dear all,

nice story. enjoy...!

sur
== Be patient! Do the best and let God do rest....

----forwarded message----
Dalam sebuah kisah tiongkok dikisahkan, ada seorang pemuda yang hendak 
belajar kungfu. Datanglah dia pada sebuah perguruan kungfu. Dia menghadap 
gurunya dan berkata "guru ajarilah saya kungfu!". Sang guru menerima dia 
menjadi murid, namun keesokan harinya sang guru menugaskan dia menjadi 
seorang juru masak perguruan. Sambil menyerahkan sebuah cerobong kecil 
yang terbuat dari besi kasar beliau berkata "tugasmu menjadi juru masak 
dan setiap engkau meniup api dengan cerobong besi ini, tekan dan remas 
dengan kuat cerobong ini. Aku akan mengajarkan kungfu jika cerobong ini 
sudah halus dan bayanganku terlihat jelas".

Bertahun-tahun berlalu, sang murid mulai tak sabar terus-terusan menjadi 
juru masak. Setiap tahun dia menanyakan kapan dia belajar kungfu, namun 
sang guru tetap mengatakan sampai cerobong besi itu halus.

Sampai akhirnya dia menunjukkan cerobong besi yang sudah halus itu pada 
gurunya. Sang guru tersenyum dan memerintahkan "carikan aku bambu yang 
paling keras di hutan!". Berangkatlah sang murid ke hutan. Sambil berjalan 
diremasnya bambu demi bambu di hutan itu. Herannya tak satupun bambu itu 
keras. Sampai sore haripun dia tak menemukan bambu yang keras di hutan 
itu. Akhirnya sang murid itu pulang dengan tangan hampa. Dengan kelelahan 
dia berkata pada gurunya "guru, maafkan saya, ternyata tidak ada bambu 
yang keras di hutan, mungkin esok saya akan pergi ke hutan lain". Sang 
guru tersenyum sambil berkata "muridku, saat ini engkau telah menguasai 
dua hal. Yang pertama kesabaran dan yang ke dua adalah jurus tangan 
peremuk tulang. Siapapun lawanmu engkau bisa remukkan tulangnya dalam 
sekejap. Saat ini engkau adalah salah satu pesilat tangguh, namun aku 
jamin, dengan kesabaran engkau tidak akan mudah dikalahkan, karena dengan 
kesabaran engkau akan bisa belajar ribuan jurus-jurus lainnya".

Pertanyaan dari kisah di atas, apakah benar dengan kesabaran kita bisa 
mencapai tujuan kita? Mari kita samakan persepsi kata sabar terlebih 
dahulu.

Kesabaran dalam terminologi masyarakat kita banyak disalahartikan. 
Masyarakat kita banyak mengartikan sabar sebagai diam, tidak membalas, 
menerima ataupun pasrah. Pengertian ini sangat berlainan dengan arti dalam 
bahasa arab. Sabar dalam bahasa arab diartikan tetap berusaha, tetap 
berjuang dan tetap berharap. Sabar adalah kombinasi yang harmonis antara 
rasa syukur, optimisme dan persistensi. Rasa syukur dapat mengkonversi 
kondisi terburuk menjadi mempunyai hikmah dan kebaikan. Optimisme adalah 
kemampuan kita menciptakan harapan. Dan persistensi adalah kesadaran diri 
untuk tetap bergerak, berusaha dan berjuang.

Jikalau ini yang disebut kesabaran, maka dengan kesabaran kita bisa meraih 
kesuksesan. Mari kita rubah peta arti kesabaran di benak kita, boleh jadi 
anda sedang menghadapi tantangan besar, bersabar, keep thank God, be 
optimistic and keep moving forward.

Kirim email ke