[EMAIL PROTECTED] wrote on 04/25/2007 02:36:46 PM:

> Pak Suryadi,
> 
> Sudah buka websitenya ristek?

dear pak sadjuga,

sesekali saya buka website www.ristek.go.id
saya sudah download petunjuk insentif ristek edisi 2.

> Eh, ini untuk kita aja yah (nulis di internet ya mesti saja untuk umum). 

> Ristek mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk membiayai
> riset-riset di bidang ICT terutama yang mengexplore OSS.
> Klo pak Sur tertarik di bidang animasi, as long as, menggunakan OS dan
> dapat dioperasikan di OS base computer tentu chance menangnya tinggi.

sudah ada Torque engine versi 1.5 di atas Linux!  USD 749.
http://www.garagegames.com/mg/snapshot/view.php?qid=1311 --> seeing is 
believing...!
saya jadi tambah semangat nich dengan ide menggabungkan dunia hardware 
(wireless sensor 3D) dan software (Torque).

> Tapi..... jangan tergesa-gesa karena anggaran pembiayaan untuk 2008.
> Proposal harus masuk bulan juli 2007.

saya sudah coba kontak herru darmadi yang dulu pernah membantu saya dalam
membangun The Next Generation of e-Learning: Building A Virtual University 

(paper presented at SEAAIR 2006, Malaysia). 

saya mau combine dengan 3D sensor keluaran Analog Devices ADXL330 dan 
sudah ada yang kembangkan sudah bisa tangkap 5 derajat kebebasan: x, y, z, 
roll dan pitch. 
http://www.sparkfun.com/commerce/product_info.php?products_id=741

wireless communication dengan zigbee atau sejenisnya. 
http://www.ferret.com.au/articles/2d/0c03c82d.asp  --> melihat ini saya 
jadi membayangkan bahwa nanti bisa dibuatkan multiplayer, jadi akan ada 
banyak penarinya. woah... programmernya musti siap2 banyak belajar tentang 
thread programming nich!

Idenya mungkin saya mau buat pelajaran menari payung dan versi lomba(boleh 
tahu propinsi mana yang paling oke tarian payungnya? sempat glance sih 
dari DI Yogyakarta). siapa tahu kita bisa kembangkan ini program untuk 
tari payung indonesia (nanti bisa milih gaya apa: yogya, sumbar, lampung, 
dll.

nanti orang pegang gagang payung yang sudah ada peralatannya, di nilai 
berdasarkan gerakan si ahli tari payung sebagai reference, direkam dulu 
titik2 pentingnya, terus dibandingkan dengan gerakan si pemain, diberi 
skor (kayak permainan dance remix yang lompat2 di atas sensor injak).

saya sedang membayangkan akan terjadi proses merekam gerakan pemain 
memelintir gagang payung dengan kecepatan tertentu sambil badan meliuk 
dari arah depan ke belakang, sambil mengitari penari yang sedang jongkok. 
orang yang menari secara fisik terlihat ditonton dan bisa dibuatkan Avatar 
(tapi bukan si the legend of Ang :P) di dalam dunia 3D dengan torque 
engine berbasis linux. ada komentar: bad, good, poor, n combo. oohh... 
sedappp.

perlu disetup studio dengan luas (berapa area tarian payung yang 
terluas?). mengundang para ahli tari untuk memperagakan tarian dan proses 
perekaman, uji coba program dan peralatan. 

dalam bayangan saya:
tahap 1 (tahun 1): mendapatkan peralatan2 yang dibutuhkan (hardware, 
software, brainware) --> menjadikan tahap pengambilan data pemutaran 
payung secara perangkat keras (hardware), testing kecepatan sampling, 
akurasi, rekonstruksi di komputer titik2 yang berhasil diambil
tahap 2 (tahun 2): membuat program pelatihan tari payung n gaya --> sudah 
melibatkan para penari, torque programmer, 3dmax programmer (untuk membuat 
bangunan/ latar belakang dunia 3Dnya, misal candi borobudur, gunung xyz). 
malah saya membayangkan nanti bisa dibuatkan panggung yang sesungguhnya 
berbukit, nanti di dunia 3dnya pun seperti itu, sehingga ada gerakan 
melompat dari ketinggian tertentu bisa dibuatkan secara real.
tahap 3 (tahun 3): tahapan multiplayer, membuat program versi perlombaan 
tari payung dan penjajagan kemungkinan komersialisasi untuk dipasang2 pada 
arkade, pada sanggar tari payung (sambil melestarikan kebudayaan daerah).

tahun berikutnya: mungkin bisa dikembangkan untuk jenis tarian2 lainnya: 
menari ala suku dayak/ irian yang bawa tombak (guncangan2nya lebih cepat 
dan terpatah2), atau jadi alat latihan bermain anggar, atau bikin game 
olahraga ini itu, de es te de es be. mungkin bisa dibuatkan national 
training center untuk pembuatan 3d physical gaming. sudah saatnya dari 
indonesia kita keluarkan sesuatu. masa cuman bengong lihat orang2 korea 
bikin game mmorg nexia, ragnarok yang hanya secara fisik duduk diam dan 
menghabiskan kocek si pemainnya saja. 

> Selamat mencoba.
> 
> Sadjuga

mohon dukungan dari rekan2 yang lainnya agar impian ini bisa terwujud 
untuk beri saran, kritik, kesediaan untuk bergabung bareng.
in the end, kita akan bisa membuat game2 seperti permainan nintendo wii 
dengan nuansa indonesia yang beragam budayanya...!

thanks for the info.

salam,
suryadi

http://sliawatimena.wordpress.com
http://www.linkedin.com/in/suryadiputra

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke