> ---------------------------------
> It's here! Your new message!
> Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.>
To: [EMAIL PROTECTED]
> From: "Leo Jayawinarta" <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Fri, 30 Mar 2007 13:58:57 +0700
> Subject: [MTI_UPH_XV_XVI] Cobaan untuk in
> relationship Man
> 
> Cobaan untuk in relationship Man
> 
> 
>             Agus dan Rita adalah tipikal pasangan
> pacar orang Sunda di
> mana sang pria memiliki panggilan 'Aa' dengan
> wanitanya 'Neng'. Satu
> bulan pertama bagi Agus dan Rita adalah surga. Tiga
> bulan kemudian
> adalah panggilan bangun tidur bagi mereka dan
> mendekati 9 bulan pacaran,
> drama dimulai.
>             Pacaran dengan Rita lebih sulit dari
> merancang dimensi TORA
> (Take Off Runway Area) sebuah airport. Menentukan
> TORA, mudah. TORA
> untuk airport yang dirancang menerima pesawat kelas
> Boeing 737 lebih
> panjang dari TORA untuk pesawat kelas Fokker. Ada
> penuntunnya, ada
> tabelnya dan ada rumusnya. Bahkan ada asosiasi
> internasional yang
> mengatur dan memastikan semua terbangun dan
> ter-set-up dengan baik.
> Berpacaran dengan Rita, semua petunjuk datang dari
> wangsit dukun.
> 
> 1.  Cemburu
> Rita menatap Agus dengan tajam. Kedua tangannya
> melipat defensif,
> menunjukkan sikap penuh permusuhan. Agus sedang
> mengonsumsi dosis harian
> menerima semprotan Rita. Satu isu kecil dapat
> berubah menjadi letusan
> gunung.
> "Kenapa semalem Neng nelepon gak Aa' bales?"
> "Geulis (cantik)…, soalnya Aa' semalem baru pulang
> jam 2."
> "Ngapain aja?" Mata Rita semakin tajam , membuat
> Agus merasa seperti
> imigran gelap yang sedang diinterogasi petugas
> imigrasi.
> "Aa'…Aa' semalem kan siaran."
> " Kan sampe jam dua belas."
> "Abis itu, mengantarkan pulang Risa..." Kesalahan
> terbesar kebanyakan
> pria adalah kejujuran.
> "Enak amat yah jadi Risa. Dianter kamu pulang
> malem-malem. Padahal kan
> dia bukan pacar kamu..." Matanya semakin hostile.
> Agus menggaruk-garuk
> kepalanya. Dia mulai mengerti maksud omongan Rita.
> Sudah saatnya wanita
> bersikap mandiri dan mampu pulang sendiri ke
> rumahnya di tengah malam
> melewati gang-gang penuh preman, maling pemerkosa.
> Belum lagi resiko
> dicabik-cabik anjing liar gila. Di tahap ini,
> pembantu Rita yang
> berprofesi ganda sebagai pengamat sinetron Indonesia
> secara transparan
> berpura-pura tidak menguping pertengkaran.
> "Daerah rumah dia kan Cikaso. Gak aman."
> "Suruh dia pindah rumah dong. Biar kamu gak perlu
> anter-anter," ujar
> Rita sambil mengabaikan beberapa faktor kecil
> seperti:
> a.  Bahwa mencari rumah baru sulit
> b.  Harga rumah mahal
> „Neng kenapa sih mesti cemburu?"
> „Cemburu?Neng gak cemburu. Siapa yang cemburu?
> Apakah Neng terdengar
> seperti orang yang cemburu? Menurut kamu ini
> cemburu? Menurut kamu Neng
> cemburuan? Nggak!" dengan desibel yang meningkat
> dari 8 kali level
> normal dengan dahi berkerut.
> 
> 
> 2.  Dominasi
> Ini adalah agenda keseharian Agus.
> Pagi     - Antar Rita ke kampusnya.
> Siang    - Mendatangi Rita di kampusnya, makan siang
> bersama.
> Sore     - Menjemput Rita dari kampus.
> Malam    - Menelpon  Rita.
> Agus mulai jengah dengan aktivitas yang menuntut
> mobilisasi tinggi ini.
> Dia mengusulkan agar Rita juga pro-aktif untuk pergi
> ke kampus Agus
> sesekali dan mengurangi frekuensi pertemuan.
> „Neng, kalo kayak gini terus, Aa' bisa cacat
> permanen dan jatuh miskin."
> „Katanya sayang?"
> „Gak mesti tiap hari kan ketemuan?"
> "Kan kangen A'."
> "Kalo Neng kangen, ya Neng juga dong sekali-kali
> pergi ke kampus Aa'."
