Wah perkara  break the limit yang sampai 160 km /
hour.    Gue juga jadi teringat pengalaman 8 tahun
dulu.   Waktu itu sedang ada tugas ke customer dan
naik Bus Patas merek Mayasari Bakti kalo bener (maklum
si Boss  yang dulu juga pelit). 

Nah tiap minggu itu rutin naik bus dari Slipi dan
nanti bus nya masuk ke Toll di Slipi ke arah Kebon
Nanas.   Suatu ketika di Toll tersebut di depan
terlihat  ada bus yang sejenis di depannya. Jalan tol
juga ngak macet dan sedikit lengang.   Dan kebtulan
gue duduk di belakang sopir,  dan tiba tiba gue merasa
bus yang dinaikin mendapatkan suatu booster speed.    
Dan sekitar lebih 10 menit jarak kaca depan sopir
dengan bagian pantat belakang bus di depan hanya
berjarak sekitar tidak lebih dari sebatang garis
penggaris (yg anak SD suka pakai itu yang 30 cm).    

Karena "Takjub",   gue sampe pegangan sama besi yang
di depan gue (belakang sopir kan biasa ada pegangan
besinya) dengan erat.  Takjub juga karena si sopir
bisa mepertahankan kerapatan dengan bus di depannya
secara konstan dengan speed yang gue rasa lebih dari
80 km/jam  dan terkadang sambil jigjga jika bisa
didepannya juga nyalip mobil di depannya lagi.  
Setelah berlangsung hampir 5 menit  menit tiba tiba
ada seorang bijaksana ( orang tua sekitar 60 an tahun)
yang teriak teriak sambil nunjuk nunjuk "Lihat jarak
bus sama yang didepan hampir nempel".   Dan setelah si
orang Bijak itu buka aksi, langsung satu bus baru
ikutan.  Ada yang bilang " Pir,  ada yang lagi hamil".
   "Di sini ada anak-anak", dsb nya.    Sampai ada
yang menyebutkan ayat  yang suka Binusian liat di
Sinetron kalo orang lagi ketakutan itu.  Tapi gue sih
cuman memperhatikan aja, maklum di depan sopir kan ada
tulisan "Penumpang dilarang berbicara dengan sopir". 
:D

Anehnya si sopir tetap ngak peduli ama teriakan
penumpang..  Sampai akhirnya setelah 10 menitan itu,
baru si sopir mengurangi kecepatannya..  Tapi tetap
aja suara penumpang terdengar terus..    Begitu sampe
di pintu keluar gue langsung turun cepet-cepet,  tetep
aja "deg-deg an" karena ternyata masih bisa turun
sendiri dari bus itu, kagak diangkut. 

Ternyata experience  "Break The Speed Limit" 
tiap-tiap Binusian itu berbeda beda.  


 
____________________________________________________________________________________
Get your own web address.  
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL

Kirim email ke