coba di kirim ke suara pembaca kompas saja pak... ----- Original Message ----- From: "Sugimin Chen" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Friday, March 02, 2007 4:56 PM Subject: [BinusNet] [OOT] Pemalakan ala RS. Graha Medika
> Hi all, > > Just for sharing, pengalaman pribadi. > > > Tgl 26 Februari, 2007 istri saya daftar ke bagian USG RS. Siloam Kebon > Jeruk > (d/h Graha Medika) untuk bayi kami yg berumur 9 minggu atas saran dari > dokter kandungan. Seperti biasanya istri saya diberi bukti pendaftaran yg > berisi jadwal pemeriksaan (27/02/2007) serta biaya yg harus dibayar > sebesar > Rp. 350.000, istri saya protes melihat biaya yg tercantum karena > sebelumnya > istri saya sudah dua kali melakukan pemeriksaan USG (29/11/2006 & > 19/12/2006) waktu usia kandungan 8 bulan dan biayanya hanya sebesar Rp. > 250.000 . Oleh suster dijelaskan bahwa per Januari 2007 harganya sudah > naik > jadi Rp. 350.000 alias naik 40% dari harga sebelumnya. > > > > Tgl 27 Februari 2007, setelah pemeriksaan USG dan ingin melakukan > pembayaran, kita terkejut dengan biaya yg harus dibayar yaitu sebesar Rp. > 650.000 alias hampir dua kali lipat dari harga yg tercantum di bukti > pendaftaran. Kita protes ke kasir karena biaya yg tidak masuk akal ini, > jawaban dari kasir adalah dia hanya ikut cetakan komputer, soal harga > hanya > suster yg mendaftar yg tahu dan kita dipertemukan dengan suster yg > melakukan > pendaftaran. Alasan dari suster lebih tidak masuk akal lagi seperti karena > cetakan USG berwarna, setelah kita tunjukkan hasil laporan USG sebelumnya > yg > juga berwarna (kebetulan kita bawa) si suster lagi lagi kasih alasan yg > tidak masuk akal yaitu karena kita minta keringanan waktu USG sebelumnya, > kita TIDAK pernah minta keringanan apa pun selama kita memakai jasa di RS > ini, kita siap untuk bayar tapi kita tidak siap dengan biaya-biaya yg > tidak > masuk akal. > > > > Ternyata rumah sakit sekelas Siloam tidak ada standar harga dalam > pelayanan > malahan harga ditentukan oleh suster yg melakukan pendaftaran dan kita > bisa > tawar menawar (adu mulut) seperti di pasar kaki lima kalau berhasil ya > syukur kalau tidak ya berarti kita harus siap dipalak. Mohon penjelasan > dari > pihak manajemen. > > > > Papa Jaycent Chen >
