Hotline Service 112

Hotline service darurat 112, tiba-tiba saja jadi naik daun gara-gara banyak 
teroris yang memanfaatkannya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan 
aparat, bahwa suatu tempat akan diledakkan dengan bom. Tetapi banyak juga 
diantara yang memanfaatkan nomor itu hanya sekedar iseng.

Kemarin denger kabar di Plaza Semanggi akan di bom, padahal sehari 
sebelumnya disalah satu gedung di kawasan Thamrin juga mendapatkan ancaman 
serupa.

Para aparat dengan gerak cepatnya mampu menangkap para teroris, bahkan ada 
pemilik nomor telepon yang ketiban sial, karena nomor telepon yang dia 
pegang adalah  bekas nomor teleponnya para teroris, sehingga akibatnya 
dirinya tertangkap polisi dan dijadikan tersangka.

Bagaimana sih.. caranya para hamba hukum itu menangkap teroris tengik itu? 
Di lapangannya para hamba hukum itu bekerja sama dengan para operator 
telepon. Caranya, nomor telepon yang sudah terdeteksi nomornya itu diburu. 
Polisi menghubungi operator telepon yang memiliki copy KTP nomor telepon 
pelanggan tersebut. Pihak operator seluler sudah mengantongi copy nomor KTP 
yang sejak April 2006 diwajibkan diinformasikan oleh para pemakai nomor 
telepon genggam kepada operator, dan nomor itu yang akan diinformasikan 
kepada polisi.

Setelah mengantungi data-data KTP, polisi bisa mengejar oknum teroris itu, 
kalaupun tidak dia bisa mengejar nomor telepon genggamnya.

Nomor telepon genggam itu mudah sekali dilacak dimana dia berada, karena 
diberbagai tempat sudah ada BTS (Based Transceiver System) yang fungsinya 
memancarkan signal-signal telepon pemilik SIM Card berada. Jadi pada saat 
telepon genggam pelanggan hidup, di BSC (Based System Center) mendeteksi 
nomor aktif tersebut lalu dilaporkan ke MSC (Master Switch System), dan 
operator mengetahuinya dari situ.

Nah, makanya kepada para teroris yang memegang nomor telepon genggam, 
jangan suka iseng deh.. karena sebenarnya kemana andapun pergi nomornya 
sudah terdeteksi di BSC.

                                                 -o0o-

Ungkapan senada bisa disamakan kepada kita, ruh yang ada pada diri 
kita  itu titipan Tuhan, ruh bisa andaikan bisa diibaratkan maka ujudnya 
seperti SIM card, jadi apapun aktivitas kita akan tetap terpantau oleh 
pemancarnya Tuhan Yang Maha Tinggi, semntara BTS tuhan itu lebih dekat, 
jaraknya dengan diri kita ini bahkan lebih dekat dari urat leher kita, 
bandingkan dengan  BTS telepon di dunia manusia yang terperangkap dalam 
ruang  itu minimum 2km di kota dan di daerah  sampai 4 km.

Apabila kita mengetahui dan merasakan hal ini, tentu kita menjadi sadar 
dan  malu apabila kita menyalahi aturan-aturan yang diberikan oleh Allah 
Yang Maha Mengetahui hal-hal kecil yang ada di  bumi dan jagad raya.

Salam,
Http://ferrydjajaprana.multiply.com



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke