Mana yang lebih baik, jadi orang pintar atau orang bodoh? Jelas orang pintar...
Masalahnya, deskripsi di bawah tidak menjelaskan apakah pintar itu. Pintar tidak selalu berhubungan "akademik". Banyak orang pintar di akademik, tapi attitude dan social engineering-nya tidak bagus. Apakah mereka disebut orang pintar? Tidak sepenuhnya. Untuk bisa merekrut orang pintar supaya mau bekerja di bawahnya, orang tersebut harus either punya kuasa/uang, atau lebih "pintar" dari orang itu. Saya tidak setuju kalau dibilang William Gates orang bodoh. Siapa yang bisa bikin O/S di tahun 80-an? Mungkin lebih tepatnya, mending mana, jadi orang beruntung atau tidak. Orang "pintar" dan beruntung, contoh: William Gates III. Orang "pintar" dan tidak beruntung, contoh: programmer. Orang "bodoh" dan beruntung, contoh: Tommy Suharto. Orang "bodoh" dan tidak beruntung, contoh: para pengangguran yang kerjanya demo terus. KOkon. On 12/19/06, JOHAN YONG <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Orang Bodoh Rekrut Orang Pintar > > 1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya di bisnis. Agar bisnisnya > berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang > pintar adalah orang bodoh. > 2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang > pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil > orang > bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh. > 3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya > mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk > membayari proposal yang diajukan orang pintar. > 4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka di suruh orang > pintar untuk membuatnya. > 5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). Oleh > karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat > undang-undangnya orang bodoh. > 6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu > orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah > mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada > diatas. > 7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan > panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi > staffnya orang bodoh. > 8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang > pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang > pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan > pekerjaan. > 9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan > waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh > menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya. > 10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata > orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan. > 11. Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, > Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang Bodoh > (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk > > mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada > orang bodoh. > > > PERTANYAAN : > 1. Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh?? > 2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ??? > 3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?? > 4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh?? > > Kesimpulan : > a. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa > dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh. > b. Jadilah Orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang > bodoh. > c. Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh > perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha > agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia > bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha > mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh. > [Non-text portions of this message have been removed]
