rumah Bintaro yang dibeli orang tadi Rp 87 juta.... jalan 5 tahun dijual harganya Rp 270 juta. Dari sana timbulah profit, atau keuntungan yang menjadi uang. kalau dibelanjakan di Carrefour bisa untuk belanja sehari-hari, lumayan. Dulu orang beli property pasti harganya naik. dapat uang... uang untuk belanja... kalau harganya naik, kalau ekonomi berjalan lancar. Tiba tahun 2005, terjadi Tsunami ekonomi kenaikan BBM 100% bulan Oktober 2005. Ditambah pungutan-pungutan yang istilah bank Dunia pemerasan dari birokrasi. hasilnya, daya beli menurun, dan produktivitas menurun karena ekonomi biaya tinggi. Hasilnya harga rumah jatuh.,.. Rumah yang pasaran Rp 700 juta harus dijual harga Rp 500 juta. Rugi Rp 200 juta... Apartemen beli Rp 565 juta dijual Rp 510 juta, menanggung kerugian + bunga bank Rp 100 juta.... Beli Mobil Rp 160 juta.... dijual Rp 80 juta rugi Rp 80 juta..... Kerugian-kerugian itulah yang membuat uang menyusut. uang pergi. pergi kemana? gak kemana-mana... tapi menguap. sifatnya imajiner. kadang ada optimisme, maka ekonomi membaik harga naik, ada uang. kalau ekonomi memburuk, tidak optimis, maka harga turun, uang menyusut. kalau dulu rumah anda di Permata Hijau harganya Rp 1 Milyar = US$500,000 sekarang harganya Rp 3 Milyar = US$ 300,000 kalau mau dijual cepat laku Rp 2 Milyar = US$ 200,000 kemana yang US$ 300,000 selisihnya? gak ada, hilang, namanya nilai asset, hanya nilai doang, kecuali kalau waktu dulu dijual, dibelikan emas, atau US$, masih ada nilainya.. kalau sekarang menyusut, kemana uangnya? gak ada, semua itu sifatnya imajiner. oleh karena itu, kalau anda masih menginginkan untuk menumpuk kekayaan atau uang, ingat, semua itu sifatnya imajiner, pas giliran kerusuhan Mei 1998 harga Mercy Rp 5 juta. apa yang tidak menyusut? manfaat. Manfaat kita bagi orang lain, baik itu berbentuk menjadi uang, atau tabungan manfaat. Itu yang sifatnya kekal. Dibawa ke Surga berbentuk Amanah dan pahala. salam, Goenardjoadi Goenawan ENTREPRENEUR & SPORT COMPASSION UNIVERSITY Gedung JDC lt. 6 Business Center Jl. Gatot Subroto Kav. 53 Tel. 021 536 77705 / 932 10929 Jakarta Pusat 10260 www.esqcu.blogspot.com Penulis buku: Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED] Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