> „Nggak. Aa' aja yang ke kampus Neng."
> „Ntar Aa' kecapekan."
> „Kalo sebaliknya, Neng dong yang kecapekan."
> „AAAARRRGGGHHHHHHH"
> 
> 3.  Sensitifitas
> „Neng keliatan gendut gak sih Aa'?"
> „Nggak."
> „Liat dong ke Neng kalo bicara."
> „Oke."
> „Gendut ah."
> „Nggak kok sayang."
> „Gendut."
> „Ya mungkin sedikit perlu fitness kali ya?"
> „JADI MENURUT AA', NENG GENDUT? TEGA!"
> „Loh?"
> „Apa liat-liat?"
> „Tadi katanya disuruh liat."
> „Liatin saya gendut?"
> „Aa' minta obat tidur...4 butir...please."
> "Buat?"
> "Bunuh diri."
> "Kenapa mau bunuh diri? Malu yah punya pacar
> gendut?"
> „ARRRGGGHHHHH!!!"
> 
> 4.  Drama…drama…drama
> „Halo?"
> „Halo? Aa' ya?"
> „Iya sayang, Neng, Aa' gak bisa ke rumah malem ini
> gak apa-apa ya?"
> „Kenapa?"
> „Aa' mau pergi sama temen-temen. Bimo ulang tahun
> dan mau nraktir makan."
> „Nggak. Aa' ke sini sekarang juga."
> „Tapi Neng, semua anak-anak pada ikutan."
> "Jadi Aa' lebih seneng bergaul sama temen-temen Aa'
> daripada sama Neng?"
> „Bukan gitu, ketemu kamu kan udah tiap hari. Bimo
> ulang tahun kan cuman
> sekali setahun."
> „Bilang aja lebih sayang Bimo ketimbang sama Neng."
> „Nggak kok, kamuh gak nangkep nih esensinya."
> „Saya cuman sapi gila yang kamu gandeng
> kemana-mana.. ya, kan?"
> „Sapi sih nggak ya.."
> „Hu hu hu.. udah gak ada yang sayang lagi sama Neng
> di dunia ini.."
> „Ehm...cup cup sayang...duh, bageur....."
> „Neng mending mati aja sekalian... giles aja Neng
> sekalian sama truk
> ayam, A'."
> „Aduh Neng, ini bukan masalah yang besar kok, cuman
> semalem aja."
> „Kalo bukan masalah yang besar berarti Aa' bisa ke
> sini, kan?"
> „....."
> 
> 5.  Teman
> „Saya gak suka sama sahabat-sahabat kamu. Yang satu
> bau. Yang satu logat
> Sumateranya nyeremin dan yang paling Neng gak suka,
> yang paling deket
> sama kamu itu... tukang maenin cewek!"
> 
> 6.  Makna ganda
> Agus mulai menyadari perkataan Doni di UNJAT dulu
> bahwa terkadang wanita
> bisa menjadi makhluk yang kompleks. Mereka
> berjalan-jalan di shopping
> mall. Minggu depan adalah ulang tahun Rita.
> "Ih, bagus yah sepatu ini," ujar Rita menatap
> sepasang sepatu.
> „Kamu mau Aa' beliin ini untuk ulang tahun kamu?"
> „Nggak lah nggak usah."
> „.....Oke..." Agus melanjutkan jalan-jalannya,
> meninggalkan Rita yang
> masih berdiri di depan etalase sepatu.
> „Kok segitu aja?"
> „??"
> „Paksa dong bujuk Neng supaya mau."
> "Kamu tadi baru bilang bahwa kamu nggak mau."
> „Iya, tapi bukan berarti saya gak mau, kan ?"
> "Jadi kalo kamu bilang gak mau, itu artinya kamu
> mau?"
> „Belum tentu juga."
> „Kalo kamu bilang mau, itu artinya kamu gak mau?"
> „Belum tentu juga."
> Garuk. Agus garuk-garuk.
> 
> 
> Cuplikan dari jomblo: sebuah komedi cinta by Adhitya
> Mulya
> 
>
---------------------------------------------------------
> 
>
_________________________________________________________________
> Express yourself instantly with MSN Messenger!
> Download today it's FREE! 
>
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/
> 
> 
> 
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
>     (Yahoo! ID required)
> 
> mailto:[EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 


Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!

http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/
http://nugon19.multiply.com/journal


 
____________________________________________________________________________________
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time 
with the Yahoo! Search movie showtime shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news

Kirim email ke