Mendaki Gunung Slamet

Tuhan telah menciptakan alam raya dan kehidupan yang ada di dalamnya dengan 
dibalut beragam keindahan. Setiap sudut yang terlihat adalah keserasian dan 
keseimbangan karya cipta dari Yang Maha Agung. Tidak ada detail yang 
tercecer dari keindahan yang Tuhan ciptakan. Inilah yang patut kita syukuri 
sebagai hamba yang beriman. Melihat alam ciptaan Tuhan, berkesan bahwa 
Tuhan setiap saat sibuk untuk mencipta dan mencipta, tidak pernah 
sedetikpun kehabisan kreatifitias untuk mencipta. Demikianlah keindahan 
lembah-lembah bisa kita saksikan dari lereng Gunung Slamet.

Mendaki Gunung Selamet itu melalui banyak gerbang, bisa dilewati melalui 
jalur Purwokerto  Bobot Sari,  bisa juga melalui Purwokerto -Baturaden , 
bisa juga melalui Guci  Tegal. Jalur yang kutempuh sekarang melalui jalan 
memutar yakni  Bumijawa, Toewel, Guci dan selanjutnya mendaki keluar masuk 
hutan, dan radius 7 km sampailah  di puncak Gunung Slamet.

Mendaki gunung di saat usia paruh baya begini terasa  berat  karena  nafas 
terasa sesak, apalagi ditambah dengan berat badan yang bermasa index tinggi 
sungguh menjadi beban tersendiri.

Sudah jamak, apabila naik gunung itu kita bisa memilih dua alternatif, 
pertama perjalanan memutar dengan resiko jarak tempuh jauh tetapi derajat 
kemiringan rendah, atau kita bisa ambil rute jarak pendek dengan sudut 
kemiringan terjal. Untuk pilihan terakhir pendaki akan merasa lebih berat 
hanya saja secara waktu pendaki akan diuntungkan karena lebih cepat sampai.

Naik gunung itu pengalaman yang menarik, kita bisa mengambil hikmah didalam 
perjalanannya.

Menurutku perjalanan hidup itu sama dengan naik gunung, hari dan bulan 
berputar seolah di jalur yang sama, padahal kita menapak tahun yang 
berbeda. Seperti juga naik gunung kita memutarinya dan  merasakan seolah 
kita mengulangi lokasi yang sama walaupun sebenarnya berbeda  derajat 
elevasinya, tepatnya lebih tinggi. Demikian juga pada saat kita bekerja, 
tiap hari, tiap minggu kita seolah melakukan pekerjaan yang sama, berulang 
padahal masalah yang dihadapi sudah berbeda.

Bagi 'anak gunung' yang biasa mendaki gunung, mereka mampu berkreasi 
mencari jalur terbaru dengan cara membabat jalan baru, mereka menyenanginya 
karena mereka mendapat tantangan baru yang lebih menarik, demikian juga  di 
tempat tugas bagi yang memiliki kemampuan ber kreasi (Quality Control 
Circle) mereka bisa membuat kreativitas baru walaupun pekerjaannya dari 
dulu sama saja. Efeknya dengan kreativitas ini mampu menciptakan cara kerja 
yang efisien dan efektif. Kreativitas akan selalu dibutuhkan dalam berbagai 
lini kehidupan. Karena pada intinya melalui jalan kreativitas yang 
disisipkan melalui ilham dapat meniadakan berbagai rintangan 
kehidupan  apalagi dengan menyertakan Sang Pencipta Yang Maha Agung dalam 
memulihkan daya kreatif kita.

Tuhan adalah Energi Kreatif.  Tuhan bisa dimaknai sebagai Pengarah Yang 
Sempurna. Memahami Tuhan bukan berakhir pada nama, melainkan diurai 
bagaimana konsep itu mewarnai kehidupan.

Kreativitas adalah fitrah manusia, sementara hambatan tidak bersifat 
alamiah, karena menghalangi suatu proses normal, contoh fitrah yang 
sederhana adalah bagai bunga yang mekar di ujung tangkai pohon yang 
berwarna hijau, prosesnya begitu sederhana dan langsung mekar.

Bagi kebanyakan orang, gagasan bahwa Sang Pencipta menyukai dan mendorong 
kreativitas adalah pemikiran yang radikal. Kita cenderung berfikir bahwa 
impian kreatif itu menandakan sifat sombong, sebuah sifat yang dilarang 
oleh Tuhan.

Dalam diri seseorang  umumnya memiliki sifat 'seniman kreatif'  aku 
menyebutnya jalan seniman. Sifat ini adalah sosok batiniah yang masih muda 
bahkan cenderung kekanak-kanakan. Potensi yang rapuh ini jangan sampai mati 
hanya karena kekhawatiran yang tidak tepat. Padahal kenyataannya yang 
sedang dibicarakan adalah pengalaman spiritual yang sengaja diundang. 
Dengan melakukan pelatihan spiritual tertentu untuk mewujudkan keselarasan 
dengan energi kreatif alam semesta.

Ibaratnya jalan seniman itu seperti jalur naik gunung yang berbentuk 
spiral, kita dibawa berputar pada masalah yang sama berkali-kali hanya saja 
masalahnya berbeda tingkat derajatnya.  Pada setiap tingkat di jalur ini 
akan ada rasa frustasi dan rasa puas. Tujuannya sendiri adalah menemukan 
jalur yang tepat, memantapkan pijakan, dan mulai pendakian. Karena 
pandangan kreatif yang terbuka akan selalu memberikan rasa semangat.

Perkembangan adalah sebuah proses spiral, kembali ke sisi yang sama, 
menilai ulang dan mengelompokkan ulang. Sebagai seniman, kemajuan kita 
sering kali dibarengi dengan badai. Kabut datang dan mengaburkan jarak 
pandangan atau kemajuan ke arah tujuan kita. Sambil sesekali melihat 
pemandangan alam disekitar kita yang mempersona, sebaiknya terus melangkah 
dan tetap pada tujuan, fokus pada  jalan yang telah dilalui di bawah dan 
yang akan dilalui di atas sana.

Jalan seniman adalah sebuah pengembaraan spiritual, ziarah dan mudik ke 
dalam diri. Sebagaimana semua ziarah, di jalan seniman kita kerap dibantu 
sesama pendaki dan tangan-tangan yang tak kasat mata. Orang biasa 
menyebutnya dengan suara bathin atau ilham. Intinya adalah kita akan 
mendengarkan sesuatu jika memperhatikannya secara seksama. Siapkan jiwa 
kita untuk menerima bimbinganNya. Insya Allah kita akan selamat sampai 
tujuan yang dicita-citakan dengan catatan selalu menyertakan-Nya 
didalam  berkreasi. Seperti aku selamat mendaki sampai di puncak gunung 
Slamet.

Salam,
Http://ferrydjajaprana.multiply.com/journal/item/135


[Non-text portions of this message have been removed]




BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan
Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar

Stop or Unsubscribe: send blank email to [EMAIL PROTECTED]
Questions or Suggestions, send e-mail to [EMAIL PROTECTED]

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/binusnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke