Puk Ami Ami
 
 Polem : "Binatang apa yang paling sehat ?" 
 Maneh : "Gadjah !" 
 Polem : "Salah." 
 Maneh : "Apa, dong ?" 
 Polem : "Binatang paling sehat adalah belalang dan kupu-kupu. Sebab, kalau 
siang makan nasi, kalau malam minum susu." [A]
   
  Teh Dingin 
 Polem baru tiba di Jakarta dan mampir di sebuah warung Tegal. Di situ tertulis 
: 
 Teh Panas Rp 1.000 
 Teh Dingin Rp 1.500 
 Kopi Rp 1.500 
 Polem langsung memesan teh panas. Setelah terhidang di hadapannya, tanpa 
menunggu waktu, Polem langsung menyeruput teh panas itu sampai lidahnya 
tersulut. Tentu saja Polem meringis menahan panas di lidahnya.
  Melihat itu, si pemilik warung langsung menegur. "Dik, itu airnya mendidih 
tadi. Kenapa tidak sabar sekali kelihatannya."
  Sambil meringis, Polem langsung menjawab, "Saya cuma punya uang Rp 1.000. 
Jadi kalau teh ini nanti keburu dingin, saya tidak punya uang Rp 1.500." [A]
   
  Fanatik
 
 Polem adalah orang Aceh yang sangat mengagumi sejarah bangsanya. Suatu hari, 
ia datang ke Kota Medan dan naik becak. 
 "Bang, tolong antar saya ke jalan raja !" 
 Tanpa pikir panjang, tukang becak langsung membawa Polem ke Jalan 
Sisingamangaraja. 
 Sesampainya di sana, tukang becak bertanya, "Bang, ini jalan raja. Kita ke 
mana ?" 
 Tetapi Polem protes. "Bang, ini bukan jalan raja yang saya bilang. Ini kan 
rajanya orang Batak. Kami punya raja sendiri, Sultan Iskandar Muda !" [A]
  Dokter Polem
 
 Dokter Polem dikenal ramah dan pintar. Setiap pasien, pasti sembuh. 
 Apalagi, di Lhokseumawe, Dokter Polem dikenal suka memberikan pengobatan 
gratis kepada warga yang kurang mampu. 
 Suatu hari, terjadi kecelakaan sepeda motor di depan rumah Dokter Polem. 
Seorang pria tergeletak karena luka-luka yang cukup serius.
  Seorang polisi yang baru ditugaskan di Aceh, segera menghampiri korban 
kecelakaan tersebut. 
 Polisi : "Bapak beruntung. Saya tidak perlu repot-repot mengantar Bapak ke 
rumah sakit, karena kita berada tepat di depan rumah Dokter Polem.
  Kita tinggal panggil Dokter Polem." 
 Korban : "Bapak lah yang beruntung. Bapak gak usah repot-repot memanggil 
Dokter Polem. Karena sayalah Dokter Polem." [A]
  Pahlawan Perang
 
 Polem adalah seorang serdadu yang sudah kenyang ditugaskan di daerah konflik. 
Oleh tetangganya, Polem dijuluki pahlawan perang.
  Tapi Polem harus membayar mahal, karena banyak anggota tubuhnya yang sudah 
palsu akibat luka-luka semasa bertugas di medan tempur.
  Kaki Polem palsu, tangan palsu dan berbagai anggota tubuh lainnya. 
 Tapi ada satu kebiasaan Polem yang tak hilang. Yaitu kegemarannya main 
taruhan. Suatu hari, Polem bertaruh dengan tetangganya, si Robi.
  Polem : "Robi, ayo kita bertaruh." 
 Robi : "Taruhan apa, Pak Polem?" 
 Polem : "Saya akan menggigit telinga saya sendiri." 
 Robi : "Ah, mana mungkin ada orang bisa menggigit telinga sendiri. Melihat 
tanpa cermin pun tidak bisa. Apalagi menggigit."
  Polem : "Makanya, taruhan Rp 500 ribu, yuk !" 
 Robi : "Oke, siapa takut." 
 Setelah disepakati, Polem pun melepas telinga palsunya dan menggigit. Robi 
jelas kesal karena kalah taruhan. Keesokannya, Polem menantang Robi taruhan 
lagi.
  Polem : "Mau taruhan lagi, Rob ?" 
 Robi : "Oke, tapi saya yang pilih jenis taruhannya." 
 Polem : "Oke, no problem." 
 Robi : "Kalau Pak Polem bisa menggigit mata sendiri, saya bayar Rp 1 juta." 
 Robi berani bertaruh seperti itu, karena Polem bisa melihat dengan jelas dan 
tidak buta. Maka tidak mungkin ia melepas bola matanya. Karena bola mata itu 
asli. 
  Tapi dasar Polem si Pahlawan Perang, dia pun tetap nekat. 
 Polem : "Oke, saya setuju!" 
 Polem pun segera melepas gigi palsunya, dan menggigitkan gigi itu ke matanya 
sendiri. [A] 
  
  

        
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke