Saya ngga kerja di ISP. Tapi saya mencoba jelaskan mengapa harga
bandwidth di SG lebih murah.

Saya rasa, alasan yang masuk akal adalah, SG negara kecil, dimana
sebagian besar penduduk tinggal di high-rise building.
Untuk membuat jaringan di SG, ISP tinggal menyediakan fiber, yang relatif
pendek, ke bagian basement gedung, kemudian dilanjutkan dengan VDSL
atau semacamnya ke tiap-tiap subscriber.

Masalah utama dari VDSL adalah jarak/interferensi. Untuk penggunaan di
gedung, VDSL is great. Berbeda dengan di Indo, dimana penggunaan VDSL
harus diletakkan di curb, local-loop, kemudian diteruskan ke rumah-rumah,
yang jaraknya relatif jauh dan tidak aman.
Belum lagi infrastruktur kabel telepon di Indo yang buruk, kebanyakan cat 3,
dan tidak terawat dengan baik.


KOkon.

On 8/28/07, Masabi Masabi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Iya sekalian mo tanya sama Binusian yang mungkin kerja
> di bidang ISP. Kalo kata menteri ICT kan waktu tahun
> 2005 harga internet mau dibikin semurah dan sebaik di
> Singapore katanya. Tapi kenapa harga
> internet sampai 2007 masih mahal yachh.. kagak ada
> turunnya.. Apa ngikutin harga bahan pokok dan minyak
> goreng yang naik 2x lipat..
>
> Coba seperti kata Binusian di SG, 100 Mbps ratusan
> ribu rupiah.. koneksi stabil..
>
> Kalau sekarang kan yang termurah masih speedy.. itupun
> sharing 384 kbps.. dan kalau mati idup tanpa
> kompensasi..
>
> Soalnya 6 bulan setelah baca pernyataan para pejabat
> tentang harga internet yang akan murah.. tentang
> pembangunan jaringan serat optic.. nah waktu si Boss
> ditawarkan ama marketing ISP swasta.. dan ditanya
> tentang internet murah seperti SG dan berkualitas..
> kok marketing ISP nya cuman ketawa doank.. Malah
> bilangnya harga b/w masih mahall.. :D
>
> thans buat binusian yang bisa kasih info kapan sih
> tepatnya ISP ISP macam CBN, Biznet, dkk nya bisa
> turunin harga b/w nya.. seperti kata-kata para
> pejabat di detik dan kompas .. :D
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke