Zodiakku Kok Ganti?

Ada kawan, menanyakan perihal zodiaknya yang berubah. Tak habis pikir dia, 
kenapa demikian?

Terus terang aku bukan penerawang bintang, dukun atau sebangsanya, hanya 
saja aku mau berbagi rasa tentang kenapa dan mengapa ilmu perbintangan ini.

Zodiac atau bintang sudah dipercaya sejak jaman flint-stone, bahwa bintang 
itu mempengaruhi kehidupan manusia. Jaman dahulu bahkan ada yang mendewakan 
bintang.

Ilmu perbintangan dulu populer di kalangan negara Yunani, dan negara Arab. 
Banyak kisah-kitah tentang bintang di negara Yunani, sementara orang Arab 
sendiri tertarik ke perbintangan karena sumber  waktu ibadah kaum penganut 
agama Islam bersumberkan pada pergerakan matahari maupun bulan. Perhitungan 
kalender hijriyah (kalender Islam) berdasarkan pergerakan bulan 
mengililingi bumi.

Di negara Arab, pada masa kejayaan Islam, sekitar abad 8, ilmu pengetahuan 
perbintangan banyak diajarkan pada kaum terpelajar, fungsinya untuk 
peribadatan. Perhitungan rukyah, mengetahui kapan mulainya Ramadhan, Eid 
dan lain-lain. Kata bintang  dalam bahasa Arab : Najm. Di Indonesia kata 
ahli Nujum yang berarti  ahli perbintangan pun berasal dari bahasa Arab 
asal katanya najm. Pada zaman Ibnu Khaldun , ilmu perbintangan ini 
diajarkan di kuliahnya (Kuli asal kata kulu, artinya menyeluruh karena 
bersifat universal, sekarang kuliah disebut universitas, kata Universitas 
mengadaptasi kata Kuliyah). Salah satu pelajarannya adalah ilmu 
perbintangan atau astronomi (astro (latin) artinya bintang).

Pada jaman dahulu banyak yang percaya  bahwa kelahiran manusia dipengaruhi 
juga oleh pergerakan bintang yang selalu bergeser secara dinamis. Kaum 
muslimin saat itu maju dengan ilmu perbintangan karena waktu ibadah umat 
muslim menggunakan dasar pergerakan bulan. Jadi para ilmuwan (alim) banyak 
yang tertarik dengan ilmu perbintangan.

Lalu, bagaimana caranya mereka mempercayai ilmu perbintangan? Sejarah ilmu 
perbintangan semakin maju setelah ditemukannya alat bantu teropong bintang. 
Ilmu perbintangan termasuk dalam macro cosmos, sementara manusia adalah 
microcosmos. Manusia adalah miniatur alam sehingga pergerakan manusia 
dipengaruhi sama macronya. Semua, micro ataupun macro yang mengatut Tuhan 
Yang Maha Esa. Tuhan menggerakkan alam seluruhnya, ada irama pergerakan di 
sana. Irama pergerakan ini sama ahli nujm dijadikan pergerakan micronya 
atau manusianya.

Bagaimana tanggal pada perbintangan itu berubah? Menurut seorang kawan, 
Edward namanya, perubahan kalender itu bisa terjadi, bahkan ada 
kesepakatannya  IAU (International
Astronomical Union)-lah yang mengaturnya.

Perubahan dalam zodiak itu bukan hanya tanggalnya saja. Perubahan tanggal 
itu karena  bumi berotasi dan berevolusi. Bentuk bumi yang tidak bulat 
sempurna (cenderung lonjong) adalah salah satu penyebab perubahan pada 
tanggal-tanggal zodiak.

Selain perubahan tanggal, bentuk zodiak juga berubah. Seribu tahun yang 
lalu, posisi bintang-bintang  di rasi tidak seperti sekarang, artinya 
bentuk rasi seribu tahun lalu dengan yang sekarang berbeda walau hanya 
sedikit.Hal ini karena bintang-bintang di antariksa juga bergerak. Terlihat 
dari
bumi, pergerakan bintang2 itu sangat kecil, ada yang sekitar 0.5 detik 
busur per tahun. 1 detik busur = 1/3600 derajat. Tapi walaupun kecil, jika 
kita gunakan orde ribuan tahun maka perubahan akibat gerak bintang itu 
kentara juga.

Zodiak dipakai sejak zaman Yunani kuno dan tidak up to date. Pastinya ada 
banyak prubahan yang terjadi seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan 
manusia tentang astronomi.

Bagi kaum muslimin sekarang, memahami atau mempercayai bintang dianggap 
syirik, karena menduakan Tuhan, karena pengajaran Islam sekarang sudah 
mengerucut menjadi fiqih saja, ilmu-ilmu besar seperti itu menjadi satu 
fakultas ke alaman (ilmu alam), yang terlepas dari pengaruh ketuhanan.

Lalu bagaimana anda menyikapi ramalan bintang?

http://ferrydjajaprana.multiply.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke