Ini masalah economic balancing. Dengan modal/biaya operasional yang ada,
mungkin agak sulit bagi perusahaan penerbangan untuk menyediakan layanan
yang bagus, dan mendapatkan untung yang "cukup".

Ini seperti pendapat Paul Krugman tentang
"Bad jobs at bad wages are better than no jobs at all."
http://web.mit.edu/krugman/www/smokey.html

Seperti kasus di Indonesia, dimana-mana semua orang demo minta kenaikan gaji.
Untuk bisa mempertahankan kelebihan dunia ketiga, Indonesia
harus bisa mempertahankan gaji yang rendah. Memaksakan kenaikan gaji
secara umum, bisa mengurangi atau menghilangkan kelebihan Indonesia dibandingkan
dengan negara yang lain, yang pada akhirnya malah menyebabkan semua orang
kehilangan pekerjaan.

Kembali ke masalah penerbangan, berapa banyak negara yang memberikan
fasilitas bagus, dimana penumpang hanya perlu membayar $30-an untuk tiket
Jakarta-Surabaya (~1000km)?


KOkon.

On 1/1/07, Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> kalau bener transportasi  udaranya kayak gitu, berarti
>  transportasi laut dan darat nya lebih parah lagi donk
>  yach..
>
>  Pantesan baru awal tahun sudah di buka dengan 90 tewas
>  pesawat Adam Air, dan juga puluhan hilang tenggelamnya
>  Kapal laut.   Kalau sekoci bocor dan cuma bisa
>  menampung kurang dari separuh penumpang  kenapa
>  diijinkan berlayar yach ??  Dan penumpang yg kesetrum
>  di atap kereta masih tiap bulan ada kejadian terus ??
>  Tanya kenapa ??
>

Kirim email ke