Rokok adalah salah satu contoh yang sudah diketahui orang banyak di Indonesia. 
Keharusan adanya amarannya juga baru muncul sangat telat dibanding negara2 maju.
 
Minuman keras bisa juga salah satu contoh (dan setahu saya belum ada label 
amarannya di Indonesia, cuma ada label cukai). 
 
Di negara kita perkembangan dunia kedokteran/kesehatan relatif jauh lebih 
lambat dan penekanannya lebih ke pengobatan daripada pencegahan. Wajar saja 
kalau belum ada sosialisasi terhadap bahayanya junk food.
Kementrian Kesehatan kita juga belum sangat efektif dalam sosialisasi hal-hal 
yang bisa merugikan kesehatan. Cenderung reaktif daripada pro-aktif. Kasus 
flu-burung yang meluas merupakan contoh lemahnya penanganan kesehatan rakyat. 
Tentunya dana juga salah satu kendala. 
 
Di USA dan negara maju lainnya, Mc Donald, KFC,dll  sudah menurun banyak 
penjualannya karena masyarakat yang makin sadar sehat, sehingga mereka gencar 
menarget pasar negara berkembang seperti kita. Bahkan di sana sampai ada 
lawsuit cases agaisnt junk food restaurants. Ada juga film hollywood "Super 
Size" yg membuktikan jeleknya pengaruh junk food, sehingga akhirnya pegawai 
depan Mc Donald di USA tidak berani menawarkan "do you want to super size your 
order?" lagi.
silahkan search di Yahoo dan Google utk membuktikan sendiri.



http://www.live.com/getstarted

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke