Angin Duduk
(Nasehat Diam Pak ABC)

Nama penyakitnya adalah angin duduk, dialah yang merengut nyawa Pak ABC. 
ABC adalah nama panggilan populer seorang Satpam senior di tempat tugasku 
yang merupakan singkatan dari Abbas Bin Cemin..

Pak ABC sudah mengabdikan seperempat dari umurnya di tempat tugasku. 
Usianya pada saat menghembuskan nafasnya yang terakhir seminggu lalu(10/03) 
sekitar setengah abad. Dia dikenal sebagai petugas satpam yang sopan dan 
rajin mengucap salam. Kebiasaannya mengucap salam itu sangat berkesan di 
hati seluruh koleganya, baik sesama karyawan, supplier maupun kastemer.

  Dengar kabar dari sumber yang dapat dipercaya kematiannya itu akibat 
angin duduk.

  "Kok ada ya ..penyakit "angin duduk"?
  Apakah anginnya bisa duduk? Sehingga merenggut nyawa Pak ABC?

Aku mencoba cari jawabannya. Hasilnya begini: Angin duduk itu hanya kiasan 
saja, mungkin orang generasi lama menyebutnya demikian, sekarang penyakit 
ini biasa disebut sakit jantung koroner akut.

Disebut angin duduk bisa jadi karena dahulu sering menimpa orang yang 
sedang duduk tiba-tiba saja meninggal dunia.

Salah satu tanda-tandanya apabila terserang angin duduk adalah dada terasa 
sakit seperti terbakar, efek rasa terbakar ini karena pasokan udara ke 
jantung terlalu sedikit, sehingga jumlah yang udara yang dibutuhkan dengan 
yang dipasok tidak berimbang, biasanya didunia medis disebut angina. 
Akibatnya orang yang terserang angin duduk dalam periode yang cepat sekitar 
15-30 menit bisa meninggal dunia padahal sebelumnya terlihat segar bugar.

                                         -o0o-
Diatas adalah penjelasan secara ilmiah kedokteran, lalu bagaimana kalangan 
spiritual memandang masalah ini?

Ada tiga rahasia Tuhan terhadap umatnya, yaitu : Umur, Rezeki dan jodoh. 
Rahasia ini tetaplah abadi walaupun para peramal mencoba mengurainya dengan 
berbagai perantaraan.

Menyinggung masalah kematian sama saja menyinggung ruh (roh). Ruh adalah 
kenyataan terdekat sekaligus misteri terjauh. Begitu dekatnya, kita akrab 
dengannya karena ia selalu hadir ke mana pun kita bergerak; ia adalah 
penyebab kehidupan dan gerakan itu sendiri. Begitu misterius, ia tak 
terperikan, tak terjangkau oleh pikiran. Walaupun Descartes maupun 
Aristoteles mencoba mengurainya, ia tetap menjadi misteri yang abadi. 
Kenapa demikian? Karena ruh adalah rahasia Tuhan.

Lalu kenapa perlu adanya kematian?

Pernahkan anda mencoba menanam buah-buahan, dan apabila sudah berbuah dan 
masak, maka akhirnya ada juga saatnya untuk dipetik atau dipanen? Demikian 
pula kematian, kematian ada seperti buah-buahan itu, ditanam, hidup, 
tumbuh, berkembang, dan di panen.

Lalu, apa yang "dipanen" dari manusia? Tentu, bukan hartanya tetapi amal 
perbutannya.

"Allah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu (mana) yang 
lebih baik amalnya" (QS [67]:2)

Jadi, kehidupan dan kematian adalah phase  untuk menentukan mana di antara 
manusia yang baik dan yang buruk amal perbuatannya.

Kematian adalah hal natural, tapi sulit diterima dan dipahami oleh akal 
kita. Kematian adalah nasehat tak perlu ada kata-kata yang terbaik 
bagi  kita untuk menjalani hidup dan kehidupan kita.

Terimakasih pak ABC, engkau adalah sahabat terbaik kami yang pernah ada di 
dunia ini, walau dalam diam engkau masih sempat memberikan nasehat secara 
implisit.

Semoga amal baikmu bisa diterima disisi Allah Yang Maha Pengasih dan 
Penyayang. Amin. Dan terima kasih atas nasehat diamnya.

Salam,
http://ferrydjajaprana.multiply.com



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke