Surya, 24 November 2006

Niat hanya bermain-main menirukan adegan gulat Smack Down yang 
ditayangkan televisi, tapi akhirnya malah berujung proses hukum. 
Bandung 
Sebanyak enam orang terkait kematian Reza Ikhsan Fadillah (9), siswa 
kelas III SD Cingcin I Katapang, Kabupaten Bandung, diperiksa Polsek 
Banjaran Bandung. 
Kepolisian Sektor Banjaran Bandung kini tengah menginvestigasti 
kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan sedikitnya 3 siswa SMP. 
Kapolsek Banjaran Ajun Komisaris Polisi Legawa mengatakan pihaknya 
sudah memeriksa 6 orang terkait kematian Reza. 
Reza selama sebulan menderita sakit demam tinggi hingga akhirnya 
hilang kesadaran selama sebulan dan mengalami patah tulang kiri, 
setelah bermain-main gulat 'Smack Down' bersama senior-seniornya di 
kelompok pengajian kompleks Bandasari, Cangkuang, Kabupaten Bandung. 
Menurut Legawa, hasil pemeriksaan sementara, kasus ini belum 
mengarah tindak pidana. "Menurut keterangan lima teman korban yang 
bermain Smack Down bersama, korban tidak terlihat terluka dan 
dilakukan dalam permainan," ujar dia, Kamis (23/11/2006). 
Oleh sebab itu, kata dia, kepolisian melanjutkan penyelidikan dengan 
meminta medical record pada tim medis RSHS yang sempat merawat Reza 
di Intensive Care Unit (ICU) selama 6 hari. Enam saksi yang diminta 
keterangan, selain anak-anak usia 12 dan 15 yang bermain Smack Down 
dengan Reza, juga turut diperiksa ayah Reza, Herman Suratman (53). 
Menurut Herman, anak ketiganya mulai demam dan panas tinggi 20 
November 2006. Meski sudah diberi obat turun panas, panasnya tak 
kunjung turun. Hingga dua hari kemudian dibawa ke RSHS. Hanya satu 
hari di Unit Gawat Darurat, Reza yang masih duduk di kelas 3 SD itu 
langsung masuk ke ICU karena kesadaran mulai menurun. 
"Panasnya nggak turun, dokter khawatir. Berdasarkan rontgen, bahu 
tangan kirinya renggang seperti copot, terlihat ada memar di kepala 
dan luka dalam di dada. Mungkin akibat dibanting," ujar Herman yang 
memiliki 5 anak dari pernikahannnya selama 16 tahun dengan Didah Ai 
Saadah (37). 
Reza sendiri tak berterus terang soal luka yang dideritanya. Namun, 
Herman akhirnya mendapat informasi dari teman-teman Reza "Kata 
mereka, Reza  main 'Smack Down' sama Aa-Aa (kakak-kakak senior)," 
ujar Herman, menirukan teman-teman Reza. 
Akhirnya dia menanyai tiga senior Reza, yang mengakui memang sempat 
bermain 'Smack Down' di saat istirahat waktu mengaji. 
"Kamis 16 November, dia tiba-tiba sesak nafas terus sampai akhirnya 
meninggal jam 11 malam," ujar Herman. 
Baik Herman maupun istrinya mengaku tak tahu kenapa Reza jadi 
korban 'Smack Down'. Sebab, sebagai orang tua, mereka selalu 
memilihkan tayangan acara televisi yang baik untuk anak-anaknya.
(ern/asy)/dtc 

Kirim email ke